Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Mengenal Lebih Dekat UEFA Nations League

Penggila sepak bola di Eropa tak akan lagi bisa menyaksikan tim kesayangan bermain di laga persahabatan atau uji coba. Karena efektif mulai 2018 ini, UEFA resmi meluncurkan format baru yang dinamakan UEFA Nations League.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Kamis, 18 Januari 2018
Mengenal Lebih Dekat UEFA Nations League
UEFA NAtions League (UEFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Penggila sepak bola di Eropa tak akan lagi bisa menyaksikan tim kesayangan bermain di laga persahabatan atau uji coba. Karena efektif mulai 2018 ini, UEFA resmi meluncurkan format baru yang dinamakan UEFA Nations League.

Lewat format ini, setiap laga yang dilakoni setiap negara peserta menjadi lebih bernilai. Dalam penjelasannya, UEFA menjadikan agenda pertandingan persahabatan yang biasa menjadi lebih menarik untuk ditonton. UEFA Nation League mengusung konsep kompetisi reguler yang diikuti negara-negara berdasarkan peringkat UEFA.

Kompetisi dibagi menjadi empat liga berbeda; League A, League B, League C, League D yang dengan total 55 negara anggota UEFA. League A akan berisikan 12 negara teratas di peringkat UEFA. Disusul dengan League B yang juga diisi 12 negara namun dengan peringkat di bawah League A.

Begitu pun dengan League C (15 negara) dan League D (16 negara) yang akan diisi berdasarkan peringkat masing-masing negara di UEFA.

Kemudian masing-masing liga kembali dipecah menjadi empat grup berbeda dan diisi oleh negara hasil dari undian. Undian akan dilangsungkan pada 24 Januari 2018.

Grup di League A dan League B akan berisikan masing-masing tiga negara. Sedangkan League C akan memiliki dua grup berisi tiga negara dan dua grup berisi 4 negara.

League D sendiri akan berisikan minimal empat negara di setiap grupnya mengingat jumlah pesertanya yang lebih banyak.

Pertandingan sengit tentu saja akan tersaji di League A yang bisa mempertemukan Jerman, Inggris, dan Belanda dalam satu grup. Atau bisa jadi Spanyol dan Italia. Sistem pertandingan sendiri akan digelar kandang dan tandang.


Promosi dan Degradasi
Layaknya kompetisi liga umumnya, UEFA Nations League juga ada sistem promosi dan degradasi. Juara grup masing-masing liga akan naik kasta ke liga di atasnya. Sedangkan tim terbawah akan turun ke liga di bawahnya.

Para juara grup di League A akan saling berhadapan di babak semifinal dan final. Lokasi penyelenggaraan akan ditentukan oleh UEFA. Kompetisi akan berlangsung tiga bulan dimulai September hingga November 2018. Semifinal dan final akan dilangsungkan Juni 2019.

Bagian dari Kualifikasi Piala Eropa 2020
Penyelenggaraan UEFA Nations League tidak hanya berfungsi untuk menjadikan setiap laga persahabatan menjadi lebih seru, tapi sekaligus berpengaruh pada kualifikasi Piala Eropa 2020. Ajang ini akan menentukan siapa yang berhak mendapatkan tiket ke Piala Eropa 2020.

Masing-masing juara grup di setiap liga UEFA Nations League otomatis berhak lolos ke play-offs Piala Eropa 2020. Namun, untuk negara yang sudah mendapatkan tiket Euro 2020 lewat jalur normal kualifikasi, jatah mereka akan diberikan pada tim dengan peringkat terbaik kedua di masing-masing grup dan liga.

Dari 24 tiket yang tersedia di Piala Eropa 2020, 20 akan diisi otomatis oleh negara-negara yang lolos melalui babak kualifikasi yang dilaksanakan setelah tahapan grup UEFA Nations League selesai. Artinya, empat tiket tersisa akan diperebutkan 16 tim yang lolos ke babak play-offs.

Dengan sistem ini, ada kemungkinan tim seperti Moldova atau Kosovo bisa masuk ke babak play-off jika berhasil menjuarai grup di League D.

Konsep UEFA Nations League sangat menarik bagi anggota UEFA. Laga persahabatan yang sebelumnya hanya ajang pemanasan kini memiliki nilai lebih. Tiap negara pun akan selalu aktif saat jeda internasional. Meski begitu, laga uji coba yang seperti biasa masih akan dilakukan. Setiap negara masih bisa melakukan beruji coba, khususnya menjelang turnamen seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.

UEFA Nations League UEFA

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
UEFA Belum Cabut Ancaman Boikot Kompetisi FIFA, Abaikan Permintaan Maaf Infantino
UEFA menegaskan ancaman memboikot kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih tetap terbuka.
Yusuf Abdillah - Jumat, 07 Agustus 2026
UEFA Belum Cabut Ancaman Boikot Kompetisi FIFA, Abaikan Permintaan Maaf Infantino
Piala Dunia
FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
UEFA secara resmi menolak rencana FIFA menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor. Bahkan, federasi sepak bola Eropa itu mengancam memboikot seluruh kompetisi FIFA jika proposal tetap dijalankan.
Johan Kristiandi - Jumat, 31 Juli 2026
FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
Piala Dunia
Erick Thohir Dukung FIFA Jual Sebagian Saham Piala Dunia, PSSI Berpeluang Dapat Lebih dari Rp360 Miliar
Erick Thohir mendukung rencana FIFA menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia. Jika disetujui, PSSI berpeluang menerima pendanaan hingga 20 juta dolar AS untuk melanjutkan transformasi sepak bola Indonesia.
Rizqi Ariandi - Jumat, 31 Juli 2026
Erick Thohir Dukung FIFA Jual Sebagian Saham Piala Dunia, PSSI Berpeluang Dapat Lebih dari Rp360 Miliar
Piala Dunia
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Perseteruan FIFA dan UEFA kembali memanas setelah muncul rencana penjualan saham Piala Dunia senilai US$20 miliar. UEFA menilai langkah tersebut berpotensi mengancam tata kelola sepak bola dunia.
Johan Kristiandi - Rabu, 29 Juli 2026
Perseteruan FIFA vs UEFA Berlanjut ke Jilid 2
Ragam
6 Hal yang Menjadi Tren di Piala Dunia 2026
Simak enam tren paling menarik di Piala Dunia 2026, mulai dari penalti yang melempem hingga dominasi tim-tim Eropa berdasarkan data statistik.
Arief Hadi - Jumat, 10 Juli 2026
6 Hal yang Menjadi Tren di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Ditolak Masuk Amerika Serikat, Omar Artan Cetak Sejarah Jadi Wasit Afrika Pertama yang Pimpin Piala Super Eropa
Omar Artan akan mencatatkan namanya dalam sejarah. Wasit asal Somalia itu ditunjuk untuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026.
Yusuf Abdillah - Jumat, 12 Juni 2026
Ditolak Masuk Amerika Serikat, Omar Artan Cetak Sejarah Jadi Wasit Afrika Pertama yang Pimpin Piala Super Eropa
Liga Champions
Buntut Dorong Ball Boy, Pedro Neto Terancam Hukuman UEFA
Buntut dari insiden dorong ball boy di laga melawan PSG, UEFA resmi membuka proses disipliner terhadap pemain Chelsea Pedro Neto.
Yusuf Abdillah - Jumat, 13 Maret 2026
Buntut Dorong Ball Boy, Pedro Neto Terancam Hukuman UEFA
Inggris
Chelsea Catat Kerugian Rp8 Triliun, Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Inggris
Chelsea mencatatkan kerugian pra-pajak senilai 407 juta euro atau lebih dari Rp8 Triliun.
Yusuf Abdillah - Jumat, 27 Februari 2026
Chelsea Catat Kerugian Rp8 Triliun, Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Inggris
Liga Champions
Buntut Dugaan Rasisme, UEFA Resmi Jatuhkan Hukuman Sementara kepada Prestianni
Gianluca Prestianni tidak bisa tampil pada leg kedua babak play-off 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu.
Yusuf Abdillah - Selasa, 24 Februari 2026
Buntut Dugaan Rasisme, UEFA Resmi Jatuhkan Hukuman Sementara kepada Prestianni
Liga Champions
Bantah Lakukan Pelecehan Rasial, Gianluca Prestianni Tetap Terancam Hukuman Berat
Gianluca Prestianni telah memberikan keterangan dalam penyelidikan UEFA terkait dugaan pelecehan rasisnya terhadap Vinícius Junior.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 21 Februari 2026
Bantah Lakukan Pelecehan Rasial, Gianluca Prestianni Tetap Terancam Hukuman Berat
Bagikan