Pelatih Persebaya Persilakan Pemain Ikut Fun Football
BolaSkor.com - Laga tarkam (antar kampung) laksana tradisi yang terus menggelinding dalam ranah sepak bola di Tanah Air. Apalagi di tengah ketidakpastian kompetisi Liga 1 dan Liga 2 saat ini. Tak sedikit pemain-pemain Liga 1 dan Liga 2 ambil bagian.
Para pemain beralasan menjaga kondisi ditengah vakumnya kompetisi. Tak hanya itu, pemain-pemain membutuhkan tambahan pemasukan demi dapur tetap ngebul. Maklum, para pemilik tim tarkam tak ragu mengeluarkan puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah untuk satu turnamen.
Apalagi, di masa pandemi COVID-19 saat ini gaji para pemain tergerus hingga 75 persen. Potongan gaji merupakan kebijakan PSSI.
Baca Juga:
Beckham Putra Mendapatkan Perhatian Serius Persib
Hengkang dari Persebaya, Makan Konate: Ada Tawaran dari Tiga Negara
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengakui kondisi tersebut. Dia juga menyebutkan tantangan para pemain adalah menjaga kondisi tetap prima.
”Pemotongan gaji memang terasa. Demikian juga dengan menjaga kondisi pemain agar tetap terjaga. Kalau hanya latihan tetapi tidak ada yang dituju, kan membuat semangat pemain menurun,” ungkapnya.
“Para pemain memang harus melewati tantangan ini. Bagaimana upaya anak-anak bersikap profesional menjaga kondisi selama libur kompetisi,” lanjut pelatih berusia 50 tahun ini.
Kendati demikian, Aji Santoso melarang anak asuhnya ambil bagian di turnamen tarkam. Namun, dia mengizinkan Rendi Irwan dkk beraktivitas sepak bola di lapangan kampung atau mengikuti fun football dengan komunitas.
Bukan tanpa alasan mantan pelatih Persela Lamongan dan PSIM Jogjakarta itu melarang pemainnya ikut tarkam. Pasalnya, pemain-pemain sepak bola yang terjun di tarkam (antar kampung) seolah memiliki perjanjian tak tertulis ‘bola boleh lewat tapi orang jangan’.
Berbeda dengan fun football. Meski sama-sama berstatus pertandingan amatir, fun football punya kriteria khusus dan lebih terorganisir dari tarkam. Biasanya fun football diselenggarakan oleh komunitas tertentu. Orientasinya pun hanya untuk bersenang-senang karena orang-orang tertentu saja yang bisa mengikuti sehingga jauh lebih aman.
“Yang dilarang itu ikut tarkam. Kalau hanya sekadar bermain bola di kampung masing-masing tidak apa-apa. Mau ikut fun football. Silahkan saja,” pungkas Aji. (Laporan Kontributor Kurniawan/Surabaya)
Frengky Aruan
15.464
Berita Terkait
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Link Streaming Persebaya Surabaya vs Malut United, Sabtu 10 Januari 2025
Bernardo Tavares Tak Akan Bajak Pemain PSM, Datangkan Dua Pemain Asing Anyar ke Persebaya
Tiba di Surabaya, Bernardo Tavares Bicara Satu Abad Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya Sempat Kaget Taktik Bertahan Madura United
Hasil Super League 2025/2026: Persebaya Menang Tipis dari Madura United, Borneo FC ke Puncak Klasemen
Unggul Statistik, Persebaya Tak Boleh Lengah Lawan Madura United
Hasil Super League 2025/2026: Persebaya Bungkam Persijap 4-0, Madura United Permalukan Semen Padang
Persebaya Surabaya Resmi Perkenalkan Bernardo Tavares sebagai Pelatih Baru
Hasil Super League 2025/2026: Imbang di Kandang Persebaya, Borneo FC Gagal Menang Tiga Laga Beruntun