Menpora Berterima Kasih Atas Kerja Cepat Gugus Tugas Pimpinan Raja Sapta Oktohari

Misi akselerasi yang diemban Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA berhasil.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Jumat, 04 Februari 2022
Menpora Berterima Kasih Atas Kerja Cepat Gugus Tugas Pimpinan Raja Sapta Oktohari
Menpora Zainudin Amali dan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (MP/Dicke Prasetia)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Misi akselerasi yang diemban Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA berhasil. Lembaga Anti-Doping Indonesia atau yang kini bertransformasi menjadi Indonesia Anti-doping Organization (IADO) sudah dihapus dari daftar non-compliant signatories.

Kerinduan masyarakat Indonesia melihat Merah Putih berkibar di event olahraga internasional akhirnya terwujud setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) akhirnya memberikan status compliance (patuh) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI)/Indonesia Anti Doping Organization (IADO).

“Alhamdulillah sanksi WADA terhadap Indonesia telah dicabut. 2 Februari waktu Montreal atau 3 Februari WIB, kami menerima kabar langsung dari Direktur Jenderal WADA Olivier Niggli bahwa IADO sudah mendapat status compliance terhadap WADA Code dan kini Merah Putih bisa berkibar lagi,” kata Ketua Gugus Tugas yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, Jumat (04/02).

(Foto: MP/Dicke Prasetia)

Komite Eksekutif WADA menetapkan IADO tak patuh terhadap WADA Code pada 14 September 2021. Status tersebut berlaku efektif mulai 7 Oktober 2021 setelah IADO tidak memberikan sanggahan atas putusan tersebut.

Akibatnya, Indonesia mendapat sanksi karena WADA membekukan sejumlah hak-hak Indonesia di bidang olahraga selama satu tahun, di antaranya tidak diperbolehkannya bendera negara berkibar ketika atlet Indonesia naik podium saat upacara penyerahan medali.

Kini, belenggu sanksi yang mendera Merah Putih berhasil dilepaskan. Itu berkat kerja cepat Gugus Tugas Percepatan Sanksi WADA yang dibentuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Gerak Cepat Gugus Tugas

Usai mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo, Menpora langsung menugaskan Okto, panggilan akrab Raja Sapta, untuk membantu akselerasi dan investigasi sanksi WADA terhadap IADO. Okto berhasil merajut Merah Putih yang tergores dalam waktu kurang dari empat bulan.

Dua hari sejak ditunjuk, Okto langsung bergerak cepat. Ia dan sekjen Ferry Kono berangkat ke Yunani untuk menemui Presiden WADA Witold Banka, Niggli, dan Direktur Utama RADO Eropa Sebastien Gillot di ANOC General Assembly. Koordinasi intensif pun dilakukan Gugus Tugas dengan SEARADO sembari bersinergi dan mendesak IADO untuk menyelesaikan pending matters.

Dari pertemuan tersebut, Okto membuka jalur komunikasi yang selama ini terhambat dan mengakibatkan IADO tak maksimal menjalankan hal teknis dan administratif.

“Kami menyadari tantangan yang kami hadapi tak mudah. Ancaman durasi sanksi satu tahun ini terlalu lama bagi Indonesia. Kita tak bisa menjadi tuan rumah event regional, kontinental, dan internasional. Apalagi tak bisa dikibarkan bendera Merah Putih dan kita semua terguncang ketika Merah putih tak bisa berkibar ketika Tim Thomas Indonesia mengakhiri penantian 19 tahun untuk merengkuh Piala Thomas,” kata Okto.

Menyadari hal tersebut, pria kelahiran Jakarta, 15 Oktober 1975 ini pun gencar berkomunikasi dua arah dengan WADA. Ia didampingi bendahara NOC Indonesia Tommy Hermawan Lo berangkat ke kantor WADA di Lausane, Swiss untuk menyampaikan progres IADO ke Niggli. Bak gayung bersambut, WADA mengapresiasi kinerja Indonesia dan berjanji akan berkoordinasi dengan SEARADO dan JADA untuk melakukan review sanksi WADA terhadap IADO.

“Kami sampaikan saat itu Indonesia tidak punya waktu satu tahun karena kami memiliki banyak agenda untuk menjadi tuan rumah multi event ANOC World Beach Games 2023, ASEAN Para Games 2021, termasuk single event IESF 14th Esports World Championships 2022 serta World Cup Sports Climbing di Bali tahun ini. Apapun akan saya korbankan dan siapapun akan urusan olahraga Indonesia dan Merah Putih di mata dunia.”

Okto juga berharap, pembaharuan nama LADI ke IADO dapat menjadi awal baru bagi badan anti-doping Indonesia untuk menjalankan tugasnya sebagai lembaga independen, profesional, dan modern.

“Ini menjadi awal baru. Kini sudah tidak ada lagi LADI, tetapi IADO. Semoga IADO dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga sanksi WADA seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Okto.

(Foto: MP/Dicke Prasetia)

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali bersyukur dengan kabar baik yang dilaporkan Gugus Tugas. Terlebih, sanksi yang seharusnya diterima satu tahun bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari empat bulan.

“Terima kasih atas kerja keras Gugus Tugas karena sanksi bisa diakselerasi dalam waktu 3,5 bulan. Instruksi Presiden kepada saya adalah perbaiki komunikasi, penuhi semua permintaan WADA, investigasi kenapa sanksi bisa terjadi dan umumkan ke publik. Jadi pekerjaan Pak Okto selaku Ketua Gugus Tugas belum selesai,” kata Menpora.

“Saya sendiri berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ketua LADI harus bisa memastikan bahwa waktu tiga bulan yang diberikan WADA bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan sampai kita mendapat status non-compliance lagi.”

Sementara itu, Ketua IADO Mustafa Fauzi berterima kasih atas dukungan pemerintah untuk menjadikan organisasi anti-doping Indonesia menjadi independent dan profesional.

“Kami berterima kasih kepada Pak Presiden RI Joko Widodo, Pak Menpora, Ketua NOC Indonesia, KONI Pusat, NPC Indonesia, dan seluruh stakeholder yang membantu IADO untuk menjadi lebih baik dalam menjalankan tugasnya,” kata Mustafa.

Raja Sapta Oktohari Menpora NOC Koi Breaking News

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Persita vs Persija, Live di Sini!
Persita vs Persija, pekan kelima Super League 2026/2027, di Banten International Stadium, Sabtu (17/10), pukul 19.00 WIB, live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Persita vs Persija, Live di Sini!
Liga Indonesia
Emil Audero dan Maarten Paes Kepo soal Liga Indonesia
Nadeo Argawinata mengungkap Emil Audero dan Maarten Paes tertarik mempelajari Liga Indonesia. Ia juga banyak belajar dari kedua kiper Timnas Indonesia itu.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Emil Audero dan Maarten Paes Kepo soal Liga Indonesia
Berita
Menpora Erick Thohir Dorong Daerah Garap Potensi Industri Olahraga dan Sport Tourism
Menpora Erick Thohir mendorong daerah mengembangkan industri olahraga, sport tourism, dan mengoptimalkan fasilitas olahraga untuk menggerakkan ekonomi.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Dorong Daerah Garap Potensi Industri Olahraga dan Sport Tourism
Liga Indonesia
Jelang Persita Vs Persija, The Jakmania dan Laskar Benteng Viola Gelar Aksi Sosial
The Jakmania bersama Laskar Benteng Viola menyalurkan bantuan sosial melalui Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten jelang Persita vs Persija.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jelang Persita Vs Persija, The Jakmania dan Laskar Benteng Viola Gelar Aksi Sosial
Liga Indonesia
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Garudayaksa FC vs Arema FC, Live Sebentar Lagi
Garudayaksa FC vs Arema FC, pekan kelima Super League 2026/2027, di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10), pukul 15.30 WIB, live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Garudayaksa FC vs Arema FC, Live Sebentar Lagi
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Persita vs Persija: Macan Kemayoran Mencari Kemenangan Kelima Beruntun
Persita vs Persija, pekan kelima Super League 2026/2027, di Banten International Stadium, Sabtu (17/10), pukul 19.00 WIB, live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Persita vs Persija: Macan Kemayoran Mencari Kemenangan Kelima Beruntun
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming AS Roma vs Genoa, Live Gratis di ANTV!
Simak jadwal AS Roma vs Genoa, prediksi susunan pemain, head to head, dan link streaming Serie A 2026/2027. Cek cara menonton di ANTV dan Vidio!
Johan Kristiandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming AS Roma vs Genoa, Live Gratis di ANTV!
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Real Betis vs Barcelona, Live di Sini!
Real Betis vs Barcelona live di mana? Blaugrana memburu kemenangan kesembilan beruntun di LaLiga 2026/2027, tetapi Real Betis siap memberi perlawanan. Cek jadwal, prediksi susunan pemain, head to head, dan link streaming di sini!
Johan Kristiandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Real Betis vs Barcelona, Live di Sini!
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Real Betis vs Barcelona: Blaugrana Bisa Merana
Prediksi Real Betis vs Barcelona di LaLiga 2026/2027! Blaugrana memburu kemenangan kesembilan, tetapi Real Betis siap memberi kejutan. Cek prediksi skor, head to head, susunan pemain, jadwal, dan link streaming di sini!
Johan Kristiandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Real Betis vs Barcelona: Blaugrana Bisa Merana
Prediksi
Cara Menonton dan Link Streaming Bologna vs Inter Milan, Live ANTV?
Bologna vs Inter Milan live di mana? Inter Milan datang setelah kalah dari Club Brugge dan harus tampil tanpa Lautaro Martinez. Cek jadwal, prediksi susunan pemain, head to head, dan link streaming Serie A 2026/2027 di sini!
Johan Kristiandi - Sabtu, 17 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Bologna vs Inter Milan, Live ANTV?
Bagikan