Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Proliga 2018: Jakarta Pertamina Energi Bersiap Lebih Awal Menatap "Final Ulangan"

Tim putri Jakarta Pertamina Energi bertemu Bandung Bank BJB Pakuan, pada laga final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (15/4).
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Senin, 09 April 2018
Proliga 2018: Jakarta Pertamina Energi Bersiap Lebih Awal Menatap
Jakarta Pertamina Energi (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Tahun ini tim putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) kembali melaju ke babak final Proliga 2018. Kali ini yang jadi lawan adalah Bandung Bank BJB Pakuan. Duel tim Jakarta melawan Bandung akan berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (15/4).

Bagi sebagian pecinta bola voli, bisa dibilang inilah tahunnya JPE. Kegagalan dua musim terakhir saat dikalahkan Jakarta Elektrik PLN menjadi cambuk bagi Asih Titi Pangestuti dan kawan-kawan untuk mendapatkan gelar tahun ini.

Sepanjang final four ini, JPE meraih hasil mengesankan. Bahkan mereka dua kali mengalahkan Bandung Bank BJB Pakuan yang menjadi calon lawannya. Untuk lebih memantapkan persiapan, mulai Selasa (10/4), JPE sudah berlatih di GOR Amongrogo.

"Para pemain tidak boleh sombong dengan hasil yang sudah diraih. Setelah ini harus konsentrasi lagi untuk mempersiapkan kondisi terbaik melawan Bank BJB di final," terang pelatih JPE, Muhammad Anshori di Sritex Arena, Minggu (8/4).

Namun Anshori juga tak memandang sebelah mata Bank BJB. Seperti diketahui, skuat Bank BJB musim ini merupakan boyongan dari Jakarta Elektrik PLN. Tim yang dua tahun terakhir mengalahkan JPE. Ada Aprilia Manganan, Berlian Marsheilla, Shella Bernadetha, Dian Wijayanti, Wilda Siti Nurfadhilah Sugandi, Yolana Betha Pangestika dan Pungky Afriecia.

Para pemain inilah yang membawa Elektrik PLN menjadi juara dalam tiga tahun terakhir. Anshori menilai sejak awal sudah memprediksi bakal bersua Bank BJB di partai puncak.

Bandung Bank BJB Pakuan. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

"Memang bisa dibilang ini partai final ulangan. Bedanya para pemain ini sekarang membawa nama Bank BJB. Secara kualitas mereka bagus. Pemain asingnya juga berkualitas. Ini yang perlu kita waspadai," ucapnya.

Terpisah, Pelatih Bandung Bank BJB Pakuan, Octavian menyebut JPE sebagai tim kuat. Semua tim musim ini pun tahu JPE punya keunggulan di penerimaan bola pertama (receive). Keunggulan itu menjadi modal dalam membangun serangan dan akhirnya berbuah kemenangan.

Namun menatap partai final, mereka sudah bersiap sejak final four putaran kedua. Saat melawan JPE, Sabtu (7/4) dalam laga yang tak lagi menentukan, mereka mengesampingkan gengsi. Octavian pilih merotasi pemain, dengan harapan tim kedua mendapat pengalaman sebelum menatap final. Hasilnya pun mereka kalah 0-3 (18-25, 14-25, 22-25).

Persoalan yang terpenting adalah memantau kondisi Aprilia Manganan. Mesin poin Bank BJB ini masih dalam masa pemulihan cedera lutut. Selama final four, Aprilia tak dimainkan. Kepastian bisa tampil di final pun masih jadi tanda tanya.

"Kalau memang kondisinya belum pulih, saya tidak akan memaksakan Aprilia Manganan main. Karena ini berhubungan dengan masa depannya. Takutnya akalu dipaksakan malah cederanya tambah parah," ucap Octavian.

"Yang jelas untuk partai final nanti kami akan melakukan persiapan sebaik mungkin. Kami akan berusaha untuk menampilkan yang terbaik," pungkasnya. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)

Proliga 2018

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan