Rekor Buruk Thomas Tuchel Kontra Pep Guardiola di Tanah Jerman
BolaSkor.com - Chelsea dan Manchester City akan saling bentrok di semifinal Piala FA 2020-2021 yang dihelat di Wembley, Sabtu (17/04) pukul 23.30 WIB. Pertandingan itu dinanti karena mempertemukan dua klub besar Premier League.
Man City berambisi memenangi quadruple (empat titel semusim). Piala FA jadi salah satu ajang yang ingin dimenangkan City selain Piala Liga, Premier League, dan Liga Champions.
Sedangkan Chelsea memiliki kesempatan menjuarai dua titel musim ini yakni di ajang Piala FA dan Liga Champions. Peruntungan Chelsea membaik sejak Thomas Tuchel menggantikan Frank Lampard pada Januari lalu.
Baca Juga:
Performa Timo Werner di Chelsea Digambarkan bak Kuda Buta
Chelsea dengan momentum bermain di bawah pelatih baru akan diuji dengan konsistensi bermain Man City. Menarik untuk dinanti, terutamanya karena Thomas Tuchel sudah cukup sering bertemu dengan Pep Guardiola di Jerman.
"Guardiola adalah yang terbaik, meski dia tidak suka mengakuinya," kata Tuchel memuji Guardiola.
"Waktunya di Barcelona benar-benar meninggalkan kesan mendalam pada saya. Sebagai penggemar, saya belajar banyak. Barcelona di bawah Pep adalah patokan bagi saya."
Tuchel pernah melatih Mainz dan Borussia Dortmund, sedangkan Guardiola dengan Bayern Munchen. Guardiola unggul rekor head to head dengan catatan empat kemenangan, satu hasil imbang, tanpa kekalahan di lima pertandingan.
Tak ayal Tuchel akan coba mengakhiri catatan buruk melawan Guardiola di semifinal Piala FA. Berikut tiga pertemuan di antara kedua pelatih di ranah Jerman dengan hasil akhir berupa kekalahan untuk Tuchel:
1. Mainz 0-2 Bayern
Maret 2014 di markas Mainz, Bayern di ambang memenangi titel Bundesliga dan Mainz menemukan keseimbangan bagus dengan Tuchel. Mainz di urutan lima dan Bayern menyandang status pemenang treble winners dari musim sebelumnya.
Mainz menyajikan perlawanan sengit di Coface Arena yang dipadati 34.000 penonton. Bayern dibuat kerepotan hingga akhirnya dua gol telat lahir di penghujung laga dari gol Bastian Schweinsteiger dan Mario Gotze.
Tuchel bermain defensif dengan taktik 4-3-2-1 dan dalam skuadnya memiliki Ja-Cheol Koo, Shinji Okazaki, dan Eric Maxim Choupo-Moting yang saat ini bermain dengan Bayern.
2. Bayern 5-1 Dortmund
Der Klassiker berakhir untuk kemenangan telak 5-1 Bayern atas Dortmund pada Oktober 2015 di Allianz Arena. Guardiola sudah memahami timnya lebih baik, Bayern bermain dengan penguasaan bola dan sepak bola ofensif.
Hasilnya pun tidak terlalu mengejutkan, Dortmund tak kuasa membendung amukan tuan rumah dan dua mantan pemain Dortmund, mencetak gol yakni Robert Lewandowski (dua gol) dan Mario Gotze, serta dua gol Thomas Muller yang diperkecil Pierre-Emerick Aubameyang.
Hasil itu semakin menambah jarak Bayern dengan Dortmund dalam perebutan titel Bundesliga.
3. Bayern 4-1 Mainz
Pada Oktober 2013 Tuchel hanya bisa pasrah dengan keterbatasan dalam skuad Mainz, apalagi mereka bermain tandang di Allianz Arena. Benar saja, Bayern dominan hingga akhirnya menang dengan skor telak 4-1.
Arjen Robben menorehkan dua gol diikuti gol Thomas Muller dan Mario Mandzukic, yang membalas gol Shawn Parker. Kekalahan itu menegaskan kekuatan Bayern dengan Guardiola, sedangkan Tuchel baru di awal karier kepelatihannya.
Arief Hadi
16.195
Berita Terkait
Dipecat Manchester United, Ruben Amorim Kembali ke Portugal dan Jadi Pengangguran Banyak Duit
Final Piala Super Spanyol: Rekor Duel Barcelona vs Real Madrid
Jadwal Live Streaming Barcelona vs Real Madrid, Senin 12 Januari 2026
5 Fakta Menarik Manchester United vs Brighton: Setan Merah Sering Bikin The Seagulls Merana
Link Streaming Persib Bandung vs Persija Jakarta di Super League 2025/2026 11 Januari 2026, Live Sebentar Lagi
Superkomputer Prediksi Hasil Inter Milan vs Napoli: Kemenangan Nerazzurri Lebih dari 50 Persen
Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Persija Jakarta di Super League 2025/2026, 11 Januari 2026
Ditahan Imbang Bekasi City, Garudayaksa FC Siap Bangkit dari Panceklik Kemenangan dengan Pemain Baru
Prediksi Hasil Fiorentina vs AC Milan Versi Superkomputer: Persentase Rossoneri Kurang Meyakinkan
Nasib Xabi Alonso Andai Real Madrid Kalah Lawan Barcelona di Final Piala Super Spanyol