Pedri dan 12 Pemenang Golden Boy Sejak 2009

Pedri memenangi penghargaan Golden Boy 2021.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 23 November 2021
Pedri dan 12 Pemenang Golden Boy Sejak 2009
Pedri (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Tidak kalah bergengsi dari Ballon d'Or, penghargaan Golden Boy yang diberikan kepada pemain terbaik di bawah usia 21 tahun juga menjadi satu penghargaan yang dinanti.

Tahun ini (2021) pemenangnya adalah gelandang berusia 18 tahun Barcelona, Pedri. Produk La Masia mengalahkan dua kandidat lainnya, Jude Bellingham dan Jamal Musiala dalam perebutan penghargaan Golden Boy.

"Saya berterima kasih kepada Tuttosport atas trofi ini yang membuat saya bangga. Terima kasih juga kepada semua juri dan penggemar yang selalu mendukung saya pada 2021 yang luar biasa ini," tutur Pedri.

"Tentu saja banyak terima kasih kepada Barca, tim nasional, keluarga, teman-teman dan tentu saja kepada semua orang yang dekat dengan saya hari demi hari. Tanpa mereka saya tidak akan bisa memenangkan Golden Boy," imbuh dia.

Baca Juga:

Pedri Gondol Penghargaan Golden Boy 2021

Siap-siap, Peminat Pedri Harus Tebus Rp10 Triliun

Pemenang Golden Boy 2010-2015 dan Nasib Mereka Saat Ini

Dengan fakta Pedri mengemas menit bermain yang sangat banyak pada 2021 ini dengan musimnya bersama Barcelona, dilanjutkan dengan penampilan dengan timnas Spanyol di Piala Eropa 2020, hingga bermain di Olimpiade, menunjukkan peran pentingnya untuk klub.

Pada usia 18 tahun Pedri sudah memiliki perbandingan dengan Andres Iniesta, legenda Barca dengan caranya mengontrol bola, teknik bermain bagus, operan bola, dan visi bagus.

Pedri pemenang teranyar edisi terbaru Golden Boy dan bergabung dengan pemain-pemain lain yang memenanginya. Berikut BolaSkor menjabarkan pemenang dari 2009 dan nasib mereka saat ini:

1. Alexandre Pato – 2009

Nama yang satu ini sempat digadang-gadang sebagai calon striker top masa depan timnas Brasil. Maklum saja, Alexandre Pato tampil bagus di usia muda dengan Internacional dan membawa klub juara Piala Dunia Antar Klub 2006.

AC Milan memboyongnya pada 2007 dan Pato bermain hingga 2013. Karier The Duck – julukan Pato – tidak terlalu bersinar di akhir kariernya dengan Milan.

Pasca meninggalkan Milan, Pato bermain di Corinthians, Sao Paulo, Chelsea, Villarreal, Tianjin Tianhai, dan kini kembali ke Brasil dengan Sao Paulo. Usianya kini berumur 32 tahun.

2. Mario Balotelli – 2010

Pemuda berbakat yang diprediksi punya masa depan cerah namun gagal memaksimalkan talentanya. Nasib Balotelli tidak jauh berbeda dari Pato. Tapi, Balotelli bisa disebut menghancurkan kariernya sendiri dengan kontroversi yang kerap dibuatnya. Tak ayal julukan bad boy melekat dalam dirinya.

Pada usia 29 tahun, Balotelli tidak berada di level tertinggi dengan klub top Eropa dan kini berada di Adana Demirspor. Tapi, setidaknya dia pernah memperkuat Inter Milan, Manchester City, AC Milan, dan Liverpool.

3. Mario Gotze – 2011

Tiga tahun setelah memenangi Golden Boy, Mario Gotze menjadi pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 via golnya ke gawang Argentina di final.

Namun, kariernya tak lagi sama sejak pindah dari Borussia Dortmund ke Bayern Munchen pada 2013. Gotze pada akhirnya kembali ke Dortmund pada 2016 dan dilepas pada 2020. Kini pemain berusia 29 tahun berusaha membangkitkan kariernya di PSV Eindhoven.

4. Isco – 2012

Francisco Roman Alarcon Suarez alias Isco. Gelandang serang asal Spanyol memenangi Golden Boy pada 2012 ketika ia masih memperkuat Malaga. Isco masih membela Real Madrid. Pemain berusia 29 tahun telah memenangi empat titel Liga Champions dan dua titel LaLiga.

5. Paul Pogba – 2013

Menjadi sorotan utama semenjak kembali memperkuat Manchester United pada 2016 sampai saat ini. Pasalnya, performa pemain berusia 28 tahun tidak konsisten dan lebih banyak berceloteh di media sosial. Pogba memenangi Golden Boy pada 2013 ketika masih memperkuat Juventus (2012-2016).

6. Raheem Sterling – 2014

Bakat asal Inggris yang terus mengembangkan permainannya di bawah asuhan Pep Guardiola di Manchester city. Pemain berumur 26 tahun memenangi Golden Boy kala ia masih memperkuat Liverpool pada 2014 – tahun ketika Liverpool nyaris menjuarai Premier League.

7. Anthony Martial – 2015

Di tahun Anthony Martial pindah dari AS Monaco ke Manchester United (2015), yang kala itu dilatih oleh Louis van Gaal, ia memenangi Golden Boy. Pada usia 25 tahun, Martial masih bisa berkembang di Man United dengan kelebihannya mendribel bola dan mencetak gol.

8. Renato Sanches – 2016

Umurnya saat ini masih relatif muda, 24 tahun, namun Sanches harus lebih cerdas berpikir untuk segera memaksimalkan talentanya. Pasalnya saat ini, performanya jauh di level top Eropa dan Sanches bermain di Lille setelah membela Benfica, Bayern Munchen, dan Swansea City.

Sanches memenangi Golden Boy di kala timnas Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Produk akademi Benfica juga terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Eropa 2016. Kelebihannya bermain adalah enerji dan kemampuan menyerang dari lini kedua.

9. Kylian Mbappe – 2017

Pemain ini yang digadang-gadang sebagai calon pemain terbaik dunia berikutnya menggantikan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Mbappe, 22 tahun, memperkuat PSG dan telah memiliki tiga titel Ligue 1 dan Piala Dunia dalam kariernya. Kini bermain dengan Messi dan Neymar di PSG.

10. Matthijs de Ligt – 2018

Membawa Ajax Amsterdam ke semifinal Liga Champions 2018-19 dan juara Eredivisie. Matthijs de Ligt pindah ke Juventus di musim panas 2019 dengan banderol 85 juta euro. Pada usia 22 tahun, karier De Ligt masih sangat panjang untuk jadi bek top di dunia.

11. Joao Felix - 2019

Atletico Madrid merogoh kocek hingga 126 juta euro untuk memboyong Joao Felix dari Benfica pada 2019, di tahun yang sama ia memenangi Golden Boy. Itu memperlihatkan keyakinan Atletico akan talenta Felix.

Pada usia 22 tahun Felix belum memperlihatkan perkembangan signifikan dengan Atletico, meski memenangi titel LaLiga. Meski begitu karier Felix masih relatif panjang dan potensi perkembangan itu bisa terjadi.

12. Erling Haaland - 2020

Tidak perlu heran jika nama yang satu ini memenangi Golden Boy 2020. 2020 memang menjadi tahun fantastis untuk Haaland yang menorehkan banyak gol dari RB Salzburg dan berlanjut di Borussia Dortmund.

Striker timnas Norwegia berusia 21 tahun dan dibidik banyak klub top Eropa. Nalurinya dalam mencetak gol, kekuatan fisik, dan kecepatan jadi keunggulan dalam permainan Haaland. Menarik untuk memantau perkembangannya.

Breaking News Golden boy award Pedri Trivia Sepak Bola Erling Haaland Kylian Mbappe

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Barcelona Ingin Tukar Alejandro Balde dengan Federico Dimarco, Jawaban Inter Milan Bisa Ditebak
Barcelona dikabarkan ingin menukar Alejandro Balde dengan Federico Dimarco. Simak respons Inter Milan dan kabar terbaru transfer keduanya.
Johan Kristiandi - Minggu, 30 Agustus 2026
Barcelona Ingin Tukar Alejandro Balde dengan Federico Dimarco, Jawaban Inter Milan Bisa Ditebak
Jadwal
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: Manchester United vs Ipswich Town Live di SCTV
Jadwal bola malam ini, Minggu 30 Agustus 2026: Man United vs Ipswich Town di SCTV. Ada Chelsea, Liverpool, Napoli, Inter, hingga Real Madrid.
Johan Kristiandi - Minggu, 30 Agustus 2026
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: Manchester United vs Ipswich Town Live di SCTV
Klasemen
Klasemen Premier League Terbaru: Manchester City dan Hull City Bersaing di Puncak, Liverpool Merosot
Klasemen Premier League 2026/2027 terbaru usai laga 29 Agustus. Manchester City dan Hull City bersaing di puncak, lalu di mana posisi Liverpool?
Johan Kristiandi - Minggu, 30 Agustus 2026
Klasemen Premier League Terbaru: Manchester City dan Hull City Bersaing di Puncak, Liverpool Merosot
Hasil akhir
Hasil Juventus vs Parma: Bianconeri Lanjutkan Catatan Positif
Juventus sukses mengalahkan Parma 2-0 pada pekan kedua Serie A 2026/2027. Nico Gonzalez dan Teun Koopmeiners menjadi pencetak gol kemenangan Bianconeri.
Johan Kristiandi - Minggu, 30 Agustus 2026
Hasil Juventus vs Parma: Bianconeri Lanjutkan Catatan Positif
Liga Indonesia
Ungkapan Bomber Persija Alexander Jeremejeff Usai Borong 2 Gol Lawan Brisbane Roar di JIS
Alexander Jeremejeff mencetak dua gol pada laga debut bersama Persija Jakarta saat menang 4-0 atas Brisbane Roar di JIS, Sabtu (29/8).
Rizqi Ariandi - Minggu, 30 Agustus 2026
Ungkapan Bomber Persija Alexander Jeremejeff Usai Borong 2 Gol Lawan Brisbane Roar di JIS
Liga Indonesia
Shin Tae-yong Beri Sinyal Persija Akan Datangkan Satu Pemain Asing Lagi, Siapa?
Persija Jakarta berencana menambah satu pemain asing untuk Super League 2026/2027. Shin Tae-yong masih mempertimbangkan mengisi seluruh 11 kuota pemain asing.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 29 Agustus 2026
Shin Tae-yong Beri Sinyal Persija Akan Datangkan Satu Pemain Asing Lagi, Siapa?
Liga Indonesia
Daftar Skuad Persija 2026/27, Berkekuatan 29 Pemain Tanpa Van Basty Sousa
Persija Jakarta resmi mengumumkan 29 pemain untuk musim 2026/27. Tak ada Van Basty Sousa, berikut skuad dan nomor punggung terbaru Macan Kemayoran.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 29 Agustus 2026
Daftar Skuad Persija 2026/27, Berkekuatan 29 Pemain Tanpa Van Basty Sousa
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming Persija Jakarta vs Brisbane Roar: Tayang Gratis di Youtube
Persija Jakarta vs Brisbane Roar di Jakarta International Stadium, laga persahabatan, Sabtu 29 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 29 Agustus 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persija Jakarta vs Brisbane Roar: Tayang Gratis di Youtube
Liga Indonesia
The Jakmania Boikot Persija vs Brisbane Roar, STY dan Rizky Ridho Berharap Ada Solusi
Shin Tae-yong dan Rizky Ridho berharap aksi boikot The Jakmania terhadap Persija vs Brisbane Roar segera menemukan solusi terbaik demi hubungan suporter dan klub.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 29 Agustus 2026
The Jakmania Boikot Persija vs Brisbane Roar, STY dan Rizky Ridho Berharap Ada Solusi
Liga Indonesia
Pelatih Brisbane Roar Ungkap Pentingnya Laga Uji Coba Lawan Persija
Shin Tae-yong mengaku belum banyak tahu kekuatan Brisbane Roar. Laga kontra Persija menjadi tolok ukur kesiapan kedua tim jelang musim 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 29 Agustus 2026
Pelatih Brisbane Roar Ungkap Pentingnya Laga Uji Coba Lawan Persija
Bagikan