Nostalgia - Kontroversi Final Piala FA Khaki Cup, Dihelat sebelum Perang Dunia 1

Pertandingan Chelsea kontra Sheffield United di Piala FA membangkitkan nostalgia lama bernama khaki cup final.
Arief HadiArief Hadi - Sabtu, 20 Maret 2021
Nostalgia - Kontroversi Final Piala FA Khaki Cup, Dihelat sebelum Perang Dunia 1
Final Piala FA 1915 antara Chelsea vs Sheffield (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala FA merupakan turnamen tertua dalam sepak bola Inggris. Begitu banyak drama yang sudah terjadi pada turnamen yang sudah terbentuk sejak 150 tahun lalu atau tepatnya pada 1871.

Drama itu misalnya seperti fenomena giant killing atau momen ketika tim-tim kecil alias non unggulan memenangi pertandingan melawan klub-klub besar alias unggulan. Itu baru satu contoh cerita di Piala FA.

Selain itu ada juga satu cerita ikonik dalam sejarah sepak bola Inggris, terkenal dengan sebutan final Piala FA Khaki Cup (Piala Khaki). Definisi khaki adalah baju dengan warna coklat muda dan identik dengan baju yang dikenakan tentaran.

Khaki cup, begitulah final Piala FA 1915 disebut oleh media-media Inggris, sebab di final itu ada ribuan tentara yang menonton pertandingan dari tribun. Menonton laga final antara dua kesebelasan yang musim ini (2020-2021) bentrok di perempat final Piala FA, Chelsea dan Sheffield United.

Baca Juga:

Bersama Tuchel, N'Golo Kante Bukan Gelandang Bertahan Biasa

Porto Vs Chelsea, Pengalaman dan Sejarah Dragoes di Eropa

Sederet Fakta Menarik Perempat Final Liga Champions

Kontroversi dan berlangsung sebelum Piala Dunia 1

Pemandangan laga final Piala FA 1915

"Perasaan anti-sepak bola di banyak bagian pers telah mencapai puncaknya sebelum pertandingan," kata Dr Alexander Jackson, petugas koleksi di National Football Museum, Manchester.

"Surat kabar menyebut beberapa kritik, tetapi juga banyak korespondensi dari pasukan di garis depan yang mengatakan mereka ingin sepak bola berlanjut - itu memberi mereka sesuatu untuk dinanti-nantikan selama istirahat dari pertempuran."

Pertentangan besar memang terjadi di kala pertandingan final Piala FA 1915 berlangsung. Di saat Chelsea menghadapi Sheffield United di Old Trafford, Manchester, Pertempuran Kedua Ypres terjadi di Front Barat ketika Jerman mengeluarkan senjara baru - gas klorin.

Mereka yang kecewa pertandingan dilangsungkan menilai laga itu menganggu fokus pemuda-pemuda yang mendaftar untuk berperang di Perang Dunia I. Bahkan dua hari sebelum laga 200 orang berkumpul mengadakan protesi di Manchester's Albert Hall.

Akan tapi seperti istilah yang digunakan banyak orang, show must go on, pertandingan harus tetap berlangsung. Berbeda dari zaman sekarang, Chelsea di masa lalu bukan tim unggulan ketika melawan Sheffield United.

Sheffield arahan John Nicholson finish di urutan enam liga dan menjalani Piala FA dengan hasil meyakinkan. Kekuatan mereka ada di pertahanan meski tak banyak mencetak gol.

Sebaliknya Chelsea asuhan David Calderhead mencetak banyak gol tapi lemah di sisi pertahanan dan bahkan mendekati zona degradasi di liga. Chelsea juga diterjang kabar tak sedap jelang pertandingan.

Top skorer mereka Bob Thomson cedera, lalu Vivian Woodward, pemain amatir dan timnas Inggris bertugas di militer Britania Raya. Namun ia tetap bermain di final meski dalam kondisi cedera mata.

Kabut, hujan, dan khaki

Penonton final didominasi prajurit dengan baju khaki

Jangan membayangkan atmosfer laga kala itu memiliki penerangan seperti saat ini, jangankan televisi untuk menyiarkan langsung pertandingan, penonton di stadion pun kesulitan melihat pertandingan.

Kabut, hujan, menyelimuti Old Trafford dengan kehadiran 50.000 orang di stadion. Jumlah itu sedianya lebih sedikit dari tahun sebelumnya karena ada larangan bepergian di waktu perang dan banyaknya pemuda yang mengikuti militer.

Tempat final pun diubah dari sedianya berlangsung di Crystal Palace, London menjadi Old Trafford guna menghindari gangguan kala bepergian di sekitar London.

Suporter yang menonton pertandingan juga prajurit-prajurit yang terluka karena perang. Manchester Guardian menggambarkan banyaknya di antara penonton para pemuda yang terlalu muda dan tak memenuhi syarat wajib militer.

"Saat itu hujan, sangat berkabut," kata sejarahwan Sheffield United, John Garrett.

"Para saksi mata mengatakan bahwa sebelum pertandingan dimulai pada pukul 15.30, kabut sangat tebal sampai di titik kala Anda tidak bisa melihat para pemain melakukan pemanasan di lapangan."

"Seluruh pemandangan abu-abu, khaki, gerimis, ketidakjelasan, ketidakbahagiaan, benar-benar menggambarkan situasi suram."

Jalannya pertandingan pun sesuai dugaan. Sheffield yang sudah menjuarai tiga Piala FA kala itu menang telak 3-0 atas Chelsea yang baru didirikan 10 tahun silam, plus belum memenangi satu pun trofi.

Pertandingan berjalan sesuai rencana Sheffield. Mereka bermain dengan kecepatan dan intensitas dalam melancarkan serangan balik, mengandalkan kekuatan di pertahanan dan kelengahan Chelsea.

Tiga gol Sheffield dicetak Jimmy Simmons (36'), Stanley Fazackerley (84'), dan Joseph Kitchen (88'). Sheffield memenangi titel Piala FA keempat tapi tidak ada selebrasi kemenangan itu. Ya, jangan lupa dunia masih dalam kemelut Perang Dunia 1.

Tim Sheffield United

Tidak ada arak-arak kemenangan, para pemain diminta tak tersenyum ketika difoto, dan Sheffield tak melakukan makan bersama sebagai bentuk perayaan selama lima tahun.

"Membawa piala kembali, United diberitahu bahwa mereka harus kembali dalam kegelapan," imbuh Garrett.

"Klub kembali naik kereta sekitar tengah malam. Kami yakin polisi dipekerjakan untuk memindahkan siapa pun yang cukup berani untuk mendukung Blades yang menang pulang."

Begitulah situasinya. Chelsea dan Sheffield di final Piala FA 1915, final terakhir dengan nama Khaki Cup sebelum Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menunda Liga Inggris dan Piala FA. Sepak bola yang berlangsung hanya sebatas di level amatir. Sepak bola baru kembali bergulir pada 1919.

Breaking News Piala FA Chelsea Sheffield United Nostalgia

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Klasemen Sementara ACL Two 2026/2027: Persib Bandung di Puncak
Persib Bandung berhasil meraih kemenangan 1-0 atas tuan rmah FC Seoul.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 16 September 2026
Klasemen Sementara ACL Two 2026/2027: Persib Bandung di Puncak
Indonesia
Persib Kalahkan FC Seoul, Marc Klok: Bobotoh Akan Berpesta hingga Besok Pagi
Persib menang 1-0 atas FC Seoul di ACL 2 2026/2027. Marc Klok girang bisa memberikan memori indah untuk lebih dari 1.000 Bobotoh di Seoul.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Persib Kalahkan FC Seoul, Marc Klok: Bobotoh Akan Berpesta hingga Besok Pagi
Inggris
Superkomputer Prediksi Skor Manchester United vs Brighton: Setan Merah ke Fase Selanjutnya
Prediksi Manchester United vs Brighton versi superkomputer Opta. Simak peluang kemenangan Setan Merah dan hasil simulasi Carabao Cup 2026/2027.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Superkomputer Prediksi Skor Manchester United vs Brighton: Setan Merah ke Fase Selanjutnya
Hasil akhir
Hasil ACL Two 2026/2027: Persib Bandung Cetak Sejarah, Menang di Korsel
Persib Bandung mencatatkan sejarah menjadi tim pertama yang meraih kemenangan atas klub Korea Selatan di kompetisi antarklub Asia.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 16 September 2026
Hasil ACL Two 2026/2027: Persib Bandung Cetak Sejarah, Menang di Korsel
Liga Europa
Prediksi Skor AC Milan vs Benfica Versi Superkomputer: Rossoneri Unggul Tipis
Prediksi skor AC Milan vs Benfica versi superkomputer Opta di Liga Europa 2026/2027. Simak peluang kemenangan Milan, Benfica, dan hasil imbang.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Prediksi Skor AC Milan vs Benfica Versi Superkomputer: Rossoneri Unggul Tipis
Jadwal
FC Seoul vs Persib Disiarkan di Mana? Live TV dan Link Streaming Gratis Tersedia
FC Seoul vs Persib tayang di TV mana? Cek jadwal siaran langsung, kanal TV, link streaming, dan cara menonton laga AFC Champions League Two 2026/2027.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
FC Seoul vs Persib Disiarkan di Mana? Live TV dan Link Streaming Gratis Tersedia
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Manchester United vs Brighton, Live di Sini!
Cara menonton dan link streaming Man United vs Brighton di Carabao Cup 2026/2027. Simak jadwal, prediksi, susunan pemain, head to head, dan siaran langsung.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Manchester United vs Brighton, Live di Sini!
Liga Indonesia
Link Streaming Borneo FC vs Dewa United Banten FC, 16 September 2026, Live di Sini!
Borneo FC vs Dewa United, pekan kelima Super League 2026/2027, di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (16/9), pukul 15.30 WIB.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Link Streaming Borneo FC vs Dewa United Banten FC, 16 September 2026, Live di Sini!
Spanyol
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: AC Milan, Barcelona, dan Manchester United Tampil
Jadwal bola malam ini, Rabu 16 September 2026 hingga Kamis dini hari. Ada AC Milan vs Benfica, Barcelona vs Racing Santander, dan Man United vs Brighton.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini: AC Milan, Barcelona, dan Manchester United Tampil
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming FC Seoul vs Persib: Tayang Gratis di Youtube
FC Seoul vs Persib Bandung, AFC Champions League Two 2026/2027, Rabu (16/9), pukul 17.00 WIB, Live RCTI, GTV, Rans Entertainment.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming FC Seoul vs Persib: Tayang Gratis di Youtube
Bagikan