Naik Turun hingga Kebangkitan Eks Wonderkid MU, Adnan Januzaj

Adnan Januzaj salah satu contoh pemuda berbakat yang gagal memaksimalkan level bermainnya di Manchester United.
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 18 Februari 2021
Naik Turun hingga Kebangkitan Eks Wonderkid MU, Adnan Januzaj
Adnan Januzaj (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Cerita mengenai talenta muda yang bahkan disebut wonderkid pada awalnya lalu gagal memaksimalkan bakatnya sudah sering terjadi dalam dunia sepak bola. Faktor penyebabnya pun banyak.

Mulai dari sedikitnya kepercayaan dari pelatih, sikap atau mentalitas yang tidak bagus (malas berlatih atau bekerja keras), hingga kesulitan mengemban ekspektasi tinggi dari publik. Berbagai macam alasan bisa jadi kegagalan talenta muda memaksimalkan bakatnya.

Satu contoh itu adalah eks wonderkid Manchester United yang kini membela Real Sociedad Adnan Januzaj. Winger asal Belgia seharusnya menjadi salah satu produk akademi MU yang berbakat dan menjadi bintang tim utama seperti Ryan Giggs atau David Bekcham.

Akan tapi hanya paras rupawan saja yang diberikannya kepada MU dan talenta yang setengah-setengah (tidak maksimal). Debut impiannya pada 2013 yang diberikan David Moyes melawan Sunderland berakhir kemalangan di MU.

Baca Juga:

5 Wonderkid Manchester United yang Layu Sebelum Berkembang

Mason Greenwood Tetap di Manchester United hingga 2025

Prediksi Real Sociedad Vs Man United: Setan Merah Alergi Klub Spanyol

David Moyes dan Adnan Januzaj

Pada Oktober 2013 David Moyes memberikan debut bermain pada Januzaj di tim utama MU melawan Sunderland. Januzaj (kala itu berumur 18 tahun) mencetak dua gol dan dipuji oleh Moyes.

"Sejauh debutnya, saya akan terkejut jika bahkan para pemain hebat di masa lalu United telah menunjukkan janji seperti itu pada hari pertama. Bukan hanya dua gol, keseluruhan permainannya luar biasa," puji Moyes.

"Kami tahu kami memiliki bakat yang sangat istimewa, tetapi kami akan tetap membumi. Dia akan menjadi pemain top."

Punya hubungan baik dengan pelatih muda Paul McGuinnes dan Warren Joyce, Januzaj juga memiliki kesempatan langka berlatih di tim utama MU di bawah arahan Sir Alex Ferguson pada 2013 - sebelum Ferguson pensiun.

Januzaj diboyong ke akademi MU dari Anderlecht pada 2011 di usia 16 tahun. Ekspektasi kepadanya tinggi dengan perbandingan legenda yang juga berasal dari akademi seperti Ryan Giggs.

"Januzaj luar biasa dan saya pikir dia mirip dengan Cristiano Ronald. Dia bisa melewati lawan dan dengan (pemain baru kala itu) Wilfried Zaha, saya pikir ada beberapa kualitas luar biasa di sana," ucap eks pelatih tim muda MU Eric Harrison.

Segitu besar ekspektasi kepada Januzaj hingga akhirnya ia menerima kontrak besar dengan durasi lima tahun, selepas Januzaj memainkan musim pertamanya di tim utama sebanyak 35 laga. Kontrak itu disinyalir menjadi awal penurunan kariernya di MU

Nasib Malang dengan Louis van Gaal dan Jose Mourinho

"Saya berharap dia adalah tipe pemain yang tahu dia harus berkembang dan terus maju, dan tidak berpikir bahwa hanya karena Anda telah memainkan 10 pertandingan di Premier League maka Anda sudah berada di sana di puncak."

"Pada usia 18, 19, 20 tahun Anda masih seorang anak laki-laki. Penting untuk menjaga kaki Anda tetap di tanah (rendah hati), tetapi itu tergantung pada orang-orang yang Anda miliki di sekitar Anda. Sangat penting Anda berada di klub yang tepat dengan orang yang tepat - keluarga dan teman - untuk menasihati Anda."

Michael Laudrup telah memberi peringatan kepada Januzaj akan riskannya karier pemain muda jika tak ditangani dengan baik, apalagi Januzaj sudah punya kontrak baru dengan peningkatan gaji besar.

Benar saja Moyes dipecat pada 2014 dan dua pelatih MU berikutnya Louis van Gaal dan Jose Mourinho 'tak bersahabat' untuk Adnan Januzaj.

Adnan Januzaj bersama Louis van Gaal

Dengan Van Gaal Januzaj yang diberi nomor legendaris Giggs (11) justru lebih banyak bermain di tim U-23 United, bukan tim utama. Pun demikian dengan Mourinho yang tidak memberinya banyak kesempatan bermain.

"Apa yang dia (Nicky Butt) katakan itu benar," ucap Januzaj kepada ESPN soal kekecewaan Butt melihatnya gagal bersinar di MU.

"Tapi satu-satunya masalah adalah saya tidak memiliki pelatih yang tepat untuk meningkatkan level saya dan mendorong saya."

"Ketika Van Gaal datang, saya memainkan satu dari enam pertandingan, jadi itu sulit, dan saya seperti, 'Apa yang saya lakukan di sini?'. Musim pertama di bawah Moyes saya mendapatkan waktu bermain untuk menunjukkan diri saya.

"Saya pikir saya memainkan 30 atau 35 pertandingan. Kemudian itu adalah satu pertandingan dan lima di bangku cadangan dan dengan kualitas saya, saya tidak mengerti."

"Satu-satunya hal yang bisa digunakan pelatih untuk melawan Anda adalah jika Anda tidak berlatih dengan baik, tetapi saya tahu diri saya sendiri, saya berlatih dengan baik. Itu tidak pernah menjadi alasan bagi saya, saya selalu berlatih keras sejak saya memulai sepak bola."

"Di Manchester United, hal yang paling mengecewakan adalah saya tidak mendapatkan pertandingan. Pada saat itu saya hanya ingin meninggalkan klub. Itu adalah situasi yang sulit."

"Di United, saya tidak memiliki banyak peluang, terutama ketika Van Gaal dan Mourinho datang. Ketika mereka datang itu lebih sulit bagi saya karena saya adalah pemain muda. Saya berusia 18 atau 19 tahun dan saya harus menerima banyak hal."

"Sebelumnya saya memiliki orang-orang yang percaya pada saya seperti Ferguson. Jika dia bertahan di sana lebih lama, saya pikir saya akan bermain lebih lama untuk Manchester United," terang dia.

Alhasil Januzaj pada awalnya dipinjamkan MU ke Borussia Dortmund (2015-2016) dan Sunderland (2016-2017), namun tak bertahan lama di sana karena menurut pengakuan Thomas Tuchel (pelatih Dortmund kala itu) sikap Januzaj tak bagus.

Thomas Tuchel berbicara dengan Adnan Januzaj

"Sayang dia tidak menunjukkan keinginan dan sikap yang Anda butuhkan untuk berkembang di usianya," terang Tuchel. "

Perasaan saya adalah bahwa dia tidak pernah sepenuhnya bersama kami, bahwa sebagian dari dirinya selalu bertahan di Manchester dan dia membandingkan segalanya di sini dengan United. Kami tidak dapat membantunya untuk melepaskannya."

Bangkit dengan Real Sociedad

Karier Adnan Januzaj bangkit di Real Sociedad

Pada akhirnya Januzaj memilih dilatih kembali oleh Moyes di Sunderland dan Real Sociedad. Moyes memberinya wejangan 'emas' yang bisa jadi diterima baik Januzaj hingga kariernya bangkit kembali dengan Sociedad.

"Saya sudah berkata kepada Adnan, Anda harus berhenti menyalahkan orang lain atas apa yang salah pada diri Anda," ucap Moyes soal Januzaj.

"Saya telah memberitahu Adnan untuk melihat dirinya sendiri dan menyadari bahwa itu tergantung padanya untuk mengubahnya. Itu tidak selalu bisa menjadi kesalahan manajer atau kesalahan pelatih hingga ia tidak berkembang."

"Adnan harus bertanya apakah dia sudah bersiap dengan benar, apakah dia sudah mendapatkan dirinya dalam kondisi terbaik, apakah dia sudah berlatih dengan cukup baik? Dan, ketika dia mendapat kesempatan, apakah dia bermain cukup baik? Dalam banyak kasus, jawabannya pastilah tidak."

MU pada akhirnya melepas eks wonderkid mereka itu ke Real Sociedad pada 2017. Kabarnya ada klausul pembelian kembali yang diselipkan di dalam kontrak dan MU melakukannya setelah belajar dari pengalaman Paul Pogba.

Pogba produk akademi MU yang dilepas gratis ke Juventus pada 2014, lalu MU - uniknya - membelinya mahal dari Juventus pada 2016.

Empat tahun di kawasan Basque, Januzaj menemukan ketenangan dalam membangkitkan kariernya dan sampai saat ini sudah mencetak 16 gol, memberikan 16 assists dari 109 laga untuk tim arahan Imanol Alguacil.

Pada usia 26 tahun Januzaj belum mencapai penampilan primanya di Eropa dan di fase 16 besar Liga Europa dipertemukan dengan MU. Dendam kah Januzaj?

"Saya tidak harus membuktikan kepada siapa pun betapa bagusnya saya, saya hanya harus percaya pada diri saya sendiri, mendapatkan permainan saya dan bahagia," tegas Januzaj.

"Saya sangat senang bisa kembali ke sana, klub yang saya cintai. Begitu saya di lapangan, tidak akan ada teman karena jelas saya bermain untuk klub lain sekarang dan saya juga ingin memenangkan pertandingan."

Breaking News Adnan Januzaj Januzaj Manchester United Real Sociedad Sosok

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Persib vs Melbourne Victory FC, Pertandingan Paling Serius untuk Maung Bandung
Persib Bandung menghadapi Melbourne Victory pada AFC Champions League Two 2026/2027, Rabu 28 Oktober di Stadion Si Jalak Harupat. Igor Tolic waspadai kekuatan lawan, cek kondisi pemain dan peluang Maung Bandung mempertahankan puncak klasemen Grup E!
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Persib vs Melbourne Victory FC, Pertandingan Paling Serius untuk Maung Bandung
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Liverpool vs Chelsea: The Blues Terancam
Prediksi Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup 2026/2027, Kamis 29 Oktober pukul 03.00 WIB. The Blues terancam, cek prediksi skor, head to head, dan link streaming di sini!
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Liverpool vs Chelsea: The Blues Terancam
Liga Indonesia
Persija Pecat Pelatih, Eks Asisten Mauricio Souza Kembali
Persija Putri menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih baru menggantikan Muhamad Yusup Prasetiyo setelah meraih hasil buruk dalam dua laga awal IWL 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Persija Pecat Pelatih, Eks Asisten Mauricio Souza Kembali
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Venezia vs Inter Milan: Misi Kembali ke Puncak
Prediksi Venezia vs Inter Milan di Serie A 2026/2027, Kamis (29/10) pukul 00.30 WIB. Inter memburu kemenangan demi kembali ke puncak klasemen. Cek prediksi skor dan link streaming di sini!
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Venezia vs Inter Milan: Misi Kembali ke Puncak
Indonesia
Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 Segera Bergulir, 16 Tim Berebut Takhta Juara
Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 digelar pada 3-5 November di ASIOP Stadium, Jakarta. Sebanyak 16 tim media akan bersaing, termasuk SCTV sebagai juara bertahan.
Rizqi Ariandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 Segera Bergulir, 16 Tim Berebut Takhta Juara
Hasil akhir
Hasil Fleetwood vs Arsenal di Carabao Cup: The Gunners Angkat Koper
Hasil Fleetwood vs Arsenal di Carabao Cup 2026/2027 berakhir 1-1 sebelum The Gunners kalah 3-4 dalam adu penalti. Arsenal pun tersingkir secara mengejutkan!
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Hasil Fleetwood vs Arsenal di Carabao Cup: The Gunners Angkat Koper
Klasemen
Klasemen Serie A Terbaru Usai AS Roma vs Cagliari: Papan Atas Semakin Panas
Klasemen Serie A 2026/2027 terbaru usai Roma menang 4-2 atas Cagliari, Lazio pesta gol 6-2 kontra Sassuolo, dan Como menekuk Torino. Persaingan papan atas makin panas!
Johan Kristiandi - Rabu, 28 Oktober 2026
Klasemen Serie A Terbaru Usai AS Roma vs Cagliari: Papan Atas Semakin Panas
Inggris
Michael Carrick Belum Akan Dipecat Manchester United, Manajemen Masih Sabar
Manajemen Manchester United memutuskan untuk tidak memecat Michael Carrick. Setan Merah sudah dinantikan laga sulit dalam beberapa pekan ke depan.
Gazza Roosaryatama - Selasa, 27 Oktober 2026
Michael Carrick Belum Akan Dipecat Manchester United, Manajemen Masih Sabar
Italia
AC Milan Pantau Bruno Fernandes, Reuni dengan Ruben Amorim?
AC Milan minati Bruno Fernandes yang dikabarkan retak dengan Manchester United. Sang gelandang berpeluang reuni dengan Ruben Amorim di Italia.
Gazza Roosaryatama - Selasa, 27 Oktober 2026
AC Milan Pantau Bruno Fernandes, Reuni dengan Ruben Amorim?
Liga Indonesia
IWL Baru Berjalan 2 Pekan, Persija Women Sudah Ganti Pelatih Kepala
Persija Women ganti pelatih kepala usai lalui dua laga awal IWL 2026/2027 tanpa kemenangan. Ricky Nelson ditunjuk gantikan Muhamad Yusup Prasetiyo.
Gazza Roosaryatama - Selasa, 27 Oktober 2026
IWL Baru Berjalan 2 Pekan, Persija Women Sudah Ganti Pelatih Kepala
Bagikan