Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Perubahan Taktik Chelsea yang Menguntungkan Hakim Ziyech

Hakim Ziyech telah kembali ke posisi bermain terbaiknya.
Arief HadiArief Hadi - Minggu, 20 Februari 2022
Perubahan Taktik Chelsea yang Menguntungkan Hakim Ziyech
Hakim Ziyech (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Thomas Tuchel bukan pelatih miskin taktik dan ini dibuktikannya di Chelsea. Permainan juara bertahan Liga Champions dan Piala Super Eropa sempat terbaca lawan dengan taktik 3-4-3 atau 3-4-2-1.

Tuchel pun mengubahnya menjadi 4-3-3 dan perubahan taktik itu menjadi berkah untuk beberapa pemain, salah satunya adalah Hakim Ziyech. "Penyihir" dari Maroko kembali bermain di posisi terbaiknya sebagai penyerang sayap.

Pada taktik tiga bek Ziyech memang terkadang jadi penyerang sayap di formasi 3-4-3 serta gelandang serang pada taktik 3-4-2-1, tetapi eks pemain Ajax Amsterdam itu juga punya peran bertahan dan mundur jauh ke lini tengah.

Pergerakannya dari tengah itu jadi tidak ideal untuk pemain berkaki kidal, sebab kreativitas Ziyech baru terlihat jika ia bermain lebih dekat ke kotak penalti lawan. Taktik 4-3-3 Tuchel itu pun seolah diterapkan untuk mengakomodir permainan Ziyech.

Baca Juga:

Crystal Palace 0-1 Chelsea: Gol Telat Ziyech Bernilai Tiga Poin

Haram Hukumnya Chelsea Berangan-angan Juara Premier League

Fabrizio Romano Konfirmasi Barcelona Ajukan Penawaran untuk Azpilicueta

Chelsea menang 1-0 atas Crystal Palace di Derby London pada pekan 26 Premier League di Selhurst Park, Sabtu (19/02) malam WIB. Palace arahan Patrick Vieira membendung dengan baik Chelsea dan menyulitkan tim tamu.

Chelsea mendominasi dengan 58 persen penguasaan bola, melepaskan sembilan tendangan (tiga tepat sasaran), dan mereka mampu membatasi Palace yang tak melepaskan satupun tendangan tepat sasaran.

Pada akhirnya Ziyech mencetak gol penentu kemenangan Chelsea di menit 89 usai menerima umpan dari Marcos Alonso. Golnya itu semakin menguatkan kebangkitan performanya di paruh dua musim ini.

Perbandingan dengan Performa Sebelumnya

Musim lalu Ziyech menjalani musim perdana yang sulit, kesulitan memberikan dampak bermain di bawah Frank Lampard dan Thomas Tuchel. Pada 39 laga di seluruh kompetisi, Ziyech bermain 1.900 menit (rata-rata 49 menit per laga).

Pada laga ke-28 Ziyech musim ini ia mencapai 1.792 menit (64 menit per laga) dan mencetak tujuh gol. Performanya semakin baik dengan taktik 4-3-3 Chelsea dan Ziyech lebih dekat ke kotak penalti sebagai winger.

Kontra Palace selama 90 menit bermain, Ziyech 77 kali menyentuh bola - terbanyak ketiga di antara pemain Chelsea, dua lebih dari Antonio Rudiger dan Thiago Silva. Jumlah tendangannya juga lebih banyak (tiga), kedua terbanyak menyentuh bola di pertahanan lawan (lima kali), dan paling banyak mendribel bola sukses melewati lawan (empat kali).

Ziyech juga melakukan 18 operan di sepertiga pertahanan, serta melepaskan banyak operan (sembilan) kali. Ziyech sempat memberikan umpan silang yang diubah jadi gol oleh Romelu Lukaku, tapi gol itu dianulir VAR.

Tujuh gol Ziyech juga hanya kalah dari sembilan gol Jorginho dan 10 gol Lukaku musim ini. Ziyech mengakui tak mudah beradaptasi, tetapi ia coba melakukannya bersama dengan rekan setimnya.

“Itu adalah pertandingan yang sulit dengan hanya sejumlah kecil peluang. Kemudian perasaan terbaik untuk mencetak gol di menit terakhir,” tutur Ziyech kepada Match of the Day.

“Mungkin sulit bagi pemain untuk beradaptasi dengan sesuatu yang baru, tetapi itulah yang harus kami lakukan sebagai pemain dan menjadi seprofesional mungkin. Pada akhirnya ini semua tentang hasil."

“Tentu saja sulit, tetapi itulah mengapa Anda bermain sepak bola, untuk memenangkan trofi. Itulah yang kami coba lakukan, memenangkan dua musim ini dan masih empat lagi," pungkas dia.

Breaking News Premier League Hakim Ziyech Chelsea

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Bagikan