MotoGP 2025

Marquez dan Bagnaia Tak Mau Anggap Remeh Tim Lain di MotoGP 2025

Keduanya merupakan pembalap Ducati.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Rabu, 22 Januari 2025
Marquez dan Bagnaia Tak Mau Anggap Remeh Tim Lain di MotoGP 2025
Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. (Ducati)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Marc Marquez mengaku tidak akan menjalani MotoGP 2025 dengan setengah hati. Meskipun dibekali dengan motor terbaik saat ini, dirinya tidak ingin memandang lawan-lawannya dengan sebelah mata.

Sebagaimana diketahui, pada musim 2025, Marquez resmi berpindah tim. Pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut memutus berlabuh ke tim pabrikan Ducati.

Keputusan ini jelas membawa banyak keuntungan pada Marquez. Pembalap asal Spanyol itu akan mendapatkan fasilitas terbaik, baik itu kru maupun motor paling kompetitif saat ini.

Namun hal ini tidak membuat Marquez tinggi hati. The Baby Alien justru memilih lebih berhati-hati dalam menghadapi lawan-lawannya kali ini.

Bukan tanpa alasan Marquez berpendapat seperti itu. Pasalnya, saat inisemua tim telah menunjukkan peningkatan signifikan. Terlihat dari keberhasilan mereka mengembangkan motornya masing-masing.

Baca Juga:

Ducati Membara dengan Warna Merah, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez Siap Unjuk Gigi di MotoGP 2025

Didukung Penuh Federal Oil, Gresini Racing Siap Unjuk Gigi di MotoGP 2025

"Bisa menjadi atmosfer berbahaya jika berpikir Ducati bisa memenangkan gelar juara (dengan mudah). Sebagai tim kita melihat pabrikan lain berada dalam level yang sama," kata Marquez dikutip dari crash.net.

"Karena di MotoGP, kita tahu, sebut saja Yamaha yang memperlihatkan peningkatan di musim lalu, tetapi dia bisa saja tiba di tes pra musim Sepang dengan motor yang lebih baru, dan mereka juga memiliki pembalap seperti Fabio Quartararo yang sangat hebat," tambah peraih enam kali juara MotoGP ini.

Hal senada juga diungkap oleh rekan satu timnya, Francesco Bagnaia. Dia menilai tim lain memiliki peluang menjegal Ducati di musim 2025. Terlebih saat ini amunisi Ducati berkurang usai Pramac memutuskan pindah ke Yamaha.

"Saya pikir dengan lebih sedikitnya tim Ducati, akan terasa lebih sulit dibandingkan musim sebelumnya, jika dilihat dari sisi podium," terang Bagnaia.

Pembalap berjuluk Pecco ini turut menyinggung peta persaingan yang akan terjadi di musim 2025. Menurutnya, dua pabrikan Eropa lainnya, yakni Aprilia dan KTM akan menjadi lawan terberat Ducati.

"Saya pikir pembalap KTM juga sangat kompetitif, khususnya Pedro Acosta. Tapi kita lihat saja situasinya nanti," ungkap Pecco.

"Aprilia juga akhirnya memiliki peraih gelar juara dan juga Marco Bezzecchi. Bezzecchi berambisi memperbaiki hasil di tahun lalu, dan Jorge Martin jelas ingin mempertahankan nomor 1. Jadi saya pikir Aprilia juga akan kompetitif," lanjutnya.

Namun bukan berarti Pecco mendiskreditkan Honda dan Yamaha. Menurutnya dua pabrikan Jepang itu juga akan tampil kompetitif. Dia bahkan memprediksi Honda dan Yamaha dapat memberikan kejutan besar di musim 2025 ini.

"Kita tahu Honda dan Yamaha berada dalam situasi sulit. Namun Saya pikir Yamaha sudah berhasil melangkah maju di tahun lalu dan balap terakhir dia bisa mendekat, jadi saya pikir mereka akan berkembang," ucap Pecco.

"Lalu Honda, saya pikir mereka akan kesulitan jika melanjutkan situasi yang sama. Jadi Saya berekspektasi mereka juga akan berkembang," tutup pembalap asal Italia ini.

Penulis: Bintang Rahmat

Francesco Bagnaia Motogp Breaking News

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa: Santapan Empuk Bajul Ijo
Prediksi Persebaya vs Garudayaksa di BRI Super League 2026/2027. Simak head to head, susunan pemain, prediksi skor, dan link streaming.
Johan Kristiandi - Sabtu, 19 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa: Santapan Empuk Bajul Ijo
Timnas
Tuntas di Level Asia, Timnas Minifootball Indonesia Alihkan Fokus ke Piala Dunia
Timnas Minifootball Indonesia lolos ke Piala Dunia Minifootball 2027 usai finish empat besar.
Tengku Sufiyanto - Sabtu, 19 September 2026
Tuntas di Level Asia, Timnas Minifootball Indonesia Alihkan Fokus ke Piala Dunia
Timnas
Daftar Lengkap Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Rizky Ridho Masih Ada, Beckham Putra Dicoret
PSSI merilis daftar 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Rizky Ridho masuk skuad, sementara Beckham Putra dan Eliano Reijnders dicoret.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 18 September 2026
Daftar Lengkap Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Rizky Ridho Masih Ada, Beckham Putra Dicoret
Timnas
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dan Daftar Harganya
Simak cara beli tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 melalui Kita Garuda, lengkap dengan harga tiket mulai Rp100 ribu dan jadwal pertandingannya.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dan Daftar Harganya
Timnas
Jay Idzes Patah Hati Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Jay Idzes dipastikan absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera paha. Kapten Timnas Indonesia itu mengaku patah hati dan tetap dukung perjuangan Garuda.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Jay Idzes Patah Hati Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Liga Indonesia
Persija Ajukan Banding atas Sanksi Komdis PSSI
Persija Jakarta akan mengajukan banding atas sanksi Komdis PSSI berupa larangan dua laga kandang dan denda total Rp130 juta.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Persija Ajukan Banding atas Sanksi Komdis PSSI
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa, Live di Sini!
Persebaya vs Garudayaksa, pekan ketiga Super League 2026/2027, di Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), pukul 15.30 WIB, Live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa, Live di Sini!
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming Persija vs Java United, Live di TV Nasional
Persija Jakarta vs Java United, pekan ketiga Super League 2026/2027, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (19/9), pukul 19.00 WIB, Live Indosiar.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persija vs Java United, Live di TV Nasional
Liga Indonesia
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp130 Juta Usai Kalahkan Persib
Persija Jakarta dijatuhi sanksi Komdis PSSI berupa dua laga kandang usiran dan denda Rp130 juta akibat insiden sebelum dan saat melawan Persib.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp130 Juta Usai Kalahkan Persib
Liga Indonesia
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Persija Jakarta vs Java United digelar tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, karena Pilkades serentak di Gianyar pada 20 September.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Bagikan