Sapporo Dome, Benteng Canggih Samurai Biru
Sapporo Dome, Benteng Canggih Samurai Biru
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Sapporo - Prestasi Jepang di dunia sepakbola dunia memang belum terlalu mentereng. Namun negara yang memiliki teknologi canggih ini bisa mengaplikasikan kehebatan teknologi yang dimilikinya untuk membangun stadion multifungsi yang menjadi benteng bagi tim samurai biru.
Jepang yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia di tahun 2002 bersama Korea Selatan, tentunya ingin memanfaatkan momentum untuk memperlihatkan kepada dunia betapa superiornya teknologi yang dimiliki negeri sakura tersebut. Dibuka pada tahun 2001, Sapporo Dome adalah salah satu stadion multifungsi tercanggih di dunia. Seakan tidak ingin kalah, Sapporo Dome memiliki fasilitas dan teknologi yang tak kalah dengan Veltins Arena (Jerman), Geldrome (Belanda), ataupun University of Phoenix (Amerika Serikat). Stadion yang dibangun dengan biaya sekitar 122 juta Dollar tersebut memiliki fasilitas lengkap dan tentunya dilengkapi dengan teknologi canggih antara lain atap dengan sistem buka tutup, tribun yang bisa bergeser dengan rel hidrolik, hingga lapangan rumput yang bisa ditutup secara otomatis.
Selain pertandingan sepakbola Sapporo Dome juga biasa digunakan untuk pertandingan baseball. Bayangkan saja, lewat teknologi mutakhir yang dimiliki stadion ini bisa disesuaikan dengan pertandingan yang akan dilangsungkan baik baseball ataupun sepakbola. Hebatnya lagi pada tahun 2007 stadion ini juga digunakan untuk upacara pembukaan kejuaraan dunia FIS Nordic Ski. Lapangan yang tadinya beralas rumput mampu disulap menjadi permukaan salju guna menyelenggarakan event akbar tersebut. Setelah itu Sapporo Dome juga bisa digunakan sebagai arena kejuaraan ski jarak pendek, dan tentunya menjadi arena pneyelenggaraan Olimpiade musim dingin.
Di ajang Piala Dunia, Sapporo Dome menjadi saksi Pembantaian Jerman atas Arab Saudi dengan skor 8-0, Duel seteru abadi Inggris kontra Argentina, dan partai ketat lintas benua Italia versus Ekuador. Hingga saat ini stadion canggih ini menjadi markas besar klub elit Jepang Consadole Sapporo dan klub Baseball Hokkaido Nippon-Ham Fighters. Selain dua klub tersebut stadion ini tentunya menjadi benteng canggih bagi Tim Nasional Jepang.
Stadion yang diarsiteki oleh arsitek kenamaan Jepang Hiroshi Hara ini mampu menampung 41,484 penonton, dan 40,476 untuk pertandingan baseball. Jika dimaksimalkan maka stadion ini akan mampu menampung 53,796 penonton. Secara detail stadion ini memiliki luas area bangunan 53.800 meter persegi, luas total dengan arena terbuka 97.503 meter persegi dan diameter atap 245 meter persegi. Sapporo Dome juga memiliki atap yang bisa digerakan dengan sudut kemiringan hingga 30 derajat.
Jepang yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia di tahun 2002 bersama Korea Selatan, tentunya ingin memanfaatkan momentum untuk memperlihatkan kepada dunia betapa superiornya teknologi yang dimiliki negeri sakura tersebut. Dibuka pada tahun 2001, Sapporo Dome adalah salah satu stadion multifungsi tercanggih di dunia. Seakan tidak ingin kalah, Sapporo Dome memiliki fasilitas dan teknologi yang tak kalah dengan Veltins Arena (Jerman), Geldrome (Belanda), ataupun University of Phoenix (Amerika Serikat). Stadion yang dibangun dengan biaya sekitar 122 juta Dollar tersebut memiliki fasilitas lengkap dan tentunya dilengkapi dengan teknologi canggih antara lain atap dengan sistem buka tutup, tribun yang bisa bergeser dengan rel hidrolik, hingga lapangan rumput yang bisa ditutup secara otomatis.
Selain pertandingan sepakbola Sapporo Dome juga biasa digunakan untuk pertandingan baseball. Bayangkan saja, lewat teknologi mutakhir yang dimiliki stadion ini bisa disesuaikan dengan pertandingan yang akan dilangsungkan baik baseball ataupun sepakbola. Hebatnya lagi pada tahun 2007 stadion ini juga digunakan untuk upacara pembukaan kejuaraan dunia FIS Nordic Ski. Lapangan yang tadinya beralas rumput mampu disulap menjadi permukaan salju guna menyelenggarakan event akbar tersebut. Setelah itu Sapporo Dome juga bisa digunakan sebagai arena kejuaraan ski jarak pendek, dan tentunya menjadi arena pneyelenggaraan Olimpiade musim dingin.
Di ajang Piala Dunia, Sapporo Dome menjadi saksi Pembantaian Jerman atas Arab Saudi dengan skor 8-0, Duel seteru abadi Inggris kontra Argentina, dan partai ketat lintas benua Italia versus Ekuador. Hingga saat ini stadion canggih ini menjadi markas besar klub elit Jepang Consadole Sapporo dan klub Baseball Hokkaido Nippon-Ham Fighters. Selain dua klub tersebut stadion ini tentunya menjadi benteng canggih bagi Tim Nasional Jepang.
Stadion yang diarsiteki oleh arsitek kenamaan Jepang Hiroshi Hara ini mampu menampung 41,484 penonton, dan 40,476 untuk pertandingan baseball. Jika dimaksimalkan maka stadion ini akan mampu menampung 53,796 penonton. Secara detail stadion ini memiliki luas area bangunan 53.800 meter persegi, luas total dengan arena terbuka 97.503 meter persegi dan diameter atap 245 meter persegi. Sapporo Dome juga memiliki atap yang bisa digerakan dengan sudut kemiringan hingga 30 derajat.Posts
11.190
Berita Terkait
Piala Dunia
FIFA Perkenalkan Inovasi Berbasis AI Jelang Piala Dunia 2026
FIFA dan produsen komputer Lenovo memperkenalkan serangkaian inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Technology/AI).
Yusuf Abdillah - Rabu, 07 Januari 2026
Italia
Fokus Piala Dunia 2026, Gianluigi Donnarumma Tunda Pernikahan
Kiper Italia Gianluigi Donnarumma tengah dalam fokus tinggi untuk bisa membawa Azzurri tampil di Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 01 Januari 2026
Piala Dunia
Piala Dunia 2026 Tayang Gratis di TVRI, Siaran Menjangkau Wilayah 3T
TVRI akan menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada 11 Juni hingga 19 Juli tahun depan.
Rizqi Ariandi - Senin, 29 Desember 2025
Piala Dunia
FIFA Naikkan Hadiah Uang Piala Dunia 2026, Juara Akan Raup Rp834 Miliar
FIFA mengumumkan bahwa total hadiah Piala Dunia 2026 akan meningkat drastis dibanding edisi sebelumnya.
Yusuf Abdillah - Kamis, 18 Desember 2025
Berita
Trofi Piala Dunia Sambangi Jakarta Januari 2026, GGN Gelar Festival Sepak Bola Rakyat
Festival Sepak Bola Rakyat digelar di 4 kota, yaitu Labuan Bajo, Jakarta, Palu, dan Makassar.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 10 Desember 2025
Piala Dunia
Tidak Ada Jaminan Lionel Messi Akan Tampil di Piala Dunia 2026
Lionel Messi belum memberikan konfirmasi apakah dirinya akan tampil memperkuat Argentina pada Piala Dunia 2025.
Yusuf Abdillah - Minggu, 07 Desember 2025
Piala Dunia
FIFA Umumkan Jadwal Piala Dunia 2026, Banyak Laga Tengah Malam dan Jam Kantor
Jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko sudah resmi dirilis FIFA, Minggu (7/12).
Yusuf Abdillah - Minggu, 07 Desember 2025
Piala Dunia
Reaksi Hasil Drawing Piala Dunia 2026, Maroko Senang Lawan Brasil, Norwegia Pede Kalahkan Prancis
Sebanyak 12 grup telah terisi dan menjanjikan laga-laga menarik seperti Brasil vs Maroko, Belanda vs Jepang, serta ulangan pertemuan antara Prancis dan Senegal.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 06 Desember 2025
Piala Dunia
Hasil Drawing Piala Dunia 2026: Brasil di Grup Neraka, Mbappe Bertemu Haaland
Hasil drawing Piala Dunia 2026 menempatkan Brasil, Inggris, dan Prancis di grup yang sulit.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 06 Desember 2025
Piala Dunia
Thomas Tuchel Beri Isyarat Akan Nanyikan Lagu Kebangsaan Inggris di Piala Dunia
Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengatakan akan mempertimbangkan untuk menyanyikan lagu "God Save the King" di Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 15 November 2025