Nasib 15 Pemain U-21 yang Sempat Diprediksi Bersinar sejak Tahun 2010

Menilik nasib pemain-pemain yang pernah diprediksi bersinar di masa depan pada 2010.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 31 Maret 2020
Nasib 15 Pemain U-21 yang Sempat Diprediksi Bersinar sejak Tahun 2010
Alexandre Pato (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Setiap eranya dunia sepak bola selalu memiliki generasi baru yang diprediksi memiliki masa depan cerah karena talenta atau bakat yang mereka miliki. Tahun 2020 menjadi pemberhentian yang tepat untuk menilik beberapa bakat.

10 tahun atau satu dekade telah berlalu dari 2010 dan dalam kurun waktu itu sudah cukup untuk menilai kiprah beberapa pemain, mereka yang sempat dinilai atau diprediksi memiliki prospek masa depan cerah.

Tidak semuanya menjalani karier dengan mulus selama 10 tahun terakhir. Menilik informasi dari Marca, berikut BolaSkor.com menjabarkan talenta-talenta yang pernah diprediksi bersinar di masa lalu dan nasib mereka kini.

Baca Juga:

Bagi Legenda Brasil, Neymar Lebih Baik ketimbang Lionel Messi

Bukan Lautaro Martinez, Neymar Lebih Ideal untuk Direkrut Barcelona

5 Pemain yang Disia-siakan Inter Milan

1. Giovani Dos Santos

Giovani Dos Santos

Produk La Masia Barcelona pada medio 2002-2006. Striker asal Meksiko mengalami fase naik turun dalam kariernya bersama Barcelona, Tottenham Hotspur - dan sempat dipinjamkan ke Ipswich Town, Mallorca, dan Villarreal.

Karier Dos Santos membaik ketika dia bermain di MLS (Major League Soccer) dengan Los Angeles (LA) Galaxy dan kini pada usia 30 tahun memperkuat America, klub Meksiko, yang sudah diperkuatnya dari 2019. Dos Santos memiliki 106 caps dan 19 gol untuk timnas Meksiko.

2. Javier Pastore

Javier Pastore

El Flaco - julukan Javier Pastore - menjalani periode terbaiknya ketiga membela Palermo selama tiga tahun (2009-2011). Kala bermain di PSG (Paris Saint-Germain) kariernya meredup dan jarang bermain reguler hingga performanya tak lagi sama.

Kini pada usia 30 tahun Pastore kembali bermain di Italia dengan memperkuat AS Roma sejak 2018. Produk akademi Talleres terakhir bermain untuk timnas Argentina pada 2016 di ajang Copa America.

3. Federico Macheda

Federico Macheda

Tidak pernah lagi memperlihatkan talentanya sejak dimainkan oleh Sir Alex Ferguson di tim utama Manchester United (debut) pada 2009. Melawan Aston Villa, Federico Macheda menjadi bintang kemenangan dengan gol debut yang memberikan kemenangan dramatis 3-2.

Semenjak saat itu nasib Macheda tak pernah sama lagi. Penyerang asal Italia dipinjamkan ke Sampdoria, Queens Park Rangers (QPR), Stuttgart, Doncaster Rovers, sebelum benar-benar dilepas ke Cardiff City pada 2014. Kini Macheda bermain di Yunani dengan Panathinaikos pada usia 28 tahun.

4. Carlos Vela

Carlos Vela

Memiliki kecepatan dan kualitas teknik yang bagus tipikal pemain-pemain Meksiko. Produk akademi Arsenal bermain di tim utama pada periode 2005-2012 dan sempat dipinjamkan ke Celta Vigo, Salamanca, dan Osasuna.

Carlos Vela dilepas sepenuhnya ke Real Sociedad pada 2012 dan hengkang ke klub MLS Los Angeles FC pada 2018. Vela masih bermain di sana pada usia 31 tahun dan memiliki 72 caps dan 19 gol dengan timnas Meksiko. Perjalanan kariernya relatif biasa-biasa saja.

5. Neymar

Neymar

Sejak datang ke Eropa pada 2013 dari Santos ke Barcelona, penampilan Neymar terus meningkat dan menjadi kunci keberhasilan Barcelona memenangi treble winners 2015: Liga Champions, Copa del Rey, dan LaLiga, sebelum memecahkan rekor transfer dunia ke PSG pada 2017 sebesar 222 juta euro.

Masih berstatus pemain termahal dunia, Neymar (28 tahun) memasuki tahun ketiga membela PSG. Kariernya belakangan ini berjalan naik turun karena cedera yang kerap menerjangnya.

6. Philippe Coutinho

Philippe Coutinho

Memulai karier di Eropa pada 2008 dengan Inter Milan dan sempat dipinjamkan ke Vasco da Gama serta Espanyol sebelum pindah ke Liverpool pada 2013. Phil Coutinho hengkang ke Barcelona pada Januari 2018 sebesar 145 juta poundsterling.

Di Barcelona performanya menurun dan pemain berusia 27 tahun kini dipinjamkan ke Bayern Munchen. Phil Coutinho memiliki 61 caps dan 17 gol dengan timnas Brasil.

7. Alexandre Pato

Alexandre Pato

Golden Boy Eropa pada 2009 dan menjadi talenta yang menjanjikan pada era tersebut. Alexandre Pato bergabung dengan AC Milan dari Sao Paulo sebesar 22 juta euro.

Karier pemain berjuluk The Duck naik turun dengan Il Rossoneri dan kemudian pindah ke Corinthians pada 2013. Pato sempat dipinjamkan ke Sao Paulo, Chelsea, pindah ke Villarreal, Tianjin Tianhai, dan kini kembali ke Sao Paulo pada usia 30 tahun.

Berikut pemain-pemain lainnya:

8. Mario Balotelli (Brescia)
9. Gareth Bale (Real Madrid)
10. Romelu Lukaku (Inter Milan)
11. Toni Kroos (Real Madrid)
12. Xherdan Shaqiri (Liverpool)
13. Thomas Muller (Bayern Munchen)
14. Jordan Henderson (Liverpool)
15. Mario Gotze (Borussia Dortmund)

Breaking News Trivia Sepak Bola Alexandre Pato Neymar Philippe Coutinho

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Kelme Luncurkan Jersey Champions Edition Timnas Indonesia, Ini Harga dan Jadwal Penjualannya
Kelme meluncurkan jersey Champions Edition Timnas Indonesia dengan badge juara emas. Simak harga, jadwal pre-order, dan lokasi penjualannya.
Rizqi Ariandi - Kamis, 29 Oktober 2026
Kelme Luncurkan Jersey Champions Edition Timnas Indonesia, Ini Harga dan Jadwal Penjualannya
Lainnya
Klasemen Sementara Kart Inc Pro League Season 2: Dewa United Motorsports Bayangi Speed Adrenaline
Speed Adrenaline sukses mendominasi dan bertengger kokohdi puncak klasemen.
Tengku Sufiyanto - Kamis, 29 Oktober 2026
Klasemen Sementara Kart Inc Pro League Season 2: Dewa United Motorsports Bayangi Speed Adrenaline
Timnas
Erick Thohir Bicara Nasib Piala Asia 2027 yang Terancam Mundur ke 2028
AFC akan membahas nasib Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada 18 November. Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Rizqi Ariandi - Kamis, 29 Oktober 2026
Erick Thohir Bicara Nasib Piala Asia 2027 yang Terancam Mundur ke 2028
Lainnya
DKI Jakarta Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Catur 2026, Bukti Pembinaan Berjalan dengan Baik
DKI Jakarta memborong 17 medali.
Tengku Sufiyanto - Kamis, 29 Oktober 2026
DKI Jakarta Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Catur 2026, Bukti Pembinaan Berjalan dengan Baik
Timnas
Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Tidak Main di Kandang pada FIFA Matchday November 2026
Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia tidak bermain di kandang pada FIFA Matchday November 2026. PSSI segera menentukan lawan dan lokasi pertandingan.
Rizqi Ariandi - Kamis, 29 Oktober 2026
Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Tidak Main di Kandang pada FIFA Matchday November 2026
Liga Indonesia
Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian
Polres Bogor menegaskan pelaku pembacokan suporter Persib Bandung berinisial ARK bukan bagian dari kelompok suporter. Korban tewas usai laga kontra Garudayaksa FC.
Rizqi Ariandi - Kamis, 29 Oktober 2026
Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian
Liga Indonesia
Alasan Shin Tae-yong Sulap Rizky Ridho Jadi Gelandang di Persija
Shin Tae-yong menjelaskan alasan menempatkan Rizky Ridho sebagai gelandang Persija Jakarta. Ridho pun mempelajari permainan gelandang-gelandang Eropa.
Rizqi Ariandi - Kamis, 29 Oktober 2026
Alasan Shin Tae-yong Sulap Rizky Ridho Jadi Gelandang di Persija
Liga Indonesia
Persija Siapkan Rotasi Besar di League Cup, Shin Tae-yong Beri Kesempatan Pemain Pelapis
Shin Tae-yong berencana merotasi pemain Persija Jakarta di League Cup 2026/2027. PSMS Medan dan Sumsel United menjadi dua lawan awal Macan Kemayoran.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Persija Siapkan Rotasi Besar di League Cup, Shin Tae-yong Beri Kesempatan Pemain Pelapis
Liga Indonesia
Sedang Berlangsung, Ini Link Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory
Saksikan pertandingan Persib Bandung vs Melbourne Victory di matchday 3 Grup E ACL Two 2026/2027. Simak jadwal kick-off dan cara menonton melalui GTV serta YouTube Rans Entertainment.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Sedang Berlangsung, Ini Link Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory
Liga Indonesia
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Persib vs Melbourne Victory
Persib Bandung vs Melbourne Victory, matchday 3 AFC Champions League Two 2026/2027, di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/10), pukul 19.15 WIB, Live Rans Entertainment.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Persib vs Melbourne Victory
Bagikan