Menilik Ulah Fans, Inggris Memang Layak Kalah Adu Penalti

Arief HadiArief Hadi - Rabu, 14 Juli 2021
Menilik Ulah Fans, Inggris Memang Layak Kalah Adu Penalti
Fans Inggris ketika membakar bendera Italia (Twitter)

BolaSkor.com - Legenda sepak bola Jerman Lothar Matthaus tidak menahan ucapannya ketika membahas kegagalan timnas Inggris di Piala Eropa 2020. Matthaus menilai Inggris memang layak kalah di drama adu penalti.

Seperti diketahui, Inggris kalah 2-3 di drama adu penalti melawan Italia setelah laga berakhir imbang 1-1 di waktu normal pada final Piala Eropa 2020 di Wembley. Dua pencetak gol di waktu normal itu adalah Luke Shaw dan Leonardo Bonucci.

Inggris bertahan dalam dan 'ketakutan' menyerang Italia. Itu bisa dilihat dari penguasaan bola 66 persen Italia dan banyaknya peluang yang mereka ciptakan.

Baca Juga:

Susunan Pemain Terbaik Piala Eropa 2020: Tidak Ada Nama Cristiano Ronaldo

UEFA Dakwa Suporter Bersalah, Inggris Terancam Kena Sanksi

Pemerintah Inggris Siap Rekomendasikan Southgate Dapat Gelar 'Sir'

Italia mengalahkan Inggris

Pada drama adu penalti tiga penendang Inggris: Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka gagal mencetak gol, sedangkan dari Italia Andrea Belotti dan Jorginho gagal mencetak gol.

Kekalahan dari drama adu penalti itu membuat persentase kesuksesan Inggris di fase itu di rasio rendah 22 persen (hanya dua kali menang dari enam drama adu penalti). Itu juga mengingatkan publik akan kegagalan penalti melawan Jerman di semifinal Piala Eropa 1996.

Lothar Matthaus: Inggris Layak Dapat Trauma Penalti

Matthaus sama sekali tak memiliki simpati atas kekalahan Inggris apalagi jika mengingat ulah suporter. Dengan tegas Matthaus menilai Three Lions memang layak kalah karena hal tersebut.

"Fans Inggris memusuhi gadis kecil berbaju Jerman itu," tulis Matthaus di SportBild. "Mereka bersiul kala lawan menyanyikan lagu kebangsaan."

"Kiper Denmark Kasper Schmeichel dibutakan dengan laser saat penalti yang dilakukan Raheem Sterling untuk masuk ke semifinal."

"Tambahkan juga permusuhan rasis terhadap pemain mereka sendiri setelah final. Orang Inggris yang terhormat, itu adalah perilaku tidak sportif yang tidak kami ketahui dari Anda dan tidak pernah ingin melihat lagi."

"Jadi, maaf untuk para pemain tetapi Anda pantas mendapatkan trauma setelah final kalah dalam adu penalti," cetus dia.

Insiden yang dimaksud Matthaus itu datang ketika gadis cilik dengan jersey Jerman dihina oleh fans Inggris pasca 16 besar Piala Eropa 2020 (Inggris menang 2-0).

Belum lagi siulan kepada lagu kebangsaan lawan yang sudah diperingati Gareth Southgate, pelatih timnas Inggris sebelum laga final. Serta permainan laser suporter kepada Schmeichel di semifinal.

Terakhir adalah momen ketika tiga pemain Inggris, Rashford, Sancho, dan Saka gagal mencetak gol penalti lalu menjadi korban rasial di media sosial oleh suporter Inggris.

Simak Rangkuman keseruan Piala Eropa 2020 di sini

Breaking News Piala eropa Piala Eropa 2020 Timnas Inggris
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

12.481

Berita Terkait

Timnas
Kesan Calvin Verdonk Jalani Debut bersama Timnas Indonesia di Tengah Atmosfer Luar Biasa GBK
Apa kata Calvin Verdonk?
Tengku Sufiyanto - Rabu, 12 Juni 2024
Kesan Calvin Verdonk Jalani Debut bersama Timnas Indonesia di Tengah Atmosfer Luar Biasa GBK
Timnas
Calvin Verdonk Akui Timnas Indonesia Butuh Keberuntungan di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Calvin Verdonk memberikan isyarat berdoa agar Timnas Indonesia terhindar dari Jepang dan Korea Selatan.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 12 Juni 2024
Calvin Verdonk Akui Timnas Indonesia Butuh Keberuntungan di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas
Timnas Putri Indonesia Kalahkan Bahrain Dua Kali
Timnas Putri Indonesia sukses curi dua kemenangan atas Bahrain.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 12 Juni 2024
Timnas Putri Indonesia Kalahkan Bahrain Dua Kali
Piala Eropa
UEFA Akan Beri Penghormatan Khusus kepada Beckenbauer di Pembukaan Euro 2024
Mendiang Franz Beckenbauer akan diberi penghormatan oleh UEFA.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Juni 2024
UEFA Akan Beri Penghormatan Khusus kepada Beckenbauer di Pembukaan Euro 2024
Liga Indonesia
PSSI dan Kemendagri Lakukan Kerja Sama, APBD Bantu Diadakannya Liga Amatir
APBD untuk kompetisi amatir bukan untuk klub.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 12 Juni 2024
PSSI dan Kemendagri Lakukan Kerja Sama, APBD Bantu Diadakannya Liga Amatir
Liga Indonesia
Kongres PSSI 2024: Dorong Diadakannya Liga 4 dan Liga 1 Putri
PSSI juga mendorong Asosiasi Provinsi (Asprov) untuk menggelar liga-liga amatir.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 12 Juni 2024
Kongres PSSI 2024: Dorong Diadakannya Liga 4 dan Liga 1 Putri
Jerman
Menolak Arsenal dan Chelsea adalah Langkah Logis buat Benjamin Sesko
Sesko telah menjadi incaran dari klub besar Premier League.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Juni 2024
Menolak Arsenal dan Chelsea adalah Langkah Logis buat Benjamin Sesko
Piala Eropa
Euro 2024: Pedri Ungkap Senjata Rahasia Spanyol
Spanyol memulai Euro 2024 melawan Kroasia.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Juni 2024
Euro 2024: Pedri Ungkap Senjata Rahasia Spanyol
Italia
Marco Baroni Jadi Pelatih Baru Lazio
Baroni dia telah menandatangani kontrak multi-tahun.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Juni 2024
Marco Baroni Jadi Pelatih Baru Lazio
Piala Eropa
Euro 2024: Tiket Sesi Latihan Cristiano Ronaldo Dijual hingga Rp14 Juta
Daya magnet Cristiano Ronaldo masih kuat.
Yusuf Abdillah - Rabu, 12 Juni 2024
Euro 2024: Tiket Sesi Latihan Cristiano Ronaldo Dijual hingga Rp14 Juta
Bagikan