Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Saksi Tak Bisa Buktikan Joko Driyono Terlibat Pengaturan Skor

Barang bukti temuan Satgas Anti Mafia Bola tak dapat membuktikan Joko Driyono terlibat pengaturan skor.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Rabu, 29 Mei 2019
Saksi Tak Bisa Buktikan Joko Driyono Terlibat Pengaturan Skor
Joko Driyono. (Istimewa).
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Kasus Plt. Ketua Umum PSSI Joko Driyono kembali menemui titik terang. Di mana, empat anggota Polri dari Satgas Anti Mafia Bola yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan, tidak dapat memastikan bahwa barang-barang bukti berkaitan dengan penyidikan perkara pengaturan skor sepak bola.

Barang bukti tersebut merupakan barang bukti yang disita dari kantor PT Liga Indonesia. Empat anggota satgas yang menjadi saksi yakni Pudjo Prasetyo, I Gusti Ngurah Putu Kresna, Riyanto Sulistya, dan Franciscus Manalu mengakui jika kedatangan mereka ke kantor PT Liga Indonesia di kawasan Rasuna Said, dalam rangka penggeledahan ruangan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, sebagai lanjutan dari perkara dugaan match fixing yang dilaporkan oleh pelapor Lasmi, dalam perkara terpisah.

I Gusti Ngurah Krisna mengatakan temuan sobekan kertas di pantry kantor Joko Driyono dicurigai sebagai barang bukti kasus itu.

"Sampai di tempat, saudara Pujo yang mengecek bagian pantry ada sampah sampah yang dikira robekan kertas menggunakan mesin penghancur kertas. Kenapa kami tahu karena di Polda pun kami sering melakukan penghancuran kertas," ujar Gusti.

Namun terungkap dalam fakta di persidangan, bahwa barang bukti yang disita dari kantor PT Liga Indonesia, sama sekali tidak terkait dengan perkara yang dilaporkan. Sehingga yang didalilkan terhadap Joko Driyono, yakni melakukan penghilangan dan perusakan barang bukti terkait pengaturan skor, terbantahkan.

“Semua dalam fakta persidangan itu menjadi terbantahkan,” ungkap Mustofa Abidin, anggota tim penasehat hukum Joko Driyono, usai sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

Tim penasihat hukum Joko Driyono memang sempat mencecar saksi dari Satgas dengan beberapa pertanyaan krusial, terkait ramainya pemberitaan di media sebelumnya, bahwa terdakwa memerintahkan perusakan barang bukti, terkait dengan ditemukannya mesin penghancur kertas di dalam PT Liga Indonesia.

Namun, saksi tidak dapat memastikan dokumen apa yang dihancurkan dalam mesin tersebut. Apalagi dari keterangan saksi Tri Nursalim, office boy PT Liga Indonesia, dokumen yang dihancurkan itu dokumen lama, dan bukan asli alias fotocopy, milik PT Liga Indonesia, dan dilakukan sebelum Satgas mendatangi kantor Liga Indonesia.

Baca Juga:

PSSI Kaji Penggunaan VAR dan Lakukan Evaluasi Wasit Liga 1 2019

Komdis PSSI Keluarkan Keputusan untuk 4 Klub dan 2 Individu Lewat Sidang 26 Mei

Salim juga mengatakan, aktifitas itu sudah rutin dilakukan. Dalam persidangan tersebut, saksi dari Satgas Anti Mafia Bola hanya bisa menyampaikan fakta bahwa sopir pribadi terdakwa Mardani Mogot alias Dani dan office boy PT Liga Indonesia Mus Muliadi, memasuki kantor PT Liga Indonesia setelah petugas memasang police line, pada Jumat 1 Februari 2019, dini hari.

Dani pun, yang juga dihadirkan dalam persidangan yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB itu, mengakui dirinya memasuki kantor PT Liga Indonesia, untuk mengambil barang terdakwa yang berada di dalam ruang pribadi terdakwa.

“Terungkap dengan jelas tadi, bahwa klien kami, Pak Joko jelas mengatakan kepada Dani, jangan sampai menyentuh barang apapun di ruang Komdis PSSI yang kebetulan menempati salah satu ruangan di kantor PT Liga Indonesia. Itu dengan gamblang menjelaskan bahwa, Dani memasuki kantor PT Liga Indonesia, untuk mengambil barang pribadi Joko Driyono yang berada di ruangan pribadinya.

Terungkap juga, Dani sama sekali tidak memasuki ruang Komdis PSSI yang menjadi geledah oleh Satgas,” urai Mustofa.

Terkait barang bukti yang disita, di antaranya dokumen keputusan Komdis PSSI yang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) didalilkan terkait dengan perkara pengaturan skor, ternyata hanya petikan putusan Komdis terkait hukuman atas tingkah laku suporter.

“Jadi menurut penilaian saya, insting polisi itu kan memang mengedepankan antisipasi, ibarat ada ancaman bom di suatu lokasi dengan ditemukannya satu bungkusan misalnya, maka yang disisir bisa sampai radius satu kilometer. Perkara nanti setelah dibuka bungkusan isinya makanan, ya itu nanti. Kira-kira seperti itulah gambaran perkara ini,” pungkas Mustofa.

Seperti diketahui mantan Plt. Ketua Umum PSSI Joko Driyono didakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau menghilangkan barang untuk pembuktian, dan menghalangi pemeriksaan, dan penyelidikan dalam tindak pidana pengaturan skor. Joko didakwa dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 363, Pasal 236, Pasal 235, Pasal 232 dan Pasal 221 KUHP.

Joko driyono Pssi Breaking News

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Ragam
Spanyol vs Argentina: Kisah Spesial Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente, dari Ruang Kelas Menuju Panggung Final Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua sosok yang pernah memiliki hubungan guru dan murid: Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Spanyol vs Argentina: Kisah Spesial Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente, dari Ruang Kelas Menuju Panggung Final Piala Dunia
Piala Dunia
4 Rekor Buruk yang Dicatat Inggris usai Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Timnas Inggris memperpanjang sejumlah catatan buruk dalam sejarah mereka di Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
4 Rekor Buruk yang Dicatat Inggris usai Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia
FA Pasang Badan, Thomas Tuchel Tetap Pimpin Inggris Menuju Euro 2028
Posisi Thomas Tuchel sebagai pelatih timnas Inggris dipastikan tetap aman meski The Three Lions gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Argentina di semifinal.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
FA Pasang Badan, Thomas Tuchel Tetap Pimpin Inggris Menuju Euro 2028
Inggris
Xabi Alonso Blak-blakan Ungkap Alasan Terima Pinangan Chelsea
Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, akhirnya buka suara mengenai keputusannya bergabung dengan The Blues.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Xabi Alonso Blak-blakan Ungkap Alasan Terima Pinangan Chelsea
Liga Indonesia
Arti Piala Presiden untuk Persib Bandung
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menegaskan Piala Presiden 2026 tetap penting meski gelar juara bukan target utama. Ia mengungkap alasan di balik fokus Maung Bandung menghadapi turnamen pramusim tersebut.
Johan Kristiandi - Kamis, 16 Juli 2026
Arti Piala Presiden untuk Persib Bandung
Italia
AC Milan Memulai Misi Rekrut Bek Manchester United, Noussair Mazraoui
AC Milan mulai bergerak untuk mendatangkan Noussair Mazraoui dari Manchester United pada bursa transfer musim panas 2026. Rossoneri dikabarkan telah membuka negosiasi dengan agen sang bek, Rafaela Pimenta.
Johan Kristiandi - Kamis, 16 Juli 2026
AC Milan Memulai Misi Rekrut Bek Manchester United, Noussair Mazraoui
Liga Indonesia
Negosiasi Buntu, Persib dan Bek Timnas Irak Frans Putros Akhiri Kerja Sama
Persib Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan bek Timnas Irak, Frans Putros, jelang musim 2026/2027. Negosiasi kontrak baru dikabarkan menemui jalan buntu meski sang pemain berperan penting membawa Maung Bandung juara.
Johan Kristiandi - Kamis, 16 Juli 2026
Negosiasi Buntu, Persib dan Bek Timnas Irak Frans Putros Akhiri Kerja Sama
Spanyol
Michael Olise Ngotot Gabung Real Madrid, Bayern Munchen Mulai Cari Pengganti
Michael Olise dikabarkan ingin bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2026. Bayern Munchen mulai menyiapkan langkah antisipasi dengan mencari pemain pengganti jika transfer benar-benar terwujud.
Johan Kristiandi - Kamis, 16 Juli 2026
Michael Olise Ngotot Gabung Real Madrid, Bayern Munchen Mulai Cari Pengganti
Piala Dunia
Argentina Depak Inggris, Motivasi Tersembunyi Lionel Messi Terungkap
Lionel Messi mengungkap alasan emosional di balik kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Ternyata laga tersebut memiliki makna sejarah yang jauh lebih besar bagi La Albiceleste.
Johan Kristiandi - Kamis, 16 Juli 2026
Argentina Depak Inggris, Motivasi Tersembunyi Lionel Messi Terungkap
Liga Indonesia
Bali United Resmi Datangkan Tim Geypens, Serdadu Tridatu Makin Kokoh
Kedatangan Tim Geypens ke Bali United memperpanjang daftar pemain naturalisasi yang merumput di Super League musim depan.
BolaSkor - Kamis, 16 Juli 2026
Bali United Resmi Datangkan Tim Geypens, Serdadu Tridatu Makin Kokoh
Bagikan