Sikap Tegas Real Madrid Terhadap Isu Laga LaLiga yang Dimainkan di Amerika Serikat
BolaSkor.com – LaLiga sebagai salah satu dari lima liga top Eropa masih jadi liga yang ramai diperbincangkan media saat ini. Pembicaraan bukan tentang persaingan kompetisi, melainkan isu hangat soal digelarnya laga LaLiga di Amerika Serikat.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Girona dan FC Barcelona akan mengukir sejarah baru kompetisi di Eropa jika pada Januari mendatang bermain di Miami, Amerika Serikat. Memainkan laga di Negeri Paman Sam merupakan salah satu perjanjian dalam kontrak jangka panjang yang disepakati Javier Tebas, Presiden LaLiga, dengan Relevent selaku perusahaan internasional asal Amerika.
Permasalahannya, tidak semua pihak menerima inovasi dari Tebas dengan alasan yang berbeda-beda: tidak etis memainkan laga kompetisi di luar negeri, pertimbangan isu kelelahan pemain, suporter yang sudah membeli tiket terusan, dan banyak hal lainnya.
20 kapten klub-klub LaLiga kabarnya sudah sepakat menolak memainkan laga di Amerika. Real Madrid, klub raksasa di Spanyol juga bersikap tegas dengan isu tersebut. Melalui Florentino Perez, Presiden Madrid, ia menegaskan bahwa klub berada di pihak yang menolak laga LaLiga dimainkan di Amerika.

“Kami tidak akan pergi ke Amerika Serikat. Saya tidak tahu siapa yang tertarik dengannya (memainkan laga LaLiga di Amerika Serikat), tapi jelas ini tidak dalam ketertarikan klub dan juga fans. Kami secara kategori akan menolaknya (jika ditawarkan LaLiga bermain di Amerika),” tegas Tebas, diberitakan AS.
Penolakan dari RFEF dan AFE
Madrid bukan satu-satunya pihak yang menolak wacana tersebut. Ide dari Tebas itu bahkan pernah dikritisi dengan keras oleh Luis Rubiales, Presiden RFEF (Federasi Sepak Bola Spanyol) dan juga David Aganzo, Presiden Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE).
Rubiales berkata Tebas tidak melibatkan banyak pihak dengan gagasan memainkan LaLiga di Amerika. Lebih lanjut ia juga melabeli ide itu sebagai invasi atau penjajahan pada negara lain, serta tindakkan tidak menghormati kompetisi yang ada di negeri tersebut.
Sementara Aganzo sedikit ‘lembut’ dan berkata bahwa persentase laga LaLiga dimainkan di Amerika berada pada angka 20 persen. Ia meminta kepada pihak LaLiga untuk menjelaskan lebih mendetail soal informasi yang dibutuhkan, termasuk persetujuan dari pemain, suporter, dan klub-klub LaLiga.
Melihat panjangnya pembahasan mengenai wacana tersebut, jangan heran jika isu laga LaLiga di Amerika Serikat akan menjadi opera sabun – pembahasan panjang yang kemungkinan akan terus terjadi hingga Desember 2018.
Arief Hadi
16.183
Berita Terkait
Luis Enrique Jadi Nama Baru di Bursa Pelatih Manchester United
Sam Allardyce Klaim Hanya Carlo Ancelotti yang Bisa Menyelamatkan Manchester United
Pilihan Mengerucut ke Dua Nama, Manchester United Sudah Tentukan Waktu Pengumuman Pelatih Baru
Resmi Gabung Manchester City, Antoine Semenyo Punya Janji yang Berbahaya untuk Rival
Tanpa Chant Rasis, Viking Siap Pertontonkan Koreo Termahal di Laga Persib vs Persija
Persija Terus Berinovasi, Luncurkan Produk Reksa Dana Pendapatan Tetap
Berita Transfer Inter Milan: Juventus Ganggu Rencana Rekrut Tarik Muharemovic, Davide Frattesi Diincar Klub Inggris
Persib vs Persija, Marc Klok: Rivalitas dan Harga Diri
Pulih Lebih Cepat, Kylian Mbappe Siap Perkuat Real Madrid Melawan Barcelona
AC Milan Tidak Malu Mengakui Inter dan Napoli Lebih Kuat