Ramai Koreografi Bobotoh, PSSI Akan Hukum Kreativitas yang Melanggar Regulasi

Koreografi yang melanggar regulasi akan mendapatkan hukuman dari PSSI.
Muhammad AdiyaksaMuhammad Adiyaksa - Minggu, 16 September 2018
Ramai Koreografi Bobotoh, PSSI Akan Hukum Kreativitas yang Melanggar Regulasi
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Belakangan, media sosial diramaikan dengan koregrafi "Don't Playground With Us" karya Bobotoh pada pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC, 13 September 2018. Banyak versi terkait makna dari kalimat itu.

Koregrafi tersebut menyuguhkan badut Pennywise dalam film It sedang menenggelamkan kepala Singa, sebagai sindiran terhadap Singo Edan, julukan Arema FC, dan dua batu nisan makam yang bernomorkan 19 dan 87, dan bila digabung menjadi tahun kelahiran klub asal Malang tersebut.

Makna kreativitas dan kalimat itu pun semakin meluas. Ada yang menyebut bahwa itu merupakan sindiran kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang gemar menghukum Persib. Ada pula yang menyatakan bahwa koreografi itu murni sebagai bentuk dukungan untuk Persib dan menjatuhkan mental pemain lawan.

Kreativitas dalam bentuk koreografi memang sedang menjadi primadona dalam kalangan suporter Indonesia. Bentuknya pun berbagai rupa. Ada yang dibuat untuk mendukung, menyindir, bahkan mencaci.

PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia tidak melarang suporter untuk menyuguhkan koreografi. Hanya saja, tetap ada batasannya. Suporter dilarang untuk membuat kreativitas dalam bentuk sindiran ke pihak lain.

"Sudah diatur di dalam regulasi setiap koreografi ataupun perkataan yang berbau rasisme, agama, politis, komunitas tertentu dan sebagainya itu pasti dilaporkan di Match Commissioner. Dan tidak perlu ada dengar-mendengar dari klub tersebut. Pasti klub yang bersangkutan kita langsung jatuhi hukuman. Itu sudah diatur di regulasi." ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria.

"Jadi di situ saja. Tapi PSSI hukumnya dihukum sepak bola kita punya wewenangnya di hukum sepak bola. Kita tidak punya kekuasaan untuk mengubah kepribadian seseorang. Itu kan pendidikan yang mereka sudah dapat dari sekolah mereka sehari-hariny, bagaimana dengan teman mereka, itu hukum kenegaraan dan pendidikan," katanya menambahkan.

Tisha hanya sekedar mengimbau, tapi tidak punya hak untuk melarang. Sebab perilaku suporter merupakan representasi dari kehidupan sehari-hari.

"PSSI tidak punya kuasa sampai ke sana. Yang kita punya adalah hukum sepak bola. Jadi ya kita akan memberikan sanksi yang setegas-tegasnya tentang pelanggaran-pelanggaran di hukum yang bisa kita kontrol," imbuh Tisha.

"Namun kalau saya ditanya apa solusinya untuk mencegah hal tersebut, ya kita harus bersinergi bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya serta Kementerian Olahraga, itu adalah permasalahan negeri ini dan itu terjadinya tidak hanya di sepak bola," tuturnya mengakhiri.

Breaking News Koreografi Pssi Liga 1 Ratu Tisha Destria

Berita Terkait

Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Pelatih Prancis Angkat Bicara soal Wasit Argentina pada Laga Melawan Maroko
Penunjukan wasit asal Argentina untuk laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 menuai sorotan. Didier Deschamps memilih fokus membawa Les Bleus lolos ke semifinal.
Johan Kristiandi - Kamis, 09 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Pelatih Prancis Angkat Bicara soal Wasit Argentina pada Laga Melawan Maroko
Piala Dunia
Half-Time Show Perdana di Final Piala Dunia Hadirkan Justin Bieber, Shakira, Madonna, dan BTS
Panggung penutupan Piala Dunia 2026 dipastikan semakin megah. Justin Bieber resmi bergabung dalam jajaran bintang dunia yang akan tampil final di New York, pada 20 Juli 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Half-Time Show Perdana di Final Piala Dunia Hadirkan Justin Bieber, Shakira, Madonna, dan BTS
Piala Dunia
Prancis vs Maroko: Didier Deschamps Minta Les Bleus Lebih Efektif
Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, meminta anak asuhnya tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang saat menghadapi Maroko pada laga perempat final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Prancis vs Maroko: Didier Deschamps Minta Les Bleus Lebih Efektif
Italia
Resmi Latih AC Milan, Ruben Amorim Akui Bikin Banyak Kesalahan di Manchester United
Ruben Amorim resmi diperkenalkan sebagai pelatih AC Milan kepada publik. Pelatih asal Portugal itu bertekad membawa Rossoneri kembali bersaing di level tertinggi.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Resmi Latih AC Milan, Ruben Amorim Akui Bikin Banyak Kesalahan di Manchester United
Liga Indonesia
Serius Tatap Super League 2026/27, Persija Datangkan Eks Kapten Timnas Bosnia & Herzegovina
Kehadiran Kerim Memija makin memperkuat skuad Persija Jakarta jelang Super League 2026/27. Siapa pemain selanjutnya yang akan dipinang?
BolaSkor - Kamis, 09 Juli 2026
Serius Tatap Super League 2026/27, Persija Datangkan Eks Kapten Timnas Bosnia & Herzegovina
Piala Dunia
FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Terancam Absen di Semifinal
FIFA resmi menolak banding Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait kartu kuning yang diterima Michael Olise saat Prancis mengalahkan Paraguay.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Terancam Absen di Semifinal
Inggris
Chelsea Amankan Wonderkid Portugal Geovany Quenda dengan Kontrak Panjang
Geovany Quenda mengincar trofi setelah menandatangani kontrak jangka panjang dengan Chelsea.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Chelsea Amankan Wonderkid Portugal Geovany Quenda dengan Kontrak Panjang
Piala Dunia
Rafael Marquez Pimpin Era Baru Timnas Meksiko Menuju Piala Dunia 2030
Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) resmi menunjuk Rafael Marquez sebagai pelatih menggantikan Javier Aguirre yang mengakhiri masa tugasnya setelah Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Rafael Marquez Pimpin Era Baru Timnas Meksiko Menuju Piala Dunia 2030
Sports
Indonesia Ukir Sejarah Gelar FIP Bronze & FIP Promises 2026, Diikuti 31 Negara
FIP Bronze & FIP Promises Jakarta 2026 resmi dibuka di RANA Grounds Mampang. Turnamen pertama FIP di Jakarta diikuti lebih dari 31 negara dan menjadi tonggak perkembangan padel Indonesia.
Rizqi Ariandi - Kamis, 09 Juli 2026
Indonesia Ukir Sejarah Gelar FIP Bronze & FIP Promises 2026, Diikuti 31 Negara
Piala Dunia
Spanyol Jadi Satu-satunya Tim yang Bisa Mengagalkan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Arsene Wenger menyebut Spanyol sebagai satu-satunya tim yang mampu menghentikan langkah Prancis menuju gelar Piala Dunia 2026. Simak alasan Les Bleus tetap menjadi favorit juara.
Johan Kristiandi - Kamis, 09 Juli 2026
Spanyol Jadi Satu-satunya Tim yang Bisa Mengagalkan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Bagikan