Manchester City di Liga Champions: Solid Bertahan, Kreatif dalam Menyerang
BolaSkor.com - Manchester City berhasil lolos ke perempat final Liga Champions 2020-2021. The Citizens menyingkirkan Borussia Monchengladbach di 16 besar dengan agregat gol telak 4-0 dan dominan di dua leg tersebut.
Usai menang 2-0 di markas Gladbach, City kembali menang dengan skor yang identik di Etihad Stadium, Rabu (17/03) dini hari WIB melalui gol Kevin De Bruyne (12') dan Ilkay Gundogan (18'). City mendominasi penguasaan bola.
Dengan 68 persen penguasaan bola City membuat 847 operan bola dengan akurasi 91 persen, melepaskan 10 tendangan dan enam tepat sasaran. Gladbach besutan Marco Rose tak berkutik menjebol gawang Ederson Moraes.
Sederhananya, Man City kuat ketika bertahan tapi juga kreatif dalam menyerang. Dari catatan Opta City hanya kebobolan satu gol dari delapan laga Liga Champions musim ini, City memiliki catatan terbaik setelah Ajax Amsterdam pada musim 1995-1996.
Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Tak Ada Halangan untuk Madrid dan City
Man City Terkini Miliki Skuad 'Terburuk' yang Pernah Ditangani Guardiola
City juga telah memenangi 24 dari 25 laga di seluruh kompetisi (kalah sekali). Catatan clean sheets mereka (tujuh kali beruntun) juga jadi ketiga terbaik setelah AC Milan (tujuh yang berakhir pada April 2005) dan Arsenal (10 clean sheets berakhir April 2006).
Ruben Dias dan kebangkitan karier John Stones jadi faktor utama kekuatan di lini belakang, tetapi di lini tengah hingga depan City juga tak kalah bagusnya dengan kreativitas bermain yang dibangun oleh Pep Guardiola.
City tak punya penyerang baru dengan mengandalkan nama-nama lama seperti Sergio Aguero dan Gabriel Jesus, meski begitu mereka memiliki gelandang-gelandang kreatif. Bayangkan saja Ilkay Gundogan jadi pencetak gol terbanyak (15 gol) dan assists terbanyak dimiliki De Bruyne (16 assists).
Gundogan melakukannnya dari 33 laga dan De Bruyne 30 pertandingan. Selain itu De Bruyne juga mencetak enam gol dan Gundogan memberikan dua assists. Guardiola memanfaatkan dengan baik kelebihan City pada posisi gelandang.
Contoh itu bisa dilihat dari grafis yang dibuat oleh Squawka. Pada taktik 4-3-3 dengan Bernardo Silva sebagai false nine, posisi pemain-pemain Man City fluktuatif bergerak. Silva bahkan turun hingga ke tengah seolah menjadi gelandang.
Silva membangun serangan dari kedalaman dan di depannya ada De Bruyne, Riyad Mahrez, dan Phil Foden. Gundogan dan De Bruyne punya kebebasan bermain ofensif, bahkan Joao Cancelo yang menjadi bek kiri berperan seperti gelandang tengah.
Hal itu memperlihatkan kejeniusan taktik Pep Guardiola dengan pemain-pemain yang dimilikinya. Kuat di belakang dan tetap tajam di depan tanpa penyerang murni.
Arief Hadi
16.212
Berita Terkait
Hasil Piala FA: Kalahkan Barnsley 4-1, Liverpool Lolos ke Putaran Keempat
Xabi Alonso Dipecat, Alvaro Arbeloa Jadi Pelatih Baru Real Madrid
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Liverpool vs Barnsley, Live Sebentar Lagi
Hasil Super League 2025/2026: Kalahkan Persijap Jepara, Dewa United Banten FC Tutup Putaran Pertama dengan Manis
Real Madrid vs Barcelona Legends Akan Getarkan GBK, Sambut 500 Tahun Jakarta
Menilik Rekam Jejak Michael Carrick sebagai Manajer Interim Manchester United: Pernah Menumbangkan Arsenal
Persija Melawan Serangan Rasisme terhadap Allano Lima Usai Laga Kontra Persib
Prediksi dan Statistik Juventus vs Cremonese: Bianconeri Harus seperti Mobil Ferrari
Superkomputer Prediksi Hasil Juventus vs Cremonese: Peluang Menang Bianconeri Sangat Besar