Profil Kim Min-jae, The Monster, dan Bek Kontroversial Milik Korsel

Arief HadiArief Hadi - Senin, 25 Januari 2021
Profil Kim Min-jae, The Monster, dan Bek Kontroversial Milik Korsel
Kim-min Jae (Twitter)

BolaSkor.com - Korea Selatan (Korsel) selalu memiliki perwakilan yang berkarier di sepak bola Eropa, semisal yang terkenal seperti Son Heung-min (Tottenham Hotspur) dan Hwang Hee-chan (RB Leipzig), tapi adakah di antara mereka yang berposisi sebagai bek tengah? Jarang.

Cepat atau lambat perwakilan itu akan datang ke Eropa dengan adanya ketertarikan dua klub London, Chelsea dan Tottenham Hotspur kepada bek dengan postur tubuh tinggi dan besar yang kini bermain di Beijing Guoan, Kim Min-jae.

The Monster (Si Monster). Begitulah Kim Min-jae terkenal di Eropa karena keunggulannya dalam duel bola udara dan sosok yang kuat dengan tinggi badan 1,90 meter.

Hebatnya dengan postur tubuh yang besar itu Kim juga bisa memainkan bola dan membangun serangan dari belakang. Wajar jika klub seperti Tottenham dan Chelsea tertarik untuk merekrut pemain berusia 24 tahun tersebut.

Baca Juga:

Tottenham Saingi Chelsea dalam Perburuan The Monster

Kemenangan Chelsea Ternoda Ulah Kepa dan Werner

Jose Mourinho Senang Dele Alli Bisa Bersikap Profesional

Menurut Daily Mail Jose Mourinho sudah memantau Kim - melalui pemandu bakatnya - dengan harapan dapat merekrutnya Januari ini atau di musim panas mendatang. Kim dinilai punya profil yang tepat untuk bermain di Tottenham.

Selain memiliki kualitas bermain Kim juga berpengalaman di level internasional bersama timnas Korsel. Saat ini Kim menjadi bek tengah andalan Beijing Guoan yang dilatih eks pelatih West Bromwich Albion, Slaven Bilic.

Kontrak Kim berakhir dengan Guoan yang sudah diperkuatnya dari 2019 pada 2021 ini. Tak ayal ada kans mantan pemain Gyeongju KHNP dan Jeonbuk Hyundai Motors untuk pergi di musim dingin ini atau di musim panas 2020.

Jika benar demikian maka hal itu melanjutkan tradisi pemain-pemain Korsel yang berkarier di Eropa, dalam hal ini spesial untuk posisi bek tengah. Apabila gabung Tottenham maka Kim mengikuti jejak Son dan eks pemain tim yang juga berpaspor Korsel Lee Young-pyo.

Gaya Main Kim Min-jae

Kim Min-jae

"Bek-bek Real Madrid sedikit kasar, dan bek-bek Barcelona sedikit lembut. Saya pemain yang suka menabrak (pemain lain)," ucap Kim Min-jae menggambarkan permainannya.

Menurut laporan Stewart Brown dalam laman resmi yang mengkhususkan kepada analisis atau pantauan kepada pemain sepak bola, Kim Min-Jae memang bek tengah modern.

"Hal yang paling dapat dilihat dari kelebihan Kim adalah keinginan untuk mendapatkan bola. Dengan kiper atau bek tengah dalam penguasaan bola, dia selalu membuat opsi untuk menerima bola," tutur Stewart.

Tinggi badan, duel bola udara, menambah kekuatan fisik dalam melakoni duel perebutan bola. Tapi Kim juga dapat memainkan bola untuk membangun serangan dari belakang, mengoper bola untuk menerobos garis permainan lawan. Ia bak Milan Skriniar-nya Inter Milan.

Dengan 30 caps dan tiga gol bersama Korsel pada usia 24 tahun, karier Kim terbuka lebar bermain di Eropa apalagi jika yang tertarik kepadanya datang dari klub-klub seperti Tottenham, Chelsea, dan juga Lazio di Italia.

Bek Berpendidikan dan juga ... Kontroversial

Kim Min-jae di timnas Korsel

Lahir di Tongyeong, Korsel, Kim adalah putra dari dua atlet profesional. Pada usia yang lebih muda Kim mengikuti beberapa sekolah di Provinsi Gyongman yang memang terkenal dengan pengembangan atlet-atlet.

Termasuk salah satunya Suwon Technical High School yang menghasilkan beberapa pesepak bola internasional. Alumni mereka adalah Kim Sun-min dan Park Ji-sung (legenda Manchester United). Jadi Kim telah menempuh pendidikan terlepas dari profesinya saat ini sebagai pesepak bola profesional.

Ironisnya bak dua sisi mata koin, Kim juga kontroversial dengan caranya menghadapi media. Pernah Kim mengkritisi rekan setimnya kepada media dan itu disebarkan oleh media Korea, alhasil rekan setimnya itu marah.

Tidak hanya itu Kim juga pernah mengkritik standar sepak bola China dengan berkata sepak bola (liga) di China tidak akan dikenal tanpa adanya pemain-pemain impor.

Tak berhenti sampai di situ Kim juga membahas pentingnya dirinya untuk pertahanan Guoan, serta kesulitan tim bertarung merebutkan titel liga kala Jonathan Vieira cedera.

Segala kontroversi itu bisa jadi pertimbangan untuk klub-klub yang ingin merekrutnya. Plus menjadi nilai minus dari Kim Min-jae. Kendati demikian dengan kualitas yang diperlihatkannya saat ini, tinggal masalah waktu sebelum Kim memulai karier di Eropa.

Breaking News Korea selatan Korsel Sosok Tottenham Tottenham Hotspur Chelsea Kim Min-jae
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

12.550

Berita Terkait

Timnas
Hasil Piala AFF U-16 2024: Brace Pemain EPA Dewa United FC Bawa Timnas Indonesia U-16 Hajar Filipina
Timnas Indonesia U-16 menang 3-0.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Juni 2024
Hasil Piala AFF U-16 2024: Brace Pemain EPA Dewa United FC Bawa Timnas Indonesia U-16 Hajar Filipina
Timnas
Bicara soal Regenerasi, Erick Thohir Tidak Mau Timnas Indonesia Senasib Kroasia
Karena itu, PSSI akan mengirimkan tim muda ke Piala AFF.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Juni 2024
Bicara soal Regenerasi, Erick Thohir Tidak Mau Timnas Indonesia Senasib Kroasia
Piala Eropa
3 Alasan Copa America 2024 Tidak Kalah Menarik Dibanding Euro 2024
Berikut ini adalah tiga alasan kenapa Copa America 2024 tidak kalah menarik dibanding Euro 2024.
Johan Kristiandi - Senin, 24 Juni 2024
3 Alasan Copa America 2024 Tidak Kalah Menarik Dibanding Euro 2024
Piala Eropa
Jangan Bandingkan Timnas Spanyol Sekarang dengan Generasi Emas 2008
Generasi emas Spanyol menjuarai Euro 2008 dan 2012 serta, Piala Dunia 2010.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Juni 2024
Jangan Bandingkan Timnas Spanyol Sekarang dengan Generasi Emas 2008
Timnas
Persiapan Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri Panggil 33 Pemain
Dari 33 pemain itu, tiga di antaranya merupakan diaspora.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Juni 2024
Persiapan Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri Panggil 33 Pemain
Liga Dunia
Brasil Butuh Konsistensi untuk Sukses di Copa America 2024
Brasil berada di Grup D bersama Kosta Rika, Kolombia, dan Paraguay.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Juni 2024
Brasil Butuh Konsistensi untuk Sukses di Copa America 2024
F1
Hasil GP Spanyol 2024: Lewati Duel Sengit, Verstappen Rebut Kemenangan
Max Verstappen mendapatkan perlawanan sengit dari Lando Norris sepanjang balapan.
Tengku Sufiyanto - Senin, 24 Juni 2024
Hasil GP Spanyol 2024: Lewati Duel Sengit, Verstappen Rebut Kemenangan
Basket
Hasil IBL 2024: Satria Muda dan Pelita Jaya Raih Hasil Berbeda
Satria Muda membungkam Prawira Harum Bandung.
Tengku Sufiyanto - Senin, 24 Juni 2024
Hasil IBL 2024: Satria Muda dan Pelita Jaya Raih Hasil Berbeda
Liga Indonesia
Kuota Pemain Asing Liga 1 Direncanakan Jadi 8, Bek Persija Rio Fahmi Tak Gentar Bersaing
Rio Fahmi siap berjuang mempertahankan tempatnya di line up Persija.
Rizqi Ariandi - Senin, 24 Juni 2024
Kuota Pemain Asing Liga 1 Direncanakan Jadi 8, Bek Persija Rio Fahmi Tak Gentar Bersaing
Piala Eropa
Cara Menentukan Posisi Peringkat Klasemen Euro 2024 jika Jumlah Poin Sama
Bagaimana cara menentukan posisi peringkat klasemen di Euro 2024 jika ada tim dengan jumlah tim sama?
Johan Kristiandi - Senin, 24 Juni 2024
Cara Menentukan Posisi Peringkat Klasemen Euro 2024 jika Jumlah Poin Sama
Bagikan