Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Soal Taktik, Julian Nagelsmann Lebih Baik daripada Pep Guardiola

Menurut Lutz Pfannenstiel, Julian Nagelsmann ebih baik daripada manajer Manchester City, Pep Guardiola dalam hal analisis taktik permainan.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Sabtu, 13 Juni 2020
Soal Taktik, Julian Nagelsmann Lebih Baik daripada Pep Guardiola
Julian Nagelsmann dan Pep Guardiola (bundesliga.com)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Koleksi trofi sudah menjadi bukti kualitas Pep Guardiola sebagai pelatih. Tapi bagi Lutz Pfannenstiel, ada pelatih yang lebih baik.

Dalam kolomnnya di DAZN, Lutz Pfannenstiel menberi sanjungan kepada pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann. Menurut Pfannenstiel, eks koleganya tersebut lebih baik daripada manajer Manchester City, Pep Guardiola.

Nagelsmann merupakan pelatih muda yang sedang naik daun. Pada usia yang baru 32 tahun, nama Nagelsmann sudah mencuri perhatian penggila sepak bola Eropa.

Baca Juga:

Leipzig Bungkam Tottenham, Julian Nagelsmann Perburuk Rekor Jose Mourinho di Liga Champions

Julian Nagelsmann, Pelatih Esentrik dengan Metodologi Kepelatihan Modern

Nagelsmann mengawali karier di Hoffenheim pada 2016. Selama tiga tahun di Hoffenheim inilah dia bekerja dengan Pfannenstiel, yang saat itu menjadi kepala hubungan internasional dan pencari bakat.

Selama tiga tahun di Hoffenheim, Nagelsmann langsung melesat. Pencapaian di Hoffenheim membuat pelatih yang karier bermainnya berhenti di usia muda karena cedera lutut serius ini memberikan kesan positif.

Pada 2019, RB Leipzig jatuh hati kepada Nagelsman dan memutuskan untuk merekrutnya sebagai pelatih. Bersama Leipzig, pamor Nagelsmann terus menanjak. Hal ini tidak lepas dari performa gemilang Leipzig, tidak hanya di Bundesliga, tapi juga Liga Champions.

Salah satu laga yang mencuri perhatian adalam ketika Leipzig menghajar Tottenham Hotspur 4-0 di babak 16 besar. Laga yang menjadikan Nagelsmann sebagai pelatih termuda sepanjang sejarah yang menenangi laga fase gugur Liga Champions.

"Julian adalah seorang yang penuh semangat. Seorang yang perfeksionis. Dia sangat kompetitif. Di permainan apapun dia tak mau kalah," tulis Pfannenstiel di DAZN.

"Sangat bagus tidak cukup baginya. Itu sudah terlihat sejak dia muda. Jadi bukan sebuah kejutan bahwa mungkin dia merupakan pelatih paling menarik di Eropa saat ini."

Pfannenstiel menambahkan, apa yang dicapai Negelsmann bukan semata karena Talenta. "Bakat bukan kata yang tepat. Nagelsmann lagi talenta, dia memiliki banyak pengalaman meski usianya baru 32 tahun," tulis Pfannenstiel.

Serupa dengan Pep Guardiola, Nagelsmann meniti karier di dunia kepelatihan dari bawah. Di Hoffenheim dia terlebih dulu melatih tim U-17 dan U-19. Dia kemudian bekerja sebagai asisten pelatih tim utama pada 2013.

Soal mentalitas, Nagelsmann juga terbilang teruji. Dia tahu rasanya berada di zona degradasi dan tampil di Liga Champions.

Ada hal yang membedakan Nagelsmann dibanding Guardiola. Pfannenstiel menyebut Nagelsmann selalu melakukan analisis taktik secara rinci. Karena itulah Pfannenstiel menilai Nagelsmann lebih baik dibanding Guardiola, yaitu dalam segi menganalisis permainan lawan.

"Nagelsmann lebih baik ketimbang Pep Guardiola dalam hal membaca gaya bermain lawan dan menyesuaikan taktik dalam pertandingan," kata Pfannenstiel.

"Guardiola banyak melakukan analisis dan kemudian membuat keputusan. Sedangkan bagi Nagelsmnann, analisis sejalan paralel dengan pengamatan. Ini bukan bakat, tetapi anugerah. Saya sudah bertemu banyak pelatih, tapi Nagelsmann memiliki kualitas ini. Dia sangat unik."

Bundesliga RB Leipzig Julian Nagelsmann Breaking News

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Bagikan