BolaSkor.com – Penyerang timnas Denmark dan mantan pemain Manchester United, Rasmus Hojlund, mendadak menjadi pusat perhatian publik serta ramai dibicarakan di media sosial.
Kehebohan ini dipicu oleh aksi striker Napoli tersebut saat Denmark menelan kekalahan 2-4 dari Portugal di ajang UEFA Nations League.
Hojlund sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-53 dan merayakannya dengan memperagakan selebrasi "Siu" khas sang idola, Cristiano Ronaldo.
Baca Juga:
Cristiano Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal, Isu Merajuk karena Tidak Dimainkan Beredar
Namun, sorotan tajam warganet tertuju pada momen seusai pertandingan, ketika pemain berusia 23 tahun itu terlihat menjabat tangan dan mendorong dada pelatih Portugal, Jorge Jesus.
Insiden dorongan dengan ekspresi cemberut tersebut memicu beragam reaksi dari para penggemar di media sosial, yang mengaitkannya dengan masalah Jorge Jesus dan Ronaldo.
Reaksi Netizen
Seorang warganet di media sosial berkomentar, "Dia jelas tidak senang Jorge Jesus mencoret idolanya, Cristiano Ronaldo," sementara pengguna lain menimpali, "Sama-sama punya sifat kekanak-kanakan."
Netizen lain juga memberikan kritikan dengan menuliskan, "Apa yang ingin dia capai? Dia seharusnya fokus pada Denmark saja," meski ada pula yang membela, "Hojlund pria sejati."
Baca Juga:
Hasil Pertandingan: Portugal Menang Tanpa Ronaldo, Jerman Bangkit, Belanda Nyaris Kalah
Aksi selebrasi "Siu" ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Hojlund, sebab ia pernah melakukannya saat membawa Denmark menang atas Portugal pada Maret 2025.
Penghormatan Hojlund kepada Sang Idola
Mengenai selebrasi tersebut, Hojlund pernah menegaskan melakukannya karena Ronaldo adalah idolanya.
"Itu untuk idola saya. Bukan karena saya ingin mengejeknya atau semacamnya. Dia memberikan dampak yang sangat besar bagi saya dan karier sepak bola saya," papar Hojlund.
Baca Juga:
Mengapa Cristiano Ronaldo Dibandingkan dengan Homelander dari Serial The Boys
Hojlund juga menambahkan pengakuannya sebagai penggemar berat CR7.
"Saya selalu bermimpi melakukan selebrasi Ronaldo, terutama di hadapannya. Bukan untuk menyombongkan diri, melainkan lebih untuk menunjukkan rasa hormat. Saya sedikit fanboy, jika Anda bisa menyebutnya begitu," pungkas Hojlund.