BolaSkor.com – Undian fase liga Liga Champions 2026-2027 menyajikan perjumpaan menarik ketika raksasa Inggris, Manchester United, dijadwalkan bersua dengan tim pendatang baru asal Azerbaijan, Sabah FK.
Nama Sabah FK mungkin terdengar asing bagi sebagian besar penikmat sepak bola dunia.
Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Barcelona Mengamuk, Bantai Feyenoord di Camp Nou
Namun, keberhasilan mereka menembus panggung tertinggi kompetisi Eropa menjadi kisah fenomenal tersendiri.
Dilansir dari ESPN, berikut sederet hal menarik yang menjadi profil Sabah FK:
Klub yang Belum Genap Berusia 10 Tahun
Sabah FK didirikan pada 8 September 2017 di kota Masazir, Azerbaijan.
Klub berjuluk The Owls ini baru merayakan ulang tahun kesembilan mereka saat berlaga di babak utama Liga Champions.
Baca Juga:
Bidik Target Hat-trick Titel Liga Champions, Misi Mustahil untuk PSG?
Musim lalu menjadi momen bersejarah, ketika Sabah sukses mengamankan gelar Azerbaijan Premier League sekaligus mengawinkannya dengan trofi Piala Azerbaijan.
Keberhasilan tersebut sekaligus menghentikan dominasi mutlak Qarabag, yang sebelumnya menguasai 11 dari 12 gelar juara liga domestik secara beruntun.
Merangkak Naik Lewat Jalur Kualifikasi Kilat
Perjalanan Sabah menembus kasta tertinggi tergolong sangat unik. Pada musim 2017-2018, mereka sejatinya mengakhiri musim kasta kedua di posisi kelima.
Namun, empat tim di atas mereka gagal memenuhi lisensi klub untuk promosi, sehingga slot tersebut diserahkan kepada Sabah yang langsung tampil melesat sejak saat itu.
Baca Juga:
Sederet Rekor yang Dapat Terukir di Liga Champions Pekan Ini
Kegigihan klub ini juga terlihat saat melakoni laga play-off di Rumania melawan Hapoel Be'er Sheva, di mana skuad disambut oleh satu-satunya suporter ultra yang datang langsung dari Baku untuk memberi dukungan hingga menang agregat 6-4.
Pelatih dengan Kisah yang Menarik
Juru taktik di balik kesuksesan Sabah adalah Valdas Dambrauskas, pelatih asal Lituania berusia 49 tahun yang menjadi pelatih pertama dari negaranya di babak utama Liga Champions.
Dambrauskas yang pensiun sebagai pemain di usia 23 tahun sempat mengikuti kuis televisi "Who Wants to Be a Millionaire" versi Lituania pada 2002 dan memenangi hadiah 4.000 litas.
Baca Juga:
Momen Bersejarah di Liga Champions: Manajemen Como Rela Berikan Kursi ke Fans Senior
Uang modal kuis tersebut digunakannya untuk pindah ke London, bekerja mengantar koran dan menjaga anak, sembari mengambil lisensi kepelatihan hingga akhirnya ditunjuk menangani Sabah pada 2025.
Identitas Jersey Pink yang Terinspirasi Danau Masazir
Sabah mencatatkan rekor sebagai klub pertama dengan warna dominan merah muda (pink) pada jersey utama yang berhasil melangkah ke babak utama Liga Champions.
Julukan mereka, Qara-cehrayilar (Hitam-Merah Muda), terefleksikan dalam logo dan seragam bertanding yang memadukan warna hitam dengan sentuhan merah muda.
Pemilihan warna pink ini merujuk pada identitas kota asal mereka, Masazir, yang terkenal dengan keindahan Danau Masazir berair merah muda.
Menembus Empat Babak Kualifikasi sebagai Tim Non-Unggulan
Langkah Sabah menuju babak utama diwarnai perjuangan ekstra keras. Skuad asuhan Dambrauskas selalu berstatus non-unggulan di setiap fase kualifikasi.
Mereka berturut-turut menyingkirkan juara Wales The New Saints, KuPS dari Finlandia, AGF Aarhus dari Denmark, hingga Hapoel Be'er Sheva lewat gol penentu di menit ke-94 sebelum mengunci kemenangan di babak perpanjangan waktu.
Catatan melewati empat putaran kualifikasi ini terbilang sangat langka, dan hanya bisa disamai oleh sedikit klub semenjana dalam sejarah kompetisi tertinggi Benua Biru tersebut.