BolaSkor.com - Menilik hasil 7-0 musim lalu di Anfield antara Liverpool melawan Manchester United, hasil 0-0 pada pekan 17 Premier League di Anfield, Minggu (17/12) menjadi perkembangan yang positif bagi Red Devils.
Statistik menunjukkan The Reds dominan dengan 69 persen penguasaan bola serta melepaskan 34 tendangan (delapan tepat sasaran), sedangkan Man United - dengan 31 persen penguasaan bola - punya enam tendangan (satu tepat sasaran).
Gaya bermain Man United tidak elegan dan cenderung pragmatis, parkir bus untuk mendapatkan poin di Anfield. Bahkan legenda Man United dan pandit sepak bola, Gary Neville, mengkritik permainan mantan klubnya tersebut.
Baca Juga:
5 Kerugian Besar Manchester United Usai Tersingkir dari Liga Champions
5 Pemain yang Pernah Membela Liverpool dan Manchester United
Liverpool 0-0 Manchester United: Red Devils Bawa Pulang Satu Poin dari Anfield
"Manchester United bermain sangat buruk. Mereka memiliki periode 10, 15 menit ketika (Dominik) Szoboszlai keluar dan mereka (Liverpool) memiliki Trent Alexander-Arnold dan (Wataru) Endo di lini tengah dan itu adalah formasi 4-2-4 di mana Anda berpikir, 'Ooh, ada dua atau tiga serangan balik'," papar Neville.
"Ini adalah hasil yang bagus karena ini adalah hasil imbang di Anfield dan Anda tidak akan pernah bisa mengabaikan hasil imbang di Anfield, namun itu bukanlah sebuah performa."
"Kami membunuh (mengkritik, Jose) Mourinho beberapa tahun lalu karena datang ke sini dan bermain seperti itu dan mendapatkan skor 0-0."
"Jadi menurut saya fakta bahwa mereka lebih tangguh dalam bertahan adalah hal yang baik dan fakta bahwa mereka tidak kebobolan juga merupakan hal yang baik, namun dalam hal tingkat performa yang akan membuat Anda memenangkan pertandingan sepak bola, tidak, itu (tidak) bagus."
Faktanya, Man United jadi tim pertama yang menghentikan Liverpool mencetak gol di Anfield dan keluar dengan membawa poin. Terlebih dengan performa naik turun Man United, serta kekalahan telak musim lalu, dan betapa sulitnya meninggalkan Anfield tanpa kekalahan.
Ian Ladyman, berbicara di Dailymail, memiliki pendapat berbeda dengan Neville. Menurutnya taktik Erik ten Hag layak diapresiasi, terutamanya melawan tim besutan Jurgen Klopp dengan lini serang yang mereka miliki.
"Tidak apa-apa bermain seperti itu. Nottingham Forest memenangkan final Piala Eropa melawan Hamburg dengan bermain seperti itu, mencetak gol dan kemudian menghabiskan sisa waktunya di tepi kotak penalti mereka sendiri. Jose Mourinho menang di Liga Champions dengan Inter bermain seperti itu," papar Ladyman.
"Yang membuat saya frustasi dengan kritik ini adalah sikapnya yang malas, karena menganggap mudah untuk membentuk tim seperti itu. Orang-orang menganggap bagian tersulit dalam sepak bola adalah menciptakan tim yang ingin mencetak gol. Ada dua hal tentang sepak bola. Hal lainnya adalah tidak kebobolan gol."
"Jika Anda berpikir mudah untuk pergi ke tempat seperti Anfield dan bermain melawan tim yang tidak pernah gagal mencetak gol di kandang selama empat abad atau apapun, dan lakukan itu ketika Anda sedang kurang beruntung dan sedang tertinggal, menurut saya Anda tidak tahu banyak tentang sepak bola."
"Itu adalah penampilan pertahanan Ten Hag yang hebat kemarin. Itu tidak bagus untuk pertandingan, tidak bagus untuk TV," pungkasnya.