Nostalgia - Paul Ince, Pahlawan Terlupakan Manchester United yang Pernah Membelot ke Liverpool

Satu di antara pemain yang paham betul soal arti penting North West derby adalah Paul Ince.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Kamis, 17 Oktober 2019
Nostalgia - Paul Ince, Pahlawan Terlupakan Manchester United yang Pernah Membelot ke Liverpool
Paul Ince (Zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Premier League akan menghelat pertandingan akbar pada akhir pekan nanti. Dua klub lekat dengan sejarah, Manchester United dan Liverpool, akan saling berhadapan di Old Trafford pada laga pekan kesembilan, Minggu (20/10). Satu di antara pemain yang paham betul soal arti penting North West derby adalah Paul Ince.

Nama-nama besar seperti Robbie Fowler, Eric Cantona, Steven Gerrard, dan Michael Owen pernah mencicipi kerasnya laga Manchester United kontra Liverpool. Bahkan, lagu-lagu mengenai pemain-pemain di atas mungkin akan dinyanyikan oleh masing-masing suporter pada saat duel berlangsung.

Namun, satu nama yang kerap luput dari perhatian adalah Paul Ince. Padahal, ketika masih aktif bermain, Ince pernah membela Man United dan The Reds.

Baca juga:

Nostalgia - Rogerio Ceni, Kiper dengan Torehan Gol Terbanyak yang Hampir Diaborsi

Mengenang Tragedi Robert Enke dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Paul Ince

Kontroversi sudah menyelimuti perjalanan karier Ince sejak awal. Ia sempat mendapat cercaan suporter West Ham United usai mengenakan jersey Manchester United saat transfer belum diresmikan. Bagi pendukung The Hammers, itu adalah sikap tidak mengormati tim.

Mantan pemain West Ham, Tony Gale, tak menepis bila Ince muda sangat percaya diri. Sikap tersebut membantu perkembangan karier sang The Governor.

"Saya pertama kali bersua Ince ketika dia masih uji coba. Dia tidak kekurangan percaya diri. Dia sangat sombong," jelas Tony Gale seperti dilaporkan Sky Sports.

"Pada saat itu, kepercayaan diri Ince seperti lampu kilat. Saya akan mengatakan hal tersebut di wajahnya. Ketika dia pertama kali masuk ke tim, ada pemain seperti saya, Alvin Martin, Liam Brady, Alan Devonshire dan Ray Stewart. Namun, Anda membutuhkan jaminan semacam itu dalam diri dan ia memilikinya."

Pandagan sama diungkapkan mantan pemain West Ham lainnya, Toni Cottee. Cottee mengaku sering menghabiskan waktu bersama Ince.

"Saya bisa menilainya karena kami berdua berhasil menembus West Ham junior saat masih remaja. Dia datang ke tempat ibu dan ayah saya. Kami bermain tenis bersama dan melakukan banyak hal yang tidak bolek dilakukan pesepak bola," jelas Cottee.

"Dia adalah anak yang percaya diri, tipis dengan sombong. Dia tidak takut berbeda pendapat dengan pemain lebih senior," sambungnya.

Meski demikian, keputusan Ince menyeberang ke Man United tak keliru.

Catatan Paul Ince di Manchester United dipenuhi tinta emas. Ia membawa The Red Devils memenangi Premier League, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Super Eropa, hingga Piala Super Liga Inggris.

Paul Ince mencatatkan 180 penampilan bersama Manchester United. Tampil sebagai gelandang, ia menorehkan 21 gol plus 13 assist. Tak heran, dalam bukunya, Sir Alex Ferguson memberikan nilai positif pada Ince.

"Terkadang Anda gagal mendatangkan satu pemain, namun mendapatkan yang lainnya. Contohnya, kami gagal merekrut Paul Gascoigne, namun mendatangkan Paul Ince," terang Ferguson.

Paul Ince mengambil bagian pada keberasilan Manchester United memenangi Premier League 1992-1993. Ia hanya satu kali tidak tampil sebagai starter sepanjang musim yakni pada saat The Red Devils melawan Ipswich.

"Schmeichel, Bruce, Ince, Robson, Hughes, Cantona - mereka bukan hanya pemain hebat, tetapi juga pejuang dan pria sejati," terang Gary Neville memberikan sanjungan pada Ince.

Paul Ince

Namun, pada 1995, saat Manchester United sedang berjaya, Paul Ince dilego ke Inter Milan dengan mahar 10,5 juta euro. Paul Scholes akhirnya muncul sebagai pengganti jangka panjang untuk Ince.

"Terlepas dari reputasinya yang terkenal sombong, dia akan memberikan nasihat yang bermanfaat. Saya sedih melihat dia hengkang," kata Neville.

Paul Ince hanya bertahan dua tahun di Inter Milan. Pria yang kini berusia 51 tahun tersebut memutuskan kembali ke Premier League.

Namun, klub pilihan Ince di Premier League sempat mengundang kontroversi. Sang pemain memutuskan menuju rival The Red Devils, Liverpool.

Sayangnya, Ince tak mampu membawa Liverpool meraih gelar. Ia hanya bermain selama dua musim. Setalah itu, Ince memilih pelabuhan baru, Middlesbrough.

Meski singkat, Ince kembali menorehkan kesan manis bagi rekan-rekannya. Jamie Redknapp yang merupakan teman duetnya di lini tengah Liverpool mengungkapkan isi hatinya.

"Dia adalah pemain favorit saya. Dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Kami sangat berbeda, namun dia akan membuat saya melakukannya. Dia selalu membawa sesuatu yang lain dari saya," ungkap Redknapp.

Lebih lanjut, Radknapp menilai Ince adalah pemain yang tak mendapatkan apresiasi seperti yang seharusnya. Ia cenderung hanya berada di belakang layar meski merupakan otak di balik permainan apik tim.

"Dia adalah pemain hebat, namun tidak pernah mendapatkan kredit yang layak. Dia bisa bermain dengan kaki kiri dan kanan. Dia bisa menggiring bola dan mencetak gol. Saya tidak bisa bayangkan berapa nilaina saat ini," sebut Redknapp.

Manchester United dan Liverpool sama-sama pernah merasakan servis Paul Ince. Namun, Ince sepertinya tidak menjadi pemain favorit untuk pendukung masing-masing klub. Tak heran, Ince sering disebut sebagai satu di antara pemain paling underrated di Inggris.

Nostalgia Manchester United Liverpool Paul Ince Premier League

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Pandit Sepak Bola Kasihan dengan Pemain Man City, tetapi Minta Gelar Premier League The Citizens Dicabut
Jamie Carragher merasa kasihan kepada pemain Man City, tetapi menilai gelar Premier League pada periode pelanggaran finansial harus dicabut.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Pandit Sepak Bola Kasihan dengan Pemain Man City, tetapi Minta Gelar Premier League The Citizens Dicabut
Inggris
Belum Pensiun, Mantan Bek Manchester United Gabung Porto
Chris Smalling belum pensiun di usia 36 tahun. Mantan bek Manchester United itu meninggalkan Al-Fayha dan bergabung dengan FC Porto.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Belum Pensiun, Mantan Bek Manchester United Gabung Porto
Inggris
Heboh Terkait Kasus Pelanggaran Finansial Manchester City, Pep Guardiola Angkat Bicara
Pep Guardiola akhirnya buka suara setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran finansial Premier League. Ia menegaskan dukungannya kepada klub.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Heboh Terkait Kasus Pelanggaran Finansial Manchester City, Pep Guardiola Angkat Bicara
Inggris
Legenda Manchester United Tak Mau Terima Trofi Hibahan dari Manchester City
Wayne Rooney menolak medali Premier League hibahan jika gelar Manchester City dicabut. Ia menilai Man United tidak pantas mendapatkannya.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Legenda Manchester United Tak Mau Terima Trofi Hibahan dari Manchester City
Inggris
Premier League Rilis Empat Dosa Besar Manchester City, Penuh Tipu Muslihat
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Simak 4 temuan utama Premier League dan respons terbaru The Citizens.
Johan Kristiandi - Rabu, 30 September 2026
Premier League Rilis Empat Dosa Besar Manchester City, Penuh Tipu Muslihat
Inggris
Belum Berakhir Kasus Pelanggaran Finansial, Kini Gaji Tinggi Pemain-pemain Manchester City Jadi Sorotan
Simak daftar gaji pemain Manchester City. Erling Haaland menjadi pemain dengan bayaran tertinggi, mencapai £27,3 juta atau sekitar Rp559,65 miliar per tahun.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Belum Berakhir Kasus Pelanggaran Finansial, Kini Gaji Tinggi Pemain-pemain Manchester City Jadi Sorotan
Inggris
Terancam Sanksi Berat, Bos Manchester City Buka Suara
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran Premier League. Chairman Khaldoon Al Mubarak buka suara dan bertekad buktikan kebenaran.
Gazza Roosaryatama - Sabtu, 26 September 2026
Terancam Sanksi Berat, Bos Manchester City Buka Suara
Inggris
Dinyatakan Bersalah, Apa Hukuman yang Dapat Diterima Manchester City?
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Simak potensi hukuman, dari pengurangan poin hingga pencabutan gelar.
Arief Hadi - Jumat, 25 September 2026
Dinyatakan Bersalah, Apa Hukuman yang Dapat Diterima Manchester City?
Inggris
Resmi, Manchester City Dinyatakan Bersalah Langgar 114 Aturan Premier League
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran regulasi Premier League. Sanksi belum diputuskan dan City diperkirakan banding.
Arief Hadi - Jumat, 25 September 2026
Resmi, Manchester City Dinyatakan Bersalah Langgar 114 Aturan Premier League
Inggris
Legenda Klub Sindir Kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe di Manchester United
Eric Cantona mengkritik pandangan Sir Jim Ratcliffe soal imigrasi. Legenda Man United itu menilai sepak bola dibangun dari berbagai gelombang imigrasi.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Legenda Klub Sindir Kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe di Manchester United
Bagikan