BolaSkor.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, buka suara soal sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terhadap The Jakmania.
The Jakmania dihukum larangan away dalam enam pertandingan, atau sampai pertengahan musim.
Persija Jakarta tidak bisa didampingi The Jakmania saat bertandang ke markas Dewa United Banten FC (31/10), PSM Makassar (21/11), Bhayangkara Presisi Lampung FC (4/12), Isenmulang Kalteng FC (8/12), Persijap Jepara (22/12), dan PSS Sleman (26/12).
Sanksi ini diberikan akibat tingkah laku buruk suporter Persija Jakarta saat Macan Kemayoran bertandang ke markas Persita Tangerang, Banten International Stadium, Sabtu (17/10). Laga itu diwarnai keributan antara suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang.
Baca Juga:
Imbas Kericuhan di BIS: Persija Resmi Dijatuhi Denda Rp90 Juta dan Sanksi Larangan Away
Selain suporternya dilarang away, Persija Jakarta juga didenda Rp90 juta. Denda itu dijatuhkan akibat tiga pelanggaran, di antaranya kericuhan, penyalaan petasan, dan pelemparan flare.
Mengenai sanksi, saya sudah menerima laporan tentang hal tersebut saat tiba di stadion. Namun, daripada membandingkan sanksi ini dengan kasus lain, saya berharap para suporter tidak lagi melakukan tindakan seperti itu,
kata Shin Tae-yong soal sanksi Komdis PSSI terhadap The Jakmania.
Daftar Isi
Shin Tae-yong Minta The Jakmania Introspeksi
Daftar Isi

The Jakmania saat mendukung Persija Jakarta di Piala Presiden 2026. (Media Persija)
Shin Tae-yong berharap The Jakmania bisa belajar dari hukuman ini untuk menjadi suporter yang lebih baik dan tidak merugikan klub yang didukung.
Baca Juga:
I.League Buka Suara Soal Isu Pengurangan Poin untuk Persija Jakarta
Menurutnya, ke depan insiden keributan di antara para suporter tidak boleh terjadi lagi.
Perilaku tersebut bisa merugikan klub, tim, dan juga para suporter sendiri. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Menurut saya, kita semua, termasuk para suporter, perlu melakukan introspeksi. Saya berharap para suporter juga bisa mengevaluasi diri,
ujarnya.
"Jika melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan, yang dirugikan bukan hanya pihak lain, tetapi juga klub sendiri, para pemain, dan suporter. Semoga kejadian buruk seperti itu tidak terulang lagi," tutur mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.