Pemain Naturalisasi Indonesia Jadi Pelatih Klub Belanda

Siapa pemain naturalisasi Indonesia yang dimaksud?
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Minggu, 17 Desember 2017
Pemain Naturalisasi Indonesia Jadi Pelatih Klub Belanda
Jhon van Beukering (jersey putih) saat membela Timnas Indonesia. (Bola.net)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Para pencinta sepak bola nasional masih ingat dengan nama Jhon van Beukering? Ia merupakan pemain naturalisasi Indonesia.

Van Beukering mengikuti proses naturalisasi besar-besaran yang dilakukan PSSI pada tahun 2012 lalu. Ia merupakan striker Timnas Indonesia di Piala AFF 2012 silam.

Van Beukering mencatatkan debutnya bersama Timnas saat menghadapi Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kemudian, ia sempat membela Pelita Jaya pda tahun 2011-2012. Kemudian, ia memilih pulang ke Belanda, karena tidak dilirik oleh satu pun klub Tanah Air.

Lama tak terdengar kiprahnya, Van Beukering ternyata melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Ia menjadi pelatih sebuah klub amatir Belanda, MASV.

MASV sendiri merupakan klub kebanggaan Kota Arnhem. Saat ini, MASV menjadi pemuncak klasemen sementara kasta kedelapan kompetisi sepak bola Belanda atau Derde klasse.

"Kami sangat puas. Kami tidak melihat hasil pertandingan, akan tetap kami sesuatu yang lain. Cara kerja sama misalnya," kata Pemilik MASV, Eef Kasteel, dilansir dari media Der Gelderlander.

Jhon van Beukering

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan