Profil Riyad Mahrez, Si Ceking Pemecah Rekor Bersejarah Manchester City

Dua pencetak gol Man City datang dari pemain yang dahulu dinilai skeptis karena badan kurusnya: Riyad Mahrez. Mahrez mencetak gol
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 05 Mei 2021
Profil Riyad Mahrez, Si Ceking Pemecah Rekor Bersejarah Manchester City
Riyad Mahrez (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com – Sejarah terukir di Etihad Stadium pada Rabu (05/05) dini hari WIB. Untuk kali pertama dalam sejarah klub Manchester City lolos ke final Liga Champions 2020-2021. The Citizens menyingkirkan PSG (Paris Saint-Germain).

Duel dua tim dalam ‘Derby Minyak’ berlangsung ketat di sistem dua leg pada fase semifinal. Man City sudah mengantongi agregat gol 2-1 berkat kemenangan di leg satu yang dihelat di Paris. Modal itu sudah cukup bagus, sebab di leg dua City tetap bisa lolos dengan hasil imbang tanpa gol.

Tetapi bukan City besutan Pep Guardiola namanya jika bermain bertahan. Man City tidak tampil dominan dengan 44 persen pengusaaan bola di Etihad Stadium, tapi mereka bermain efisien melawan PSG yang juga berambisi jadi juara Liga Champions.

Hasilnya 12 tendangan tercipta (lima tepat sasaran) dan dua di antaranya berbuah gol. Parahnya lagi di menit 69 eks pemain Manchester United, Angel Di Maria menerima kartu merah dan semakin menyulitkan PSG.

Baca Juga:

5 Produk Akademi Le Havre yang Namanya Populer di Eropa

Manchester City 2-0 PSG: Riyad Mahrez Bersinar, The Citizens Melenggang ke Final

Bisa Catat Sejarah, Pep Guardiola Akan Maksimal di Liga Champions

Riyad Mahrez total jebol gawang PSG tiga kali

Dua pencetak gol Man City datang dari pemain yang dahulu dinilai skeptis karena badan kurusnya: Riyad Mahrez. Mahrez (30 tahun) mencetak gol di menit 11 dan 63, sebelumnya dia juga jadi mimpi buruk PSG dengan satu golnya di Paris.

Total Mahrez sudah mencetak 14 gol dan memberikan tujuh assists dari total 45 pertandingan di seluruh kompetisi musim ini.

StatmanDave, akun Twitter statistik sepak bola mencatat Mahrez punya akurasi operan 84 persen, 81 kali menyentuh bola, tujuh kali sukses melewati lawan, dan melepaskan empat tendangan (tiga tepat sasaran).

“Pertandingan terakhir luar biasa. Dia (Mahrez) bermain sangat bagus. Dia memiliki kualitas yang istimewa,” ucap Pep Guardiola memuji Mahrez beberapa waktu lalu.

“Dia adalah pemain yang menari di lapangan. Dia tidak kehilangan bola di lapangan. Dia melakukan operan ekstra. Dia menarik lawan di lapangan dan setelahnya dia melakukan umpan di belakang mereka.”

Begitu besar kontribusi Mahrez untuk Man City, namun sorotan kepadanya tak pernah sebesar Arjen Robben atau Lionel Messi, dua winger dengan kaki kidal yang juga bermain di posisinya.

Jika City berhasil menjuarai Liga Champions dan menggabungkannya dengan Piala Liga dan Premier League, kontribusi Mahrez jelas akan masuk ke dalam sejarah besar klub. Tak diduga Mahrez yang dahulu hidup melalui kesulitan dan disebut si ceking kini jadi pahlawan pemecah rekor bersejarah Man City.

Kematian Ayah dan Tantangan Awal Karier Riyad Mahrez

Lahir di Sarcelles, Prancis pada 21 Februari 1991, Mahrez lahir dari keluarga Afrika. Ayahnya (Ahmed Mahrez) berasal dari Aljazair dan ibunya dari Maroko. Bermimpi jadi pesepak bola profesional sudah bulat ditanamkan Ahmed kepada putranya.

Pada usia 15 tahun Mahrez mendapatkan pukulan terbesar dalam hidupnya. Penyakit jantung merenggut nyawa sang ayah pada usia 54 tahun. Mahrez terpukul, tetapi ia menyimpan dalam harapan dari sang ayah soal mimpi jadi pesepak bola.

“Ayah saya selalu mendukung saya, dia ingin saya menjadi pesepak bola,” kata Mahrez kepada Guardian. “Dia selalu bersamaku. Dia datang ke setiap pertandingan dengan saya untuk memberi saya bantuan.”

“Dia bermain sebelumnya untuk tim kecil di Aljazair dan Prancis jadi dia tahu apa yang dia katakan, jadi saya mendengarkannya. (Kematian ayah) mungkin adalah permulaannya. Saya tidak tahu apakah saya mulai menjadi lebih serius tetapi setelah kematian ayah saya, banyak hal mulai berubah untuk saya.”

Betapa kurusnya Riyad Mahrez

Berbekal harapan dari sang ayah serta motivasi membantu ibu yang banting tulang bekerja mengurus keluarga, Mahrez memulai karier bermain sepak bola di Sarcelles, pinggiran Kota Paris dengan kemungkinan kecil peningkatan karier dan sorotan dari klub besar.

Sepak bola bukanlah pilihan karier yang mudah bagi Mahrez. Tubuhnya kurus bahkan dia dilihat sebagai sosok pemain ringkihan atau rapuh cedera karena cekingnya tubuh Mahrez.

“Dia sangat kuruts. Tapi dia tidak pernah menyerah dan itu terbayar. Anda bisa melihat di lapangan bahwa dia tidak pernah menyembunyikannya. Sejak awal dia belajar untuk mengambil tanggung jawab,” ucap Mohamed Coulibaly, Direktur Teknik Sarcelles kepada L’Equipe.

“Dia memiliki sesuatu yang lebih dari sekedar teknik, dia memiliki keberanian dan karakter yang membuat pemain hebat.”

Menutupi kelemahan dengan kelebihan dan kerja keras, itulah Mahrez. “Mereka berkata saya terlalu kurus, semua pemain bakal merebut bola dari Anda. Saya punya teknik bagus tapi secara fisik saya tak kuat, dan saya tak cepat tapi saya bekerja keras,” tutur Mahrez.

Ditempa dengan sepak bola jalanan lalu di Sarcelles, Mahrez gabung ke klub non liga Quimper pada 2009. Enam bulan di sana Mahrez berkembang hingga menarik atensi PSG dan Olympique Marseille, tetapi ia bergabung dengan Le Havrez di Ligue 2 karena punya sistem pendidikan pemain muda yang bagus.

Riyad Mahrez di Le Havre

Sukses dengan Leicester City

Pilihan Mahrez tak salah dan ia berkembang pesat dari pemain U-21 lalu bermain di tim utama. Leicester City mengontak Le Havre dan ia pindah pada 2014 sebesar 450.000 euro.

“Saya bermain untuk tim U-21 dan kemudian tim utama. Sulit bagi saya ketika saya memulai di tim utama karena di divisi dua Prancis selalu sangat defensif, semua orang tampaknya bermain untuk 0-0,” terang Mahrez.

“Tahun pertama sulit, tahun kedua bagus. Kemudian saya melakukannya selama enam bulan dan pergi ke Leicester. Hidup saya seperti itu. Itu selalu harus selangkah demi selangkah."

Pilihan itu cukup berani karena banyak yang skeptis kepada Mahrez, terutamanya banyak yang mengingatkan kepadanya dengan tubuh kurusnya itu, sebab Premier League liga sarat dengan kontak fisik dan permainan bola cepat.

“Saat Anda kurus atau kecil, Anda tidak perlu berduel. Seorang manajer di Quimper berkata kepada saya ‘Anda harus bermain tanpa kontak, Anda harus pintar karena sekarang Anda tidak cukup kuat’,” cerita Mahrez.

Kutipan itu diingatnya baik. Melawan nada-nada pesimistis publik Mahrez perlahan beradaptasi dengan Leicester dan kultur sepak bola Inggris. Nigel Pearson dan Claudio Ranieri, dua mantan manajer Leicester membantu perkembangan pemain timnas Aljazair itu.

Baru dua tahun dengan Leicester, Mahrez bersama dengan N’Golo Kante dan Jamie Vardy memperlihatkan kepada dunia bahwa pemain-pemain alumni non liga tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bisa mencapai mimpi yang sama dengan pesepak bola top.

Riyad Mahrez juara Premier League 2016 dengan Leicester

Leicester secara tak terduga menjadi juara Premier League 2016 dan mengukir sejarah cerita Cinderella. Semenjak saat itu karier Mahrez melonjak pesat, fase naik turun yang pernah dialami pesepak bola memang terjadi kepadanya, tetapi itu bukan hal yang baru bagi pemain mana pun.

Lima tahun berlalu dan pengemas 62 caps dan 19 gol dengan timnas Aljazair jadi pemain tersukses dari Aljazair melalui raihan: dua titel Premier League, tiga Piala Liga, satu Piala FA, dan Piala Afrika.

Pep Guardiola meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan peluang. Dengan kaki kidal, penyerang sayap kanan yang artinya dia bergerak seperti inverted striker yang melakukan penetrasi ke kotak penatli, Mahrez semakin mematikan apalagi ia bisa mengeksekusi bola mati.

Breaking News Riyad Mahrez Leicester City Manchester City Sosok Liga Champions

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Italia
Superkomputer Opta Prediksi Skor Inter Milan vs Monza: Juara Bertahan Tidak Terbendung
Superkomputer Opta memprediksi Inter Milan vs Monza di Serie A 2026/27. Simak peluang kemenangan Inter, Monza, dan hasil imbang.
Johan Kristiandi - Sabtu, 22 Agustus 2026
Superkomputer Opta Prediksi Skor Inter Milan vs Monza: Juara Bertahan Tidak Terbendung
Jadwal
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: Manchester United, Inter, dan Real Madrid Beraksi
Jadwal bola malam ini, Sabtu 22 Agustus 2026: Manchester United, Inter Milan, dan Real Madrid beraksi. Cek jam tayang dan laga lengkapnya!
Johan Kristiandi - Sabtu, 22 Agustus 2026
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: Manchester United, Inter, dan Real Madrid Beraksi
Inggris
5 Statistik Menarik Hull City vs Manchester United: The Red Devils Jadi Raja Tahun 2026
5 statistik menarik Hull City vs Manchester United jelang duel Premier League 2026/2027. Ada rekor mengejutkan hingga dominasi Setan Merah!
Johan Kristiandi - Sabtu, 22 Agustus 2026
5 Statistik Menarik Hull City vs Manchester United: The Red Devils Jadi Raja Tahun 2026
Inggris
Unik, Chelsea Absen, tapi Liga Champions Tetap Hadir di Stamford Bridge
Unik! Chelsea absen dari Liga Champions, tetapi lagu kebangsaan kompetisi tersebut tetap akan berkumandang di Stamford Bridge musim ini.
Arief Hadi - Sabtu, 22 Agustus 2026
Unik, Chelsea Absen, tapi Liga Champions Tetap Hadir di Stamford Bridge
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Hull City vs Manchester United: Statistik Menguntungkan Tim Tamu
Prediksi Hull City vs Manchester United pada pekan pertama Premier League 2026-2027. Simak skor, susunan pemain, H2H, dan link live streaming.
Arief Hadi - Sabtu, 22 Agustus 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Hull City vs Manchester United: Statistik Menguntungkan Tim Tamu
Inggris
Superkomputer Opta Prediksi Skor Hull City vs Manchester United: Setan Merah Bawa Pulang Tiga Poin
Prediksi Hull City vs Manchester United di Premier League 2026/2027. Superkomputer Opta mengunggulkan Setan Merah dengan peluang menang 68,9 persen.
Johan Kristiandi - Sabtu, 22 Agustus 2026
Superkomputer Opta Prediksi Skor Hull City vs Manchester United: Setan Merah Bawa Pulang Tiga Poin
Jadwal
Arsenal vs Coventry City Live di Mana? Ini Link Streamingnya
Berikut adalah cara menonton dan link streaming pertandingan Liga Inggris antara Arsenal mealwan Coventry City, di Emirates Stadium, pada Sabtu (22/8) pukul 02.00 WIB.
Johan Kristiandi - Sabtu, 22 Agustus 2026
Arsenal vs Coventry City Live di Mana? Ini Link Streamingnya
Liga Indonesia
Hari Pertama Gabung Persija, Alexander Jeremejeff Langsung Nyetel dengan Taktik Shin Tae-yong
Alexander Jeremejeff mengungkap kesannya mengikuti latihan perdana Persija Jakarta bersama STY dan siap belajar taktik jelang hadapi Chiangrai United.
Rizqi Ariandi - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Pertama Gabung Persija, Alexander Jeremejeff Langsung Nyetel dengan Taktik Shin Tae-yong
Liga Indonesia
Persija Jakarta vs Chiangrai United, STY Mainkan Alexander Jeremejeff?
Shin Tae-yong akan menurunkan skuad utama Persija Jakarta saat menghadapi Chiangrai United dalam uji coba di Thailand, termasuk Alexander Jeremejeff.
Rizqi Ariandi - Jumat, 21 Agustus 2026
Persija Jakarta vs Chiangrai United, STY Mainkan Alexander Jeremejeff?
Liga Indonesia
Mitchell Baker Cetak Gol Perdana di Amerika Serikat
Mitchell Baker mencetak gol perdananya pada kompetisi universitas Amerika Serikat, National Collegiate Athletic Association (NCAA) 2026.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 21 Agustus 2026
Mitchell Baker Cetak Gol Perdana di Amerika Serikat
Bagikan