Punya Statistik Memukau, William Saliba Bisa Jadi Solusi Kerapuhan Lini Belakang Arsenal
BolaSkor.com - Arsenal masih punya masalah klasik dengan pertahanan mereka yang rapuh. Sejauh ini hingga pekan 31 Premier League The Gunners telah kebobolan 41 gol dan berada di urutan 10 klasemen.
Rapuhnya pertahanan Arsenal sedianya sudah terlihat di era kepelatihan Arsene Wenger saat lini belakang dipimpin Laurent Koscielny hingga kini memiliki David Luiz dan Shkodran Mustafi. Mikel Arteta, manajer Arsenal masih memiliki hal yang sama.
Catatan delapan clean sheets dengan tingkat rata-rata kebobolan per laga mencapai 1,32 sudah memperlihatkan masalah itu. Belum lagi dengan statistik lima errors yang berbuah gol bagi lawan - dua di antaranya dilakukan oleh Luiz.
Meski memiliki pengalaman bermain pada usia 33 tahun Arsenal tetap memperpanjang kontrak David Luiz. Banyak orang yang heran dengan keputusan itu dan salah satunya datang dari mantan penyerang Arsenal, Robin van Persie.
Baca Juga:
Demi Berlaga di Eropa, Arsenal Bidik Gelar Juara Piala FA
Membandingkan Nicolas Pepe di Era Unai Emery dan Mikel Arteta
Lolos ke Semifinal Piala FA, Catatan Manis Arsenal Berlanjut
"Saat di umur 24-25 tahun, dia (David Luiz) adalah salah satu bek terbaik di dunia," ucap Van Persie di BT Sport.
"Dia punya semua kemampuan. Dia berani berduel, mengirim umpan lambung, tendangannya keras, dan lihai menggiring bola. Tapi, tidak di usianya yang sudah 33 tahun sekarang ini."
Sejumlah nama pada posisi bek tengah dihubungkan dengan Arsenal. Fans berharap Arsenal berinvestasi pada posisi yang jelas memperlihatkan kerentanan ketimbang lini depan. Kendati demikian Arsenal sedianya tak perlu jauh-jauh mencari bek tengah.
Arsenal sudah memiliki William Saliba yang dibeli dari Saint-Etienne pada 2019 dan meminjamkannya di sana. Musim ini bek tengah berusia 19 tahun memperlihatkan statistik yang memukau.
Dilansir dari Squawka tidak sekali pun Saliba melakukan pelanggaran dari percobaan tekelnya di Ligue 1 musim ini. Dia bermain 991 menit, 24 kali coba melakukan tekel, 19 tekel berhasil, lima kali mendribel bola melewati lawan, dan tanpa pelanggaran dari percobaan tekel itu.
Bahkan jika melihat perbandingan di Whoscored di antara Salliba, Mustafi, dan Luiz, Saliba memenangi beberapa statistik dengan jumlah laga yang lebih sedikit (Ligue 1 diputuskan berakhir di tengah pandemi virus corona).
Saliba tampil 12 kali, Mustafi 11 kali, dan Luiz 26 kali di liganya masing-masing. Di perbandingan itu Saliba punya rasio tekel, memotong bola, dan tingkat pelanggaran terbaik dengan detail 1,6 tekel, 1,8 memotong bola, pelanggaran 0,2.
Jadi Saliba bisa jadi opsi bagi Mikel Arteta untuk bersaing dengan Mustafi, Luiz, Rob Holding, Sokratis, dan Pablo Mari musim depan di posisi bek tengah.
Arief Hadi
16.129
Berita Terkait
Gagal Kalahkan Sunderland, Pep Guardiola Soroti Penyelesaian Akhir Manchester City
Link Streaming Cagliari vs AC Milan, Sabtu 3 Januari 2026
Persija Berharap PSM dan Persik Bisa Adang Laju Persib serta Borneo FC
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji Dapat Tugas Baru dari PSSI
Masuki Hari Kedua Januari 2026, Ketua BTN Ungkap Rencana Pengumuman John Herdman
Superkomputer Prediksi Pemenang Pertandingan Cagliari vs AC Milan
Jadikan Bintang Muda AZ Alkmaar sebagai Target Utama, Real Madrid Butuh Rp1,17 Triliun
AC Milan Terdepan dalam Perburuan Bek Muda Brasil
Day One Jadi Pengangguran, Enzo Maresca Sudah Diperebutkan Manchester United dan Manchester City
Profil Liam Rosenior: Mantan Tangan Kanan Wayne Rooney yang Kenyang Pengalaman Sepak Bola Inggris