Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Performa Zayan Semakin Matang Setelah Diasah di Eropa

Kesuksesan tersebut tak hanya berdampak positif bagi Dinov sendiri, namun juga turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sebagai catatan, di Eropa terdapat enam kelas kejuaraan berkuda, yaitu kelas Intenal Club, Lokal, Regional, Nasional, Elite dan Internasional.
Andhika PutraAndhika Putra - Selasa, 10 Januari 2023
Performa Zayan Semakin Matang Setelah Diasah di Eropa
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Atlet cilik berkuda Indonesia, Nusrtdinov Zayan Fatih yang masih berusia 12 tahun, sukses menghadapi kompetisi di daratan Eropa dengan keberhasilan meraih beberapa gelar juara dari tiga kejuaraan berkuda yang diikutinya. Dinov (sapaannya) yang bertolak ke Benua Biru sejak 20 Desember 2022 bersama keluarganya, langsung berjibaku dalam pertandingan-pertandingan nasional, elite dan internasional bergengsi level Eropa. Rangkaian kompetisi ini merupakan kali pertama dalam perjalanan karirnya Dinov sejauh ini.

Kesuksesan tersebut tak hanya berdampak positif bagi Dinov sendiri, namun juga turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sebagai catatan, di Eropa terdapat enam kelas kejuaraan berkuda, yaitu kelas Intenal Club, Lokal, Regional, Nasional, Elite dan Internasional.

Kejuaraan Berkuda Kelas Elite, Green Valley X-Master menjadi kejuaraan berkuda pertama yang diikutinya. Walaupun hanya satu hari berlatih dan mengenal kuda-kuda barunya, Dinov pun sukses menjalani debut pertamanya itu.

Berpasangan dengan dua kudanya yakni Ineke T dan La Nessa, di kejuaraan berkuda yang digelar di Green Valley Estate Kota Deurne, Belanda pada 22-23 Desember 2022, Dinov berhasil meraih gelar juara pertama dan kedua di kelas Show Jumping 95 Cm berturut-turut pada tanggal 22 dan 23 Deember.

Pada kelas rintangan yang lebih tinggi yaitu Show Jumping 110 Cm, Dinov pun berhasil kembali menjadi pemenang terbaik pertama di antara hampir 50 peserta. Pada kejuaraan kelas elite ini Dinov juga merasakan persaingan keras saat harus bersaing dengan 77 peserta yang datang dari berbagai negara di kelas Show Jumping 115 Cm.

Namun demikian, atlet cilik berkuda masa depan Indonesia dari DNV Equestrian ini masih mampu meraih gelar peringkat 5 terbaik di kelas tersebut setelah bersaing dengan para profesional dan atlet nasional Eropa dan Asia.

Berlanjut ke Kejuaraan Berkuda Indoor Beukers 2022 yang dihelat di Manege Beukers, Oudkarspel Belanda pada 29 Desember 2022, Dinov kembali membukukan prestasinya dengan meraih gelar juara kedua di kelas Show Jumping 110 Cm.

Pada kejuaran berkuda level nasional Belanda tersebut, dalam udara dingin yang menusuk dan angin yang kencang selama persiapan, Dinov kembali harus bersaing ketat dengan 42 peserta level nasional yang juga berasal dari beberapa negara di benua Eropa.

Perjalanan kompetisi di Eropa bagi Dinov pun akhirnya ditutup dengan partisipasinya di kejuaraan Show Jumping Sentower Park New Year Tour Week 1 yang diselenggarakan di Sentower Park, Opglabbeek, Belgia pada 5-8 Januari 2022.

Kejuaraan berkuda tersebut sekaligus menjadi kejuaraan berkuda tingkat internasional pertama yang diikuti Dinov dan menjadi yang terberat mengingat para peserta yang berpartisipasi merupakan atlet-atlet terbaik yang berlaga mewakili negara-negara di Eropa, Amerika, Afrika dan Asia dengan kuda-kuda yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat dan mental tanding atlet berkuda harapan Indonesia ini untuk terus meraih prestasi. Di kelas CSI1* Show Jumping 115 Cm, Dinov berhasil meraih peringkat ke 5 bersama kuda Ineke T, sedangkan dari kelas CSI1* Show Jumping 120 Cm yang juga merupakan pertandingan pertamanya di ketinggian lompatan 120 Cm, Dinov kembali menduduki peringkat ke 6 bersama kuda Ineke T dan peringkat ke 9 bersama kuda La Nessa. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Indonesia di kancah Internasional. Perbedaan waktu antar peserta hanya terpaut milidetik saja.

“Saya sangat tidak menduga bila hasil rangkaian kompetisi di Eropa ini sangat bagus dan bisa meraih gelar juara di semua kejuaraan berkuda yang saya ikuti. Persaingan di sini pun sangat ketat dengan para Atlet dari Eropa yang rata-rata memiliki kemampuan berkuda yang baik ditambah dukungan kuda-kuda yang bagus juga” ujar Dinov yang juga harus berjuang keras dalam menghadapi cuaca dingin dan hujan selama program kompetisi berlangsung.

Sementara itu tanggapan positif atas hasil rangkaian kompetisi di Eropa juga datang dari kedua orangtua Dinov yakni Asep Siregar dan Riyanti Kutty Nurinda yang mendampingi selama di Eropa. Keduanya sangat mengapresiasi perjuangan Dinov dalam mengikuti kompetisi-kompetisi tersebut meskipun dengan sedikit persiapan sejak pertama kali tiba di Eropa.

“Tujuan dari program latihan dan kompetisi di Eropa ini adalah agar Dinov dapat belajar dan mengambil pengalaman saat bersaing dengan para atlet Eropa. Apalagi Eropa merupakan kiblatnya olahraga Equestrian dengan industri olahraga berkudanya yang sudah sangat maju. Banyak atlet-atlet berkuda juara dunia dan olimpiade yang lahir dari kompetisi-kompetisi di Eropa. Kebetulan kami memang memiliki dua ekor kuda kompetisi yaitu Ineke T dan La Nessa yang dititip di Grevenbroich, Jerman, jadi untuk pertandingan-pertandingan di Eropa, Dinov bisa menggunakan kuda-kuda tersebut. Apalagi letak stable-nya berdekatan dengan Belanda dan Belgia.” Sambung Riyanti Kutty Nurinda yang juga sangat senang atas pencapaian Dinov dalam meraih gelar juara di setiap kejuaraan selama di Eropa.

Kemudian, perhatian berbeda pun datang dari sang ayah, Asep Siregar yang lebih menyoroti sisi kemandirian bagi Dinov selama berkompetisi. Menurut Asep, selama di Eropa Dinov memang dituntut untuk lebih mandiri mulai dari mempersiapkan kuda lengkap dengan peralatannya hingga mengembalikan kuda ke kendang dalam keadaan bersih usai berlatih atau bertanding. Apalagi harus berhadapan dengan udara dingin, angin kencang dan hujan selama mempersiapkan kuda-kudanya karena Desember Januari adalah musim dingin di Eropa.

“Dinov memang harus keluar dari zona nyamannya. Bila di Indonesia Dinov mampu meraih banyak gelar juara, maka di Eropa ini adalah kesempatan bagi Dinov sendiri untuk membuktikan bahwa dia bukan hanya jago kandang. Menanggapi pencapaian Dinov dalam rangkaian kompetisi Eropa, terus terang hasilnya di luar ekspektasi kami, dan kami sangat senang dan bangga sekali karena Dinov telah membuktikan bahwa dia mampu bersaing dengan atlet-atlet berbagai negara yang memiliki kemampuan sangat bagus.” Lanjut Asep Siregar seraya menjelaskan bahwa kejuaraan-kejuaraan berkuda yang diikuti Dinov selama di Eropa merupakan level Nasional, Elite, dan Internasional yang merupakan tiga level kejuaraan tertinggi di Eropa.

“Bukan hanya Dinov yang belajar, tapi kamipun sebagai pengelola club dan stable belajar juga dari para owner stable yang sudah mapan. Selama ini kami membeli kuda-kuda langsung dari breeder dan equestrian atlet bukan melalui horse dealer. Jadi saat mereka tahu bahwa Dinov sedang menjalani kompetisi di Eropa mereka mengundang kami untuk datang ke stable-nya. Bahkan ada yang sengaja datang sekeluarga untuk memberikan support kepada Dinov di arena. Karena mereka masih memiliki kedekatan emosi dengan mantan kuda-kudanya yang kini sudah berada di Indonesia. Kesempatan ini kami gunakan untuk memperdalam lagi manajemen pemeliharaan kuda, pelatihan dan manajemen kompetisi.” Tambah Asep Siregar.

Sebagai kelanjutan dari program kompetisi di Eropa tersebut, baik Asep Siregar dan Riyanti Kutty Nurinda pun sepakat untuk kembali menjalani program kompetisi saat Dinov mendapat jatah liburan sekolah di bulan April dan Agustus mendatang.

Breaking News

Berita Terkait

Italia
Eks Bek Persib Federico Barba Pilih Gabung Palermo karena Filippo Inzaghi
Federico Barba mengungkap alasan memilih bergabung dengan Palermo usai meninggalkan Persib Bandung. Filippo Inzaghi jadi faktor utama kepindahannya.
Rizqi Ariandi - Kamis, 30 Juli 2026
Eks Bek Persib Federico Barba Pilih Gabung Palermo karena Filippo Inzaghi
Liga Indonesia
Seskab Teddy yang Minta AC Milan vs Chelsea Jadi Rangkaian Piala Presiden 2026
Walaupun akhirnya batal, dan laga AC Milan vs Chelsea tidak menjadi rangkaian Piala Presiden 2026.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 29 Juli 2026
Seskab Teddy yang Minta AC Milan vs Chelsea Jadi Rangkaian Piala Presiden 2026
Timnas
STY Akui Tak Nonton Timnas Indonesia vs Kamboja, Enggan Komentari Pemain Persija
Shin Tae-yong mengaku tidak sempat menyaksikan laga Timnas Indonesia vs Kamboja sehingga enggan mengomentari penampilan empat pemain Persija.
Rizqi Ariandi - Rabu, 29 Juli 2026
STY Akui Tak Nonton Timnas Indonesia vs Kamboja, Enggan Komentari Pemain Persija
Liga Indonesia
Lolos atau Tidak ke Semifinal, STY Tuntut Persija Menang di Laga Terakhir Kontra PSMS
Shin Tae-yong menegaskan Persija wajib mengalahkan PSMS Medan pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026 demi menjaga peluang lolos ke semifinal.
Rizqi Ariandi - Rabu, 29 Juli 2026
Lolos atau Tidak ke Semifinal, STY Tuntut Persija Menang di Laga Terakhir Kontra PSMS
Liga Indonesia
STY Puas Persija Berhasil Imbangi Juara Bertahan Piala Presiden Port FC
Shin Tae-yong puas dengan perjuangan Persija usai bangkit dari ketertinggalan untuk bermain imbang 2-2 melawan Port FC di Piala Presiden 2026.
Rizqi Ariandi - Rabu, 29 Juli 2026
STY Puas Persija Berhasil Imbangi Juara Bertahan Piala Presiden Port FC
Liga Indonesia
Hasil Piala Presiden 2026: Stjepan Loncar Cetak Gol, Persija Selamat dari Kekalahan atas Port FC
Persija Jakarta bermain imbang 2-2 melawan Port FC di Piala Presiden 2026. Stjepan Loncar mencetak gol penyeimbang yang menjaga peluang lolos semifinal.
Rizqi Ariandi - Rabu, 29 Juli 2026
Hasil Piala Presiden 2026: Stjepan Loncar Cetak Gol, Persija Selamat dari Kekalahan atas Port FC
Liga Indonesia
Susunan Pemain Port FC vs Persija: Asnawi Absen, Stjepan Loncar Starter
Susunan pemain Port FC vs Persija Jakarta pada laga Grup B Piala Presiden 2026 telah diumumkan. Shin Tae-yong kembali mengandalkan Witan Sulaeman, sementara Asnawi Mangkualam kembali absen dari skuad Port FC.
Rizqi Ariandi - Rabu, 29 Juli 2026
Susunan Pemain Port FC vs Persija: Asnawi Absen, Stjepan Loncar Starter
E-sports
Jadwal dan Link Streaming Team Vitality (BTR) vs Falcons PH di MSC MLBB 2026, Live Rabu (29/7)
Simak jadwal dan link live streaming Team Vitality (Bigetron) vs Team Falcons PH di babak knockout MSC MLBB 2026. Duel wakil Indonesia menghadapi tim Filipina berlangsung Rabu, 29 Juli.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Jadwal dan Link Streaming Team Vitality (BTR) vs Falcons PH di MSC MLBB 2026, Live Rabu (29/7)
Liga Indonesia
Federico Barba Gabung Klub Serie B Italia Palermo Usai Tinggalkan Persib
Federico Barba dikabarkan bergabung dengan Palermo usai meninggalkan Persib Bandung. Bek asal Italia itu memilih Palermo meski sempat diminati Hellas Verona.
Rizqi Ariandi - Rabu, 29 Juli 2026
Federico Barba Gabung Klub Serie B Italia Palermo Usai Tinggalkan Persib
Timnas
Bocoran Pembagian Grup FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Hadapi India hingga Malaysia
FIFA ASEAN Cup 2026 resmi membagi grup. Timnas Indonesia satu grup dengan Malaysia, Singapura, dan India di Divisi I. Simak pembagian grup lengkapnya.
Rizqi Ariandi - Rabu, 29 Juli 2026
Bocoran Pembagian Grup FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Hadapi India hingga Malaysia
Bagikan