Luis Milla: Sepak Bola Wanita di Indonesia Harus Ada

Luis Milla juga bicara soal sepak bola wanita secara global.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Kamis, 19 Oktober 2017
Luis Milla: Sepak Bola Wanita di Indonesia Harus Ada
Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, bicara soal sepak bola wanita. (Sumber: Twitter.com)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla mengatakan, sepak bola saat ini tidak hanya dimiliki oleh kaum pria. Ia menegaskan bahwa sepak bola kini juga dimiliki kaum wanita. Hal itu yang juga layak terjadi di Indonesia.

"Saya sangat setuju wanita harus punya kesempatan di sepak bola. Beberapa tahun lalu, bahkan di Spanyol, wanita dianggap tidak bisa bermain sepak bola," kata Luis Milla.

"Namun saat ini, saya bisa katakan ketika wanita ingin main, mereka bisa kerja keras lebih dari laki-laki. Di sini saya katakan, sepak bola wanita harus ada di Indonesia," tambah mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tersebut.

Apa yang dikatakan Luis Milla memang benar adanya. Maklum saja, sepak bola wanita di Indonesia seperti mati suri.

Sepak bola wanita di Indonesia tidak memiliki kompetisi resmi, layaknya di negara-negara belahan dunia lainnya. Padahal, minat kaum hawa Tanah Air untuk bermain sepak bola cukup tinggi.

Apalagi, terakhir kali hanya pembentukan Timnas Wanita Indonesia U-15 yang terjun di Piala AFF Women U-15 2017 di Vientiane, Laos, pada pertengahan tahun ini. Tim yang kala itu dilatih Rully Nere gagal melaju ke babak semifinal, usai takluk dari Filipina (0-2) dan Singapura (1-2).

Luis Milla Timnas Wanita Indonesia
Ditulis Oleh

Tengku Sufiyanto

The author is a senior sports journalist focused on football, with over 12 years of experience. Covered major international tournaments, including the AFC Asian Cup, the FIFA U-17 World Cup, the ASEAN Championship, and the Southeast Asian Games. Also been actively involved with the Football Journalists Association of Indonesia and the PSSI Pers, strengthening his network and expertise within the football industry. Among his most notable works are "Menjawab Keterkaitan PSIM dengan Keraton Yogyakarta" & "Persib Menghapus Hegemoni Belanda dari Kota Bandung"
Posts

18.377

Berita Terkait

Bagikan