Wajar bila selalu terdapat peningkatan karena FIFA juga perlu mengupayakan peningkatan kinerja di tiap Piala Dunia. Namun FIFA mengklaim, dana untuk partisipan Piala Dunia 2014 naik 37 persen. Jumlah ini dianggap tak sebanding dengan besarnya kenaikan pendapatan yang sebagian besar datang dari hak siar televisi.
Menurut Sekjen FIFA Jerome Valcke, sekitar 40 miliar USD akan masuk ke kantong FIFA di akhir Piala Dunia 2014, paling tidak 60 persen datang dari hak siar televisi.
“Rasionya 60-40, 60 televisi, 1.5 miliar (USD) untuk marketing. Jadi harusnya 65-35,” papar Valcke dilansir Conmebol.com.
Dari data di atas, dana untuk hadiah uang untuk Piala Dunia 2014 naik 10 juta USD dari Piala Dunia 2010.
Selain hadiah uang, FIFA juga perlu menyediakan dana persiapan untuk tiap negara peserta Piala Dunia lewat asosiasinya. Dari penyelenggaraan sebelumnya, jumlahnya masing-masing naik 1 juta US Dollar ke angka 1,5 USD.
FIFA mengklaim, pembengkakan dana terjadi di sektor pembayaran pada klub, naik 30 juta USD dari Piala Dunia terakhir. Belum lagi deposito 100 juta USD yang dialokasikan ke dalam program perlindungan klub.
Pembayaran pada klub adalah kompensasi dari FIFA untuk tiap klub yang pemainnya tampil di Piala Dunia. Menurut Valcke pada 2010, biayanya adalah 1,600 USD untuk tiap pemain per hari, dimulai sejak 15 hari sebelum kick-off Piala Dunia hingga sehari setelah Piala Dunia berakhir. Sementara Program Perlindungan Klub secara garis besar adalah asuransi untuk menutup gaji pemain yang cedera di putaran final Piala Dunia maupun fase kualifikasi dan uji coba yang terdaftar dalam kalender FIFA.
Masalahnya, tidak mungkin semua pemain mengalami cedera selama Piala Dunia. Kalau pun ada, jika diakumulasi jumlahnya masih jauh di bawah 100 juta USD. Karenanya, sejumlah pihak menganggap aspek ini juga dijadikan celah oleh FIFA untuk meraup keuntungan.