Masalah Tak Berakhir setelah Enam Klub Mundur dari Liga Super Eropa
BolaSkor.com - Dalam dua hari terakhir Eropa dibuat geger dengan berdirinya Liga Super Eropa yang didirikan 12 klub top Eropa. Liga Super Eropa tetap terbentuk meski ditentang banyak pihak termasuk UEFA dan FIFA.
Kedua badan organisasi sepak bola besar dunia itu bersama dengan fans dan pandit sepak bola sama-sama mengecam adanya Liga Super Eropa, sebab liga itu bisa mengancam eksistensi sepak bola yang selama ini dikenal dunia dan merusak keseimbangan.
Bak drama telenovela selang sehari setelah Liga Super Eropa dibentuk, perubahan drastis terjadi dengan mundurnya enam klub Premier League dari liga itu, yakni: Manchester City, Manchester United, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.
Mundurnya keenam klub dari 12 klub itu membuat Liga Super Eropa mengatur ulang rencana. Hal itu menyisakan cerita, sebab dengan pengaturan ulang maka Liga Super Eropa masih akan tetap ada dan berpeluang muncul lagi di masa depan.
Baca Juga:
Wakil Premier League Ramai-ramai Mundur dari Liga Super Eropa
Liga Super Eropa Respons Pengunduran Diri Wakil Premier League
Pengadilan Niaga Madrid Larang FIFA dan UEFA Cegah Liga Super Eropa
"Liga Super Eropa yakin bahwa status quo sepak bola Eropa saat ini perlu diubah," tutur pernyataan dari Liga Super Eropa Kami mengusulkan kompetisi Eropa baru karena sistem yang ada tidak berfungsi."
"Proposal kami bertujuan untuk memungkinkan olahraga berkembang sambil menghasilkan sumber daya dan stabilitas untuk piramida sepak bola penuh, termasuk membantu mengatasi kesulitan keuangan yang dialami oleh seluruh komunitas sepak bola sebagai akibat dari pandemi."
"Ini juga akan memberikan pembayaran solidaritas yang meningkat secara material kepada semua pemangku kepentingan sepak bola.
"Meskipun klub-klub Inggris mengumumkan kepergian, dipaksa untuk mengambil keputusan seperti itu karena tekanan pada mereka, kami yakin proposal kami sepenuhnya selaras dengan hukum dan peraturan Eropa seperti yang ditunjukkan oleh keputusan pengadilan untuk melindungi Liga Super dari pihak ketiga."
"Mengingat keadaan saat ini, kami akan mempertimbangkan kembali langkah-langkah yang paling tepat untuk membentuk kembali proyek, selalu mengingat tujuan kami untuk menawarkan pengalaman terbaik kepada para penggemar sambil meningkatkan pembayaran solidaritas untuk seluruh komunitas sepak bola."
Masalah Tak Berakhir
Pertama, Liga Super Eropa masih bisa dihelat di masa depan karena tak sepenuhnya bubar. Kedua adalah kenyataan yang terungkap bahwa petinggi-petinggi khususnya pemilik klub tak segan mengikuti proyek yang menjanjikan uang banyak, meski ditentang oleh UEFA dan FIFA.
Dengan mudahnya mereka 'menjual' klub untuk berpatisipasi di Liga Super Eropa tanpa persetujuan pemain-pemain hingga pelatih tim. Tak ayal tuntutan untuk mundur langsung ditujukan kepada pemilik-pemilik klub.
"Saya sebenarnya sama marahnya dengan Liverpool saat ini dibandingkan kemarin karena mereka (petinggi klub) masih bertahan di sana," tutur legenda Liverpool Jamie Carragher.
"Jurgen Klopp telah menyudutkan mereka. Kapten mereka sendiri telah melemparkan menyudutkan mereka. Bahkan ayahmu memiliki Kelly (Kenny Dalglish). Tidak ada yang tersisa untuk mereka. Saya tidak melihat bagaimana mereka bisa melanjutkan."
"Saya tidak melihat masa depan untuk kepemilikan FSG di Liverpool setelah ini. Saya pikir mereka memperburuk diri mereka sendiri," cetus Carragher.
Hal yang sama dituturkan legenda Manchester United Gary Neville kepada mantan klubnya, khususnya setelah Ed Woodward mundur dari jabatannya sebagai CEO Man United selama 16 tahun. Masalah di Liga Super Eropa pun berlanjut meski enam klub telah mengundurkan diri
Arief Hadi
16.042
Berita Terkait
Aziz Calim Cari Penantang Sepadan di Prime Kumite Championship 3
Futsal SEA Games 2025: Timnas Putri Raih Perak, Tim Putra Jaga Asa Medali Emas
Mauro Icardi Akan Tinggalkan Galatasaray, AC Milan Jadi Salah Satu Tujuan
Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025, Kamis (18/12): Tim Indonesia Capai Target 80 Medali Emas
Jordi Amat Komentari Rumor John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Napoli vs AC Milan: Kapten Partenopei Pantang Menang Adu Penalti
SEA Games 2025: Kabaddi Bawa Tim Indonesia Capai Target 80 Medali Emas
SEA Games 2025: Medali Emas dalam Jangkauan, Timnas Voli Putra Indonesia Melaju ke Final
SEA Games 2025: Dea Salsabila Putri Sumbang Medali Emas Pertama Modern Pentathlon
Newcastle United Tidak Sabar Tantang Manchester City di Semifinal Piala Liga Inggris