Mampukah Seedorf Ikuti Jejak Guardiola dan Simeone?

BolaSkorBolaSkor - Kamis, 16 Januari 2014
Mampukah Seedorf Ikuti Jejak Guardiola dan Simeone?
Mampukah Seedorf Ikuti Jejak Guardiola dan Simeone?
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Bolaskor- Penunjukkan Clarence Seedorf sebagai pelatih anyar AC Milan mulai hari ini  ternyata menimbulkan satu pertanyaan besar di publik sepakbola, apakah Seedorf sanggup membawa Milan kembali bangkit meski ini menjadi pengalaman pertama Seedorf sebagai manajer? Seedorf yang baru berusia 37 tahun itu sebenarnya masih berstatus sebagai pemain klub asal Brasil, Botafogo hingga ditunjuk menjadi pelatih baru Rossoneri beberapa hari lalu. Memang, sebagai pemain, Seedorf tergolong pemain besar. Sosok berdarah Suriname itu masih tercatat sebagai satu-satunya pemain di muka bumi ini yang menjuarai Liga Champions dengan tiga klub berbeda! Empat gelar Liga Champions (Milan dua kali, Ajax satu kali, dan Real Madrid satu kali), dua gelar Scudetto, satu gelar Piala Dunia Antar Klub FIFA, satu gelar Intercontinental CUp (sebelum diganti menjadi Piala Dunia Antar Klub FIFA), satu gelar La Liga, dan dua gelar juara Liga Belanda, merupakan deretan kesuksesan Seedorf sebagai pemain, yang terkenal sebagai gelandang dengan visi bermain mumpuni dan memiliki tendangan geledek itu. Akan tetapi, sebagai manajer, Seedorf belum teruji. Dan belum tentu meski semasa bermain, seorang pemain memiliki prestasi gemilang lantas menjadi seorang manajer hebat. Lihat Diego Maradona, Marco Van Basten, Ruud Gullit, dan nama-nama lain. Terkenal sebagai pemain-pemain nomor wahid di era masing-masing, tetapi gagal melengkapi karier sepakbolanya sebagai manajer atau pelatih kelas wahid. Namun, Seedorf juga memiliki kemungkinan sama besarnya untuk langsung berhasil di pengalaman pertamanya sebagai manajer, seperti Pep Guardiola di Barcelona atau Diego Simeone di Estudiantes La Plata, klub asal Argentina. Musim pertama di Barcelona dan sebagai manajer, Pep Guardiola langsung membawa El Barca meraih treble winners (juara Liga Champions, La Liga, dan Copa Del Rey). Begitupun dengan Diego Simeone, yang pensiun sebagai pemain pada tahun 2006 silam dan langsung mengarsiteki Estudiantes yang dibawa menjadi juara Liga Apertura Argentina tahun 2006 silam. Simeone kemudian sukses membawa Atletico Madrid menjadi juara Liga Europa tahun 2012 silam dan juara Copa Del Rey musim lalu. Musim ini pun, Atletico berubah menjadi calon kuat peraih juara La Liga bersama Barcelona. Kebetulan, Seedorf, Simeone dan Guardiola memiliki beberapa kesamaan, yakni sama-sama bermain sebagai gelandang semasa aktif sebagai pemain, memiliki visi dan determinasi tinggi, dan merupakan pemimpin di lapangan. Akankah kesamaan dengan Pep dan Simeone bisa berefek kepada Seedorf, yang mengoleksi 87 penampilan bersama timnas Belanda? Seedorf sendiri sudah menentukan metode dalam mengarsiteki Milan. Seedorf akan mengadopsi metode Phil Jackson, salah satu pelatih basket tersukses dalam sejarah NBA. Jackson yang sukses meraih 11 gelar juara NBA (enam bersama Chicago Bulls, lima bersama Los Angeles Lakers), menggunakan metode diferensiasi per departemen. Singkatnya, Jackson memiliki masing-masing asisten pelatih yang khusus menangani bagaimana pertahanan tim dan penyerangan tim. Metode inipun akan dicoba diterapkan Seedorf mulai musim ini di Milan. Mantan bek timnas Belanda, Manchester United, Lazio dan AC Milan, Jaap Stam akan menjadi asisten pelatih Milan untuk bagian pertahanan, sementara bagian penyerangan Milan akan diserahkan kepada Hernan Crespo, mantan striker timnas Argentina yang juga pernah bermain di AC Milan. Bahkan, Seedorf dikabarkan masih bernegosiasi dengan Edgar Davids, mantan duet sejoli Seedorf di Ajax dan timnas Belanda untuk berkolaborasi dengan Seedorf sebagai asisten pelatih AC Milan mulai musim depan. Metode ini memang memiliki potensi keberhasilan yang cukup besar, karena beberapa hal. Yang pertama, Seedorf, Stam dan Crespo adalah pemain-pemain papan atas dengan segudang prestasi semasa masih aktif. Yang kedua, Seedorf, Stam, Crespo, pernah bermain bersama bagi Milan. Tentu, mereka akan tidak asing lagi dengan suasana Milan, dan ini akan memudahkan adaptasi mereka serta kolaborasi mereka sebagai koki dalam dapur AC Milan. Itulah deretan fakta dan analisa tentang perjudian AC Milan dalam menunjuk sosok bernama lengkap Clarence Clyde Seedorf sebagai pelatih anyar mereka mulai musim depan. Akankah berhasil seperti Pep Guardiola di Barcelona atau hanya memperpanjang masa-masa kelam Milan? Apapun hasilnya nanti, ini sebuah hal yang menarik untuk ditunggu.
Estudiantes la plata Real Madrid AC Milan Argentina Bing Hernan crespo Manchester United Ajax Amsterdam Diego simeone Clarence Seedorf Jaap stam Atletico Madrid Facebook Yahoo Google Pep Guardiola Barcelona Spanyol

BolaSkor

Admin Bolaskor.com
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Italia
AC Milan Gagal Menang di 3 Laga Terakhir, Posisi Ruben Amorim Masih Aman
Gagal menang di tiga laga terakhir, manajemen AC Milan dilaporkan masih menaruh kepercayaan penuh kepada sang pelatih, Ruben Amorim.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 18 September 2026
AC Milan Gagal Menang di 3 Laga Terakhir, Posisi Ruben Amorim Masih Aman
Italia
Goncalo Ramos Melempem, Kutukan Nomor 9 AC Milan Berlanjut?
Goncalo Ramos tampil minim gol dan tembakan di awal musim. Kutukan jersey nomor 9 di AC Milan kini mengintai sang striker.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Goncalo Ramos Melempem, Kutukan Nomor 9 AC Milan Berlanjut?
Italia
Ruben Amorim Sudah Mencari-cari Alasan di AC Milan, Dibandingkan dengan Manchester United
Ruben Amorim kembali menyoroti ketidaksesuaian profil pemain dengan taktiknya usai AC Milan kalah dari Benfica. Polanya mengingatkan masa di Man United.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
Ruben Amorim Sudah Mencari-cari Alasan di AC Milan, Dibandingkan dengan Manchester United
Inggris
Permintaan Transfer Wonderkid Manchester United Menyita Perhatian, Michael Carrick Angkat Bicara
JJ Gabriel mengajukan permintaan untuk meninggalkan Manchester United. Michael Carrick angkat bicara dan menekankan kesejahteraan wonderkid 15 tahun itu.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
Permintaan Transfer Wonderkid Manchester United Menyita Perhatian, Michael Carrick Angkat Bicara
Spanyol
Barcelona Sering Menang Telak, Pertegas Tak Perlu Penyerang Tengah
Menang 7-2 atas Racing Santander, Barcelona asuhan Hansi Flick membuktikan tak butuh striker murni. Raphinha sebut timnya lapar gol.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
Barcelona Sering Menang Telak, Pertegas Tak Perlu Penyerang Tengah
Italia
Tumbang di Eropa, Proyek AC Milan Era Ruben Amorim Baru Dimulai
AC Milan takluk 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Ardon Jashari menegaskan skuad Rossoneri tetap percaya penuh pada proyek baru pelatih Ruben Amorim.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
Tumbang di Eropa, Proyek AC Milan Era Ruben Amorim Baru Dimulai
Liga Europa
Antonio Conte Nonton Langsung AC Milan vs Benfica, Isu Gantikan Ruben Amorim Berembus Kencang
Antonio Conte terlihat menyaksikan AC Milan vs Benfica di San Siro. Kehadirannya memicu isu pengganti Ruben Amorim di tengah tekanan kepada Milan.
Johan Kristiandi - Kamis, 17 September 2026
Antonio Conte Nonton Langsung AC Milan vs Benfica, Isu Gantikan Ruben Amorim Berembus Kencang
Inggris
Manchester United Tersingkir dari Carabao Cup, Michael Carrick Tidak Takut Dipecat
Manchester United tersingkir dari Carabao Cup usai kalah 2-3 dari Brighton. Michael Carrick mengaku tidak merasa berada di bawah tekanan dan siap membawa MU bangkit.
Johan Kristiandi - Kamis, 17 September 2026
Manchester United Tersingkir dari Carabao Cup, Michael Carrick Tidak Takut Dipecat
Klasemen
Klasemen Terbaru LaLiga Usai Barcelona Membantai Racing Santander: Blaugrana Masih Sempurna
Klasemen LaLiga 2026/2027 terbaru usai Barcelona menang 7-2 atas Racing Santander. Blaugrana masih sempurna dengan 18 poin, unggul 3 poin dari Real Madrid.
Johan Kristiandi - Kamis, 17 September 2026
Klasemen Terbaru LaLiga Usai Barcelona Membantai Racing Santander: Blaugrana Masih Sempurna
Liga Europa
Hasil AC Milan vs Benfica: Kembali Main di Eropa, Rossoneri Tersungkur di San Siro
Hasil AC Milan vs Benfica di Europa League 2026/2027 berakhir 0-2. Kembali ke kompetisi Eropa, Rossoneri justru takluk di San Siro pada laga perdana.
Johan Kristiandi - Kamis, 17 September 2026
Hasil AC Milan vs Benfica: Kembali Main di Eropa, Rossoneri Tersungkur di San Siro
Bagikan