Perkuat Sinergitas dengan PSSI, Polri Tetapkan Tersangka Pengaturan Skor
BolaSkor.com - Polri berhasil mengungkap kasus pengaturan skor atau match fixing dan judi online yang terjadi di sepak bola Indonesia. Pengungkapan ini disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/12).
Untuk kasus match fixing, kepolisian menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pemberi dan penerima suap serta satu orang sebagai perantara.
Para penerima suap berjumlah empat orang, yakni RP (44 tahun) seorang wasit utama, lalu K (35) dan R (45) yang merupakan asisten wasit, serta AS (37) yang bertugas sebagai wasit cadangan.
Sedangkan, pemberi suapnya ialah DRN (37) selaku asisten manajer, VW (60) selaku perantara pengatur skor, KM (47) selaku LO wasit, GAS (39) selaku penghubung antara LO wasit dan tersangka VW yang berstatus DPO.
"Akan terus kita lanjutkan sebagai komitmen kita untuk memberantas match fixing ataupun permainan-permainan judi yang akan mempengaruhi kompetisi bola. Jadi ini tentunya akan terus kita lakukan," kata Sigit dalam jumpa pers bersama PSSI dan Satgas Antimafia Bola di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (13/12).
Sementara itu, untuk kasus judi online, Polri mengungkap adanya perputaran uang mencapai ratusan miliar rupiah melalui rumah judi bola bernama SBOTOP.
Diketahui, nama tersebut pernah terpampang di bagian depan jersey klub Liga 1, Persikabo 1973. Namun, sekarang klub yang bermarkas di Kabupaten Bogor itu sudah mengganti sponsornya menjadi Artha Graha Peduli.
"Hasil penyelidikan (pernah) mensponsori klub sepak bola Indonesia ini kami sedang lakukan pendalaman," ujar Wakabareskrim Polri yang juga Ketua Satgas Antimafia Bola, Irjen Asep Edi Suheri.
Untuk perkara ini, Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya adalah TRR, L, DR, dan S.
"Ini dalam rangka bagaimana betul-betul iklim sepakbola ke depan bisa lebih baik," timpal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya yang serius dalam memberantas praktik pengaturan skor serta judi bola di lingkungan sepak bola Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir bersama Kapolri Jenderal Listyo juga menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang pemberantasan mafia sepak bola.
"Itulah kenapa ini menjadi sebuah kesatuan yang saya rasa sangat ditunggu-tunggu masyarakat sepak bola bahkan dunia karena Indonesia memang salah satu sorotan dunia untuk salah satu perkembangan sepak bola di regional," ujar Erick Thohir.
Rizqi Ariandi
7.455
Berita Terkait
Hadapi Putaran Kedua, Dewa United Banten FC Akan Datangkan Pemain Asing Baru
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Barcelona vs Alaves, Live Sebentar Lagi
Dewa United Banten FC Persembahkan Kemenangan untuk Founder dan Owner yang Berulang Tahun
Hasil Super League 2025/2026: Bungkam Persita Tangerang, Dewa United Banten FC Akhiri Paceklik Kemenangan
Mauricio Souza Tak Mau Bertemu Pemain Persija Dulu Usai Kalahkan PSIM di SUGBK
Persija Berharap Kembali ke JIS saat Jamu Bhayangkara FC
Pelatih Persija Sebut Rumput SUGBK Lebih Baik dari JIS
Terkesan dengan Atmosfer Jakmania dan Brajamusti di SUGBK, Pelatih PSIM Bandingkan dengan Fans Feyenoord hingga Besiktas
Jadi Top Skorer Persib di Kompetisi Asia, Andrew Jung Main Termotivasi
Merasa Seimbang dengan An Se-young, Putri KW Termotivasi Raih Peringkat 1 Dunia