BolaSkor.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, buka suara mengenai eksodus para pemain diaspora ke Super League. Arya memastikan PSSI tidak terlibat dalam hal tersebut.
Sejumlah pemain diaspora Timnas Indonesia memilih bergabung dengan beberapa tim Super League. Di awal musim, Persija Jakarta mendatangkan Jordi Amat, lalu Persib Bandung memboyong Thom Haye serta Eliano Reijnders, Bali United rekrut Jens Raven, dan Rafael Struick ke Dewa United Banten FC.
Memasuki putaran kedua, jumlah pemain diaspora yang bergabung dengan tim Super League bertambah. Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dion Markx berlabuh di Persib Bandung, dan Ivar Jenner melanjutkan kariernya di Dewa United Banten FC.
Baca Juga:
Resmi, Berikut Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Vietnam
John Herdman Ingin Cetak Sejarah, Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
Lihat postingan ini di Instagram
Bergabungnya para pemain itu dikaitkan dengan target Timnas Indonesia yang ingin menjadi juara Piala AFF 2026. Dengan bermain di Super League, para pemain itu bisa tampil di Piala AFF atau ASEAN Cup.
Namun, anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, PSSI tidak bisa ikut campur dalam urusan transfer atau kontrak pemain dengan klub.
"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi, jadi saya harap teman-teman wartawan mencerdaskan. Yang ngasih isu juga (harusnya) mencerdaskan, jangan (menyesatkan). Karena namanya pemain, transfer, menyangkut uang," kata Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (8/2).
"Yang bayar pemain siapa. Apakah PSSI atau klub. Kalau klub, berarti urusannya apa, nih. Urusannya duit. Tawar-menawar. Yang bayar, klub. PSSI gak ada ikut-ikutan di situ. Gak ada itu urusan PSSI."
"Jadi, lucu kalau dibilang ini adalah skenario PSSI untuk (Piala) AFF. Memang pemain mau dibayar murah. Pemain pasti punya tawaran segini. (Klub) punya uang, gak. Kalau gak cocok, ya gak jadi. Kalau cocok, jadi."
"Dan, PSSI gak ikutan chip in. Dari mana uang PSSI untuk chip in pemain. Dan, di dunia gak terjadi seperti itu. Gak ada namanya federasi ikutan chip in di klub," tegas Arya.