Luizinho Passos Mendadak Berubah Status, Direktur Persib Beri Jawaban
BolaSkor.com - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono angkat bicara mengenai kasus yang dialami Luizinho Passos saat timnya berhadapan dengan Barito Putera, Sabtu (4/9) lalu. Yakni soal perubahan jabatan.
Dalam daftar susunan pemain (DSP), Luizinho Passos yang sedianya sebagai pelatih kiper Persib, malah tertulis sebagai video technical analysis. Perubahan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial.
Teddy Tjahjono mengatakan perubahan jabatan itu terjadi karena lisensi kepelatihan yang dimiliki Luizinho Passos tidak masuk dalam persyaratan yang dikeluarkan AFC untuk bisa terlibat di Liga 1 2021/2022. Lisensi yang dimiliki pelatih asal Brasil itu masuk dalam golongan level 2.
Baca Juga:
Datang dari Liga Portugal, Eber Bessa Layak bagi Pelatih Bali United
"Passos itu sudah 5 tahun di Indonesia dan selama ini secara sertifikat kepelatihan selalu di-approve. Selama ini tidak jadi masalah. Tapi tiba-tiba ada regulasi baru dari AFC yang menyatakan pelatih kiper harus level 1," ujar Teddy Tjahjono saat berbincang dengan awak media secara virtual, Rabu (8/9).

Teddy Tjahjono menunjukkan kekecewaannya. Terlebih, regulasi baru tersebut dikeluarkan AFC sesaat sebelum Liga 1 2021/2022 mulai digulirkan.
"Selama 2020 tidak ada kursus kepelatihan sama sekali. Sekarang, bagaimana klub-klub di Indonesia yang sudah mengontrak pelatih, tiba-tiba harus level 1 dan kurang dari dua hari harus ganti pelatih," sesalnya.
Pria yang akrab disapa Bos ini pun menilai seharusnya AFC memberikan keputusan untuk mengubah regulasi pelatih kiper pada musim 2020 lalu. Terlebih, di musim itu tidak ada kompetisi yang dijalani akibat pandemi COVID-19.
"Sekarang sertifikasi itu harus diberikan instruktur dari AFC. Dan selama pandemi, AFC tidak menggelar kursus instruktur. Bagaimana peserta mendapatkan sertifikasi kalau kursusnya enggak ada," katanya.
Dengan alasan itu, Persib terpaksa mengubah jabatan Luizinho Passos menjadi video technical analysis saat berhadapan dengan Barito Putera. Sebab keberadaannya di bench, sangat penting bagi tim.
"Solusinya sebagai analisis dan pelatih kiper diisi oleh Pak Gatot (Prasetyo) karena Pak Gatot memenuhi kriteria untuk level 1. Kebetulan, Passos juga mumpuni untuk menganalisis pertandingan. Makannya sebagai analisis teknis di DSP," jelasnya.
Permasalahan ini ternyata tidak hanya dialami Persib, namun juga tim lainnya yang berlaga di Liga 1 2021/2022. Seperti halnya pelatih kiper Persipura Jayapura, Fison Merauje yang diplot sebagai kitman.
Selain itu, ada juga pelatih kiper Arema FC, Felipe Americo serta pelatih kiper Bali United, Marcelo Da Silva Pires. Keduanya memilih menjabat sebagai penerjemah. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)
Frengky Aruan
15.464
Berita Terkait
Piala Asia Futsal 2026: Juara Grup A, Indonesia Tantang Vietnam di Perempat Final
Hasil Super League 2025/2026: Dikalahkan Bhayangkara FC, Malut United Gagal Dekati Persija
Persija Pinjamkan Ilham Rio Fahmi dan Hansamu Yama
Ini Alasan Shayne Pattynama dan Paulo Ricardo Hanya Bermain Sebentar di Laga Debut
Debut Untuk Persija, Shayne Pattynama Girang Naik Rantis ke Stadion
Ketum The Jakmania Merasa Skuad Persija Belum Lengkap, Butuh Gelandang Baru
Timnas Indonesia U-17 Tantang China sebagai Persiapan Piala Asia U-17 2026
Hasil Super League 2025/2026: Gol Andrew Jung Buat Persib Pertahankan Puncak Klasemen
Naik Meja Operasi, Musim Asnawi Mangkualam Berakhir Lebih Cepat
John Herdman Bertemu I League, Sinkronisasi Program Timnas dengan Kompetisi