"Di babak pertama, kami bermain memang bukan seperti JCI. Kami terbawa permainan lawan. Tetapi saya diam dan terus mempelajari permainan lawan yang banyak melakukan man to man marking untuk meredam permainan kami. Dari situ, saya kemudian mengubah strategi di babak kedua. Dan hasilnya, para pemain mampu membalikkan keadaan dan akhirnya mampu menjadi juara," ujar mantan pemain timnas futsal tersebut di tengah-tenga eforia perayaan tim JCI.
Atas keberhasilan itu, JCI berhak atas hadiah utama Rp10 juta ditambah piala bergilir, piala tetap, dan medali emas. Menurut Andre Picessa, ini adalah hasil sepadan yang diraih tim asuhannya. Hadiah itu diserahkan oleh Pemimpin Redaksi Bolaskor.com Rio Bembo Setiawan.
"Sejak awal saya tekankan kepada para pemain bahwa juara itu hanya satu, sedangkan yang lain hanya peringkat kedua dan ketiga. Itulah yang membuat para pemain JCI selalu fight sampai pertandingan berakhir," imbuh Andre.
Menurut Andre, sebenarnya BigReds tidak mudah dikalahkan. Namun setelah mempelajari karakter dan permainan mereka, ia pun mampu membaca kelebihan dan kekurangan mereka.
"Satu lagi, saya juga tekankan kepada para pemain untuk tidak sama sekali meremehkan BigReds. Meski secara materi kita sedikit lebih baik, tetapi mereka memiliki motivasi dan permainan yang ngotot. Dan itu bisa diterjemahkan pemain dengan baik," tugas Andre yang memuji penyelenggaraan Bolaskor Fans Club Futsal Challenge 2014 sebagai wadah yang baik bagi fans klub untuk melakukan silaturahmi dan beradu prestasi di lapangan futsal.
Sukses JCI makin lengkap dengan tampilnya pemain mereka, Yogi sebagai top skor kejuaraan dengan membuat 11 gol. Atas keberhasilan ini, Yogi diganjar hadiah Rp1,5 juta ditambah trofi. Yogi mengungguli kapten BigReds Ahmad Suryana yang membuat 8 gol.
