BolaSkor.com - Derby Jawa Timur antara Madura United kontra Arema FC akan menjadi panggung reuni bagi sang juru taktik, Ze Gomes. Bagi pelatih asal Portugal tersebut, Arema FC memiliki tempat tersendiri dalam jejak kariernya di Indonesia.
Arema FC merupakan klub Indonesia pertama yang dia pimpin. Gomes diperkenalkan sebagai nakhoda Singo Edan pada pertengahan musim 2024/2025 silam.
Baca Juga:
Hanya saja, kebersamaan tersebut tergolong singkat. Dia hanya memimpin dalam 17 pertandingan dengan catatan 5 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 8 kekalahan.
Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (6/10) bakal menjadi saksi pertemuan Ze Gomes dengan orang-orang yang pernah berjuang bersamanya. Kendati Arema FC telah mengalami berbagai perombakan skuad, sejumlah pilar lama masih menghiasi skuad Singo Edan.
Sebut saja kapten berpengalaman Johan Alfarizi, Dendi Santoso, hingga bek asing asal Kolombia, Julian Guevara. Kehadiran nama-nama familiar ini tentu menambah aroma nostalgia baginya.
Baca Juga:
Persib Menang Comeback di Markas Melbourne Victory FC, Igor Tolic: Bukan Sekadar Kebetulan
Kendati demikian, profesionalisme tetap dikedepankan. Ze Gomes secara terbuka menunjukkan sikap hormat yang tinggi kepada mantan klub yang telah membuka pintu kariernya di Indonesia. Namun, di atas rumput hijau, masa lalu tetaplah masa lalu.
"Ya, saya hanya ingin berterima kasih kepada Arema karena itu adalah klub pertama yang membawa saya ke Indonesia, sebuah klub yang besar," ucap Ze Gomes.
"Tapi sekarang saya berada di kubu ini, sekarang saya di Madura, ini adalah klub saya dan saya akan berjuang dengan seluruh tenaga saya untuk mencoba meraih tiga poin di kandang kita, karena itulah yang paling penting," imbuhnya.
Ambisi Membawa Madura United Terus Moncer
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Bersama Madura United di awal musim Super League 2026/2027, Ze Gomes menjelma menjadi salah satu pelatih yang sukses mencuri perhatian.
Laskar Sape Kerrab kini kukuh menempati jajaran papan atas klasemen sementara dengan koleksi 16 poin dari delapan pertandingan. Rincian hasil impresif tersebut meliputi lima kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya menelan dua kekalahan.
Konsistensi permainan yang ditampilkan Madura United musim ini tidak hanya berbuah manis di tangga klasemen, tetapi juga menyuguhkan tontonan sepak bola yang menghibur.
Berkat racikan taktik yang solid, Madura United kini mulai diperhitungkan dan dijuluki sebagai tim kuda hitam yang siap menjegal dominasi tim-tim unggulan lainnya. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)