BolaSkor.com - Persija Jakarta kedatangan pelatih berpengalaman dengan lisensi AFC Pro yang sebelumnya menjadi Direktur Teknik (Dirtek) klub Kirgizstan, Abdysh-Ata, Muhammad Yusup Prasetiyo. Yusup akan mengisi jabatan Head of Youth Development menggantikan Ricky Nelson yang hengkang ke Persis Solo.
Yusup dipercaya untuk melanjutkan pengembangan Young Tigers melalui program pembinaan yang terstruktur, kompetitif, dan berorientasi jangka panjang.
Dalam menjalankan perannya, Yusup akan berfokus pada tiga aspek utama, yaitu peningkatan kualitas pelatih akademi, penciptaan lingkungan latihan yang kompetitif, serta pemberian edukasi kepada pemain di luar aspek sepak bola.
Baca Juga:
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Shin Tae-yong Bongkar Siasat Menyatukan Persija Jelang Super League 2026-2027
Jadwal Pertandingan Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Persebaya Jadi Lawan Pertama
Menurut Yusup, peningkatan kompetensi pelatih menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan. Pelatih tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan teknik, taktik, dan fisik pemain, tetapi juga berperan dalam membentuk mentalitas serta karakter mereka sejak usia muda.
"Visi saya adalah mengembangkan kualitas pelatih karena setiap pemain berhak mendapatkan pelatih yang bagus. Selain itu, kami ingin membangun lingkungan latihan sepak bola yang kompetitif setiap harinya," ujar Yusup dalam rilis yang diterima BolaSkor.com.
Aspek pendidikan dan pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam program pembinaan Akademi Persija. Para pemain akan dibekali pemahaman mengenai perilaku, kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, serta kesiapan beradaptasi dengan berbagai lingkungan.
"Kami juga ingin memberikan edukasi di luar sepak bola kepada para pemain. Hal tersebut akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai makhluk sosial. Pemain harus memiliki perilaku yang baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungan di mana pun mereka berada," kata Yusup.
Pertahankan Status Persija sebagai Penyalur Pemain ke Timnas Indonesia

Aksi Dony Tri Pamungkas melawan Bulgaria, dalam FIFA Series 2026 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Senin (30/3). (MP Media/BolaSkor.com/Didik Setiawan)
Untuk jangka pendek, keberhasilan program pembinaan akan diukur melalui kemampuan Akademi Persija dalam menghasilkan pemain yang siap bersaing di level tertinggi, baik di klub maupun tim nasional.
Para pemain muda diharapkan mampu menembus tim utama Persija sekaligus memberikan kontribusi untuk Timnas Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, lulusan akademi Persija kerap menjadi tulang punggung Tim Merah Putih, terutama di level kelompok umur atau junior.
Bahkan, beberapa di antara mereka berhasil menembus Timnas Indonesia senior, di antaranya Cahya Supriadi, Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, dan Muhammad Rayhan Hannan.
Indikator keberhasilan pembinaan usia muda, khususnya di Persija, dalam jangka pendek adalah menciptakan pemain yang mampu bermain di tim utama dan tim nasional. Selain itu, kami ingin menjadikan mereka manusia yang hebat pada masa mendatang, apa pun bidang yang nantinya mereka jalani,
tutur Yusup.

