BolaSkor.com - Dua tim asal Solo, Persis Gotong Royong dan Persis Solo terbilang unik. Kedua tim ini memiliki nama dan logo yang sangat mirip. Kondisi ini sempat menghadirkan protes saat kongres tahunan PSSI di Jakarta, Sabtu (13/1) lalu.
Bukan hal mengherankan kenapa kedua tim ini memiliki logo dan nama yang hampir sama. Persis GR yang dibentuk pada 2015 sejatinya berafiliasi dengan Persis Solo. Mereka bisa mengikuti kompetisi Liga 3 karena sudah sah sebagai anggota Asprov PSSI Jawa Tengah dan sudah disetujui PSSI sejak tahun lalu.
Hal ini sama seperti yang dialami Persija Jakarta dan Persija Muda. Namun adanya pergeseran direksi dan manajemen pada awal musim lalu membuat Persis GR terpisah dari Persis Solo. Persis GR mendapat dukungan dari pengusaha transportasi dan berdiri dibawah naungan PT Persis Gotong Royong.
Mereka tergolong tim profesional karena sudah memiliki bus, kantor dan mess sendiri. Sayangnya pada musim lalu, langkah mereka terhenti di babak 32 besar Liga 3 hingga gagal satu kasta dengan saudara tuanya.
Persis Solo yang dinaungi PT Persis Solo Saestu mengajukan keberatan atas penggunaan nama dan logo yang sangat mirip. Logo kedua tim hanya berbeda tulisan dan gambar bola. Di logo milik Persis GR, terdapat tulisan "gotong royong" di bagian bawah. Sementara logo milik Persis Solo, di bagian bawah terdapat gambar bola.
Sekjen Persis Solo, Dedi M Lawe tak mempermasalahkan jika di Solo ada tim sepak bola lain. Namun dia berharap Persis GR bisa mengganti nama dan logo yang tak identik dengan Persis Solo.
"Terserah mau pakai nama apa. Mau Solo United, Surakarta FC atau apa. Tapi jangan pakai nama dan logo Persis," terang Dedi M Lawe.
Dalam protes yang disampaikan saat Kongres PSSI, Dedi menyebut pengurus PSSI punya waktu sebulan untuk melakukan pengkajian. Pihaknya mengklaim juga mendapat persetujuan dari para peserta Kongres PSSI.
"(PSSI) menerima keberatan Persis Solo dan mayoritas peserta kongres. Amanat kongres ke pengurus (waktunya) satu bulan," tuturnya.
Terkait hal itu, Bos Persis GR, Setiyo Joko Santosa pilih santai menghadapi keberatan tersebut. Dia menilai baik Persis Solo maupun klub lain mempunyai hak untuk mengajukan keberatan.
"Silakan pihak manapun melakukan keberatan. Karena itu hak mereka. Kami memiliki landasan hukum yang jelas," ucapnya.
Pada musim depan, Persis GR akan bertarung lagi pada Liga 3 zona Jawa Tengah. Namun kini Persis GR belum melakukan persiapan. Belum diketahui juga apakah pelatih Eduard Tjong akan dipertahankan atau tidak, mengingat musim lalu dia gagal memenuhi target promosi. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)