Masalah Juventus Jadi Cerminan Buruknya Sepak Bola Italia

Juventus tanpa pemain outfield berpaspor Italia untuk pertama kalinya. Kondisi Bianconeri menjadi cerminan masalah sepak bola Italia.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 15 September 2026
Masalah Juventus Jadi Cerminan Buruknya Sepak Bola Italia
Juventus (Foto: Sky Sports)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com – Laga Juventus melawan Sassuolo mengukir sejarah bagi Bianconeri, yang juga ironi bagi sepak bola Italia.

Seperti yang dilaporkan Opta, untuk pertama kalinya dalam sejarah klub asal Turin itu, mereka menurunkan tim tanpa satu pun pemain outfield (non-kiper) berpaspor Italia.

Situasi serupa juga terjadi pada kemenangan Como atas RB Leipzig di Liga Champions pekan lalu, yang tak memiliki satupun pemain Italia di starting XI.

Hal ini diyakini menjadi alasan kuat mengapa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) harus melihat fakta kegagalan mereka menembus tiga edisi Piala Dunia terakhir.

Baca Juga:

Hasil Sassuolo vs Juventus: Gol di Masa Injury Time Bikin Bianconeri Tumbang

Tidak ada pemain outfield (non-kiper) Italia dalam susunan pemain Juventus (Foto: SofaScore)

Mengesampingkan masalah krisis pemain lokal, performa Juventus di atas lapangan musim ini juga tidak memberikan banyak harapan bagi para penggemarnya.

Situasi ini bahkan membuat warganet di media sosial dengan nada mengejek menjuluki tim asal Turin itu sebagai "Manchester United-nya Italia".

Jika melihat pada angka statistik, posisi skuad saat ini memang tidak terlalu membanggakan.

Juventus masih tertahan di peringkat kedelapan Serie A dengan raihan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, serta selisih gol yang kurang impresif yakni 6:4.

Tumpulnya Lini Serang Juventus

Sassuolo
Sassuolo vs Juventus (X/Juventus)

Pada sebagian besar metrik, Juventus memang tampil baik, terutama di sektor pertahanan.

Namun saat membangun serangan, mereka justru bermain layaknya tim papan bawah yang sedang berjuang keras untuk menghindari jurang degradasi.

Kesulitan menyerang mereka dimulai dari sang striker pilihan pertama pelatih Luciano Spalletti, yakni Randal Kolo Muani.

Striker asal Prancis itu belum juga menyumbang gol dalam empat pertandingan awal liga musim ini.

Baca Juga:

Klasemen Serie A Terbaru: AS Roma di Puncak, Juventus Tergelincir

Catatan nirgol tersebut jelas memicu sorotan tajam dari berbagai pihak di Italia.

Performa tumpul Kolo Muani dinilai sangat tidak cukup dan tidak sepadan, untuk ukuran seorang pemain yang didatangkan dengan biaya fantastis mencapai 40 juta euro.

Lemahnya lini depan Juventus makin terbukti mengingat hanya Edon Zhegrova penyerang yang bisa mencetak gol sejauh ini.

Gol lainnya justru lahir dari gelandang seperti Teun Koopmeiners dan Nicolas Gonzalez, serta bek Federico Gatti dan Gleison Bremer.

Ilusi Pertahanan Kokoh dan Badai Cedera Pemain

Luciano
Luciano Spalletti (Football-Italia)

Sekilas, pertahanan Juventus tampak luar biasa dengan hanya mengizinkan 0,45 xG (angka harapan gol lawan) per laga.

Namun, jika dibedah lewat statistik lanjutan, Juve justru berada di urutan ke-18 dalam hal selisih antara gol yang diharapkan dan kebobolan, yakni di angka -2,21.

Lini depan makin bermasalah karena striker lain, Nick Woltemade, juga belum mencetak gol meski tim menciptakan 2,3 peluang per laga.

Tingkat konversi tembakan mereka sangat buruk, yakni hanya menghasilkan 6 gol dari 74 tembakan (8,1 persen), yang menempatkan mereka di peringkat ke-15 liga.

Baca Juga:

Rating Jay Idzes saat Sassuolo Menang 3-2 atas Juventus di Serie A

Masalah penyelesaian akhir ini makin diperparah dengan badai cedera parah yang menimpa pilar utama.

Tiga pemain kunci yang harus menepi adalah Kenan Yildiz, Manuel Locatelli, dan Khephren Thuram, yang mana peran ketiganya sangat sulit digantikan.

Berdasarkan data Sofascore, Yildiz terlibat dalam 27 persen gol tim, sementara Locatelli adalah pengatur irama dengan rating Sofascore tertinggi 7,72.

Kehilangan mereka membuat Juventus harus memutar otak mencari solusi, mengingat banyak dari pemain kunci ini tak akan kembali merumput sebelum tahun 2027 mendatang.

Serie a Juventus Sassuolo Luciano Spalletti Italia

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Italia
Intip Megahnya Generali Stadium, Stadion Baru AC Milan dan Inter Milan
AC Milan dan Inter Milan memperkenalkan Generali Stadium berkapasitas 71.500 penonton. Intip desain megah stadion baru yang ditargetkan rampung pada 2031!
Johan Kristiandi - Jumat, 30 Oktober 2026
Intip Megahnya Generali Stadium, Stadion Baru AC Milan dan Inter Milan
Klasemen
Klasemen Serie A Terbaru Usai Fiorentina vs Atalanta: Papan Bawah Tidak Kalah Seru
Klasemen Serie A 2026/2027 terbaru usai Fiorentina ditahan imbang 2-2 oleh Atalanta. La Viola masih di zona degradasi, bagaimana posisi kedua tim?
Johan Kristiandi - Jumat, 30 Oktober 2026
Klasemen Serie A Terbaru Usai Fiorentina vs Atalanta: Papan Bawah Tidak Kalah Seru
Italia
Tanpa Alasan, Luka Modric Sebut AC Milan Pantas Kalah dari Bologna
AC Milan telan kekalahan perdana di Serie A usai dibungkam Bologna 2-4 di San Siro. Luka Modric akui Rossoneri tampil buruk dan layak kalah.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 29 Oktober 2026
Tanpa Alasan, Luka Modric Sebut AC Milan Pantas Kalah dari Bologna
Italia
Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Inter Milan Beruntung Kalahkan Venezia
Inter Milan menang 2-0 atas Venezia berkat dua gol bunuh diri. Cristian Chivu mengakui keberuntungan timnya dan menyoroti performa jelang Derby Milan.
Arief Hadi - Kamis, 29 Oktober 2026
Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Inter Milan Beruntung Kalahkan Venezia
Italia
Tak Berdaya Melawan Genoa, Juventus Tak Punya 'Api' yang Membara
Juventus kalah 0-2 dari Genoa di Serie A. Luciano Spalletti mengkritik mentalitas, intensitas duel, dan daya juang para pemain Bianconeri.
Arief Hadi - Kamis, 29 Oktober 2026
Tak Berdaya Melawan Genoa, Juventus Tak Punya 'Api' yang Membara
Italia
AC Milan Dibantai Bologna, Ini Dalih Ruben Amorim
AC Milan kalah 2-4 dari Bologna di San Siro. Ruben Amorim menyoroti kelelahan pemain, badai cedera, dan persiapan menghadapi Inter Milan.
Arief Hadi - Kamis, 29 Oktober 2026
AC Milan Dibantai Bologna, Ini Dalih Ruben Amorim
Hasil akhir
Hasil dan Klasemen Serie A: AC Milan dan Juventus Tumbang, Inter Milan Tak Terbendung
Hasil dan klasemen Serie A 2026-2027 pekan sembilan: AC Milan dibantai Bologna 2-4, Juventus kalah dari Genoa, sedangkan Inter Milan kokoh di puncak.
Arief Hadi - Kamis, 29 Oktober 2026
Hasil dan Klasemen Serie A: AC Milan dan Juventus Tumbang, Inter Milan Tak Terbendung
Italia
Level AC Milan Belum Setara dengan Inter Milan
Hernan Crespo menilai Inter Milan sebagai kandidat kuat juara Serie A 2026-2027. Simak alasan di balik kekuatan skuad asuhan Cristian Chivu.
Arief Hadi - Rabu, 28 Oktober 2026
Level AC Milan Belum Setara dengan Inter Milan
Italia
Sebut Inter Milan Mirip Kapal Perang, Legenda Serie A Jagokan Nerazzurri Raih Scudetto
Hernan Crespo sebut Inter Milan sebagai tim paling siap raih Scudetto Serie A. Crespo juga puji progres AC Milan di bawah asuhan Ruben Amorim.
Gazza Roosaryatama - Rabu, 28 Oktober 2026
Sebut Inter Milan Mirip Kapal Perang, Legenda Serie A Jagokan Nerazzurri Raih Scudetto
Jadwal
Jadwal dan Link Streaming AC Milan vs Bologna, Live di ANTV?
Jadwal AC Milan vs Bologna di Serie A, Kamis 30 Oktober pukul 01.45 WIB. Simak link live streaming di Vidio, kabar pertandingan, dan prediksi skor.
Arief Hadi - Rabu, 28 Oktober 2026
Jadwal dan Link Streaming AC Milan vs Bologna, Live di ANTV?
Bagikan