Profil Kevin Moses: Keponakan Legenda Timnas Indonesia di Louvre Dewa United
BolaSkor.com - Cabang olahraga futsal populer di Indonesia dalam lebih dari satu dekade terakhir. Berbagai kalangan memainkan olahraga sepak bola mini tersebut.
Apalagi memiliki paman sebeken Rochy Putiray, pesepak bola level Timnas Indonesia. Alhasil, seorang pemuda memutuskan bergabung ke tim futsal sekolah menengah (SMP)-nya.
Akan tetapi, peruntungan keponakan Rochy berbeda dari pamannya. Kevin Moses Eliazer Putiray, justru lebih jago mengolah bola dengan tangannya.
"Dulu main futsal karena om saya, Rochy Putiray, kan pemain sepak bola nasional. Tetapi di sekolah, pelatih futsal maunya yang main senior, jadi coba main basket," kata Moses saat dihubungi BolaSkor.com.
Baca Juga:
Profil Yo Sua: Senjata Tembakan Bali United di IBL 2021
Profil Yerikho Tuasela, Calon Bintang Bali United di IBL 2021
"Dulu saya main futsal, tetapi terlalu banyak yang main futsal waktu SMP, jadi coba main basket. Pas masuk SMA, ternyata kakak sepupu saya (Daniel Putiray) main basket profesional."
"Jadi waktu SMA mencari yang mendukung basket. Waktu melihat kakak sepupu, saya ingin apabila dia pensiun, menjadi penerusnya. Lalu saat kuliah dapat beasiswa di Esa Unggul," lanjutnya.
Beralih cabang olahraga dari menendang bola ke basket, tentu bukan perkara mudah. Beruntung, Moses mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.
Sejak menginjak SMA, Moses semakin semangat bermain basket. Berawal dari membela tim kampusnya, lalu ke LA Street Ball, kemudian dia beraksi di IBL.
Moses menceritakan pengalaman uniknya ketika pindah dari futsal ke basket. Pria berusia 25 tahun itu mengaku sempat ditolak masuk tim utama oleh pelatih futsalnya karena tinggi badan.
"Dulu salah satu alasan tidak masuk tim futsal karena pelatih bilang saya terlalu pendek. Saat ternyata main basket, pelatihnya malah bilang size tidak masalah," kenang Moses.
"Kata pelatih saya saat itu yang penting niat atau tidak bermainnya. Malah di basket yang lebih butuh size justru tidak masalah," tambahnya sembari tertawa.
Moses Bicara tentang Louvre Dewa United Surabaya
Berkarier di IBL, tidak melulu nasib baik menyertai Moses. Namun, dirinya bersyukur kini membela Louvre Dewa United Surabaya yang memiliki pengelolaan finansial bagus.
Pasalnya, di tim lamanya Moses mengaku mendapat pengalaman kurang menyenangkan. Akibat kondisi finansial yang kurang bagus, dia seri terlambat menerima gaji.
"Di Louvre pemainnya lebih terurus. Jadi, 180 derajat berbeda dari yang dulu. Kalau dulu gajian sering nunggak. Di Louvre, tidak ada hal yang terjadi di tim lama saya," tutur Moses.
Meski memiliki nasib lebih baik di Louvre, masih ada sejumlah pencapaian yang ingin diraih pemilik tinggi 184 cm tersebut. Termasuk di antaranya adalah berseragam Timnas Basket Indonesia.
"Banyak pencapaian yang belum saya raih. Saya ingin merasakan menjadi juara, terpilih timnas atau dapat gelar individu. Namun, saya lebih pilih juara ketimbang gelar individu," katanya.
Kini IBL sedang mengalami penundaan. Seharusnya, ajang tersebut sudah berlangsung pada 15 Januari silam. Moses menilai, terdapat dua sisi mata uang dari penundaan tersebut.
Di satu sisi, terdapat kekecewaan karena Louvre sudah bersiap untuk tampil di IBL. Namun, di sisi lain Moses merasa persiapan tim kini bisa lebih maksimal.
Budi Prasetyo Harsono
5.618
Berita Terkait
Hasil Indonesia Masters 2026: 9 Wakil Indonesia Melangkah ke Perempat Final
Akhiri Puasa Gol, Robert Lewandowski Samai Cristiano Ronaldo, Neymar, dan Harry Kane
Anthony Sinisuka Ginting Mundur dari 16 Besar Indonesia Masters 2026, Pelatih Ungkap Alasannya
Manchester United Turun Drastis, Liverpool Jadi Klub Inggris dengan Pendapatan Tertinggi
Liga Europa: Ujian Aston Villa di Istanbul
Liverpool Hantam Marseille, Arne Slot Puji Mohamed Salah
Eksodus Pemain Liga India Berlanjut, Dewa United Banten FC Datangkan Noah Sadaoui
Gagal Clean Sheet Lagi, Barcelona Diminta Segera Benahi Lini Belakang
Ivar Jenner Tidak Direstui FC Utrecht, Shayne Pattynama Merapat ke Persija
John Herdman Diminta Legenda Timnas Indonesia Pantau Pemain Super League