SEA Games 2021: Satu Tambahan Medali Perak untuk Indonesia dari Tim Dayung
BolaSkor.com - Kontingen (Tim) Indonesia kembali mendapatkan tambahan medali dari cabang olahraga (cabor) Dayung atau Rowing SEA Games 2021 yang berlangsung di Thuy Nguyen Hai Phong Aquatics Center, Vietnam, Rabu (11/5).
Kali ini Tim Dayung Indonesia yang turun di nomor Women's Coxless Four mempersembahkan medali perak. Sylvia Lisdiana, Aisah Nabila, Julianti, dan Chelsea Corputty, mencatatkan waktu 7 menit 16,530 detik.
Mereka unggul dari Thailand di peringkat ketiga. Sementara medali emas direbut oleh tuan rumah Vietnam.
Baca Juga:
SEA Games 2021: Tim Dayung Tambah Medali Emas untuk Indonesia
SEA Games 2021: Tim Dayung Sumbang Emas dan Perak Pertama untuk Indonesia
Sebelumnya, Tim Dayung Indonesia juga mendapat dua medali emas di nomor Men's Double Sculss lewat pasangan Sulpianto dan Memo serta dari Ardi Isadi/Kakan Kusmana yang turun di nomor Men's Lightweight Double Sculss.
Adapun satu medali perak lainnya didapatkan oleh Dewi Purwanti, Maslin Efirilia, Annisa Meilani Yahya, dan Puteri Agni Anugerah yang bertanding di nomor Women's Quadruple Sculls.
Dengan demikian, total Tim Dayung sukses menyumbangkan dua medali emas dan dua perak untuk Kontingen Indonesia.
Rizqi Ariandi
7.785
Berita Terkait
Ilham Rio Fahmi Pergi untuk Kembali ke Persija Jakarta
Persib Rekrut Layvin Kurzawa, Eliano Reijnders Tak Masalah Ganti Posisi
Link Streaming Persis Solo vs Persib Bandung Sabtu 31 Januari 2026, Live Sebentar Lagi
Bojan Hodak Akui Laga Melawan Persis Akan Terasa Berat bagi Persib Bandung
Jelang Hadapi Persib, Persis Solo Resmikan Eks Bomber Timnas Brasil U-23
Marc Klok Cedera, Persib Pulangkan Dedi Kusnandar
Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen Rahadiyan Ingatkan Persipura Fokus Persaingan Promosi
Konsistensi Bandung bjb Tandamata Diuji JPE di Awal Putaran Kedua Proliga 2026
Persija Menang atas Persita, Mauricio Souza Sebut Fisik Pemain Lawan Sulitkan Macan Kemayoran
Diky Soemarno Sebut Kehadiran The Jakmania di Tangerang Sebagai Sebuah Sejarah