Lockdown Kedua di Inggris, Pep Guardiola Sarankan Premier League Ditunda
BolaSkor.com - Pandemi virus corona kembali menyebar di Eropa. Penyebaran itu terjadi kembali di Spanyol, Inggris, dan Italia. Bahkan di Inggris akan ada lockdown kedua yang akan diberlakukan pada Kamis (05/11) waktu setempat.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkannya dan masa lockdown akan berlaku selama setidaknya empat pekan. Akan tapi olahraga di level-level elite masih boleh dijalankan selama dimainkan di tempat tertutup (tak dihadiri penonton).
Hal itu mengingatkan akan musim lalu ketika Premier League ditunda tiga bulan pada lockdown pertama. Pep Guardiola, manajer Manchester City turut mengomentarinya dan ia tidak bisa mengeluh jika hal serupa terjadi lagi musim ini.
Baca Juga:
Inggris Lockdown Lagi, Premier League Tetap Lanjut
Pep Guardiola Tutup Pintu Kembali ke Barcelona
Manchester City Angin-anginan, Pep Guardiola Ungkap Penyebabnya
"Itu sulit. Saya tahu perdana menteri mengambil keputusan karena situasinya semakin buruk. Itu (pandemi virus corona) terjadi di Spanyol, Jerman dan Prancis. Di seluruh tempat," tutur Guardiola dikutip dari Dailymail.
"Jadi virusnya masih ada. Mungkin orang bilang itu lebih kuat. Saya pikir dunia sepak bola tidak bisa menjadi pengecualian dalam apa yang terjadi di masyarakat."
"Jadi jika kami harus bermain, kami akan bermain. Tetapi kami tidak ingin berbeda dari masyarakat lainnya ketika mereka harus menutup restoran atau apapun."
"Ini adalah posisi saat saya tidak terlibat. Saya ingin aman. Saya ingin menjaga kesehatan diri saya sendiri, untuk keluarga saya, teman-teman saya, untuk seluruh Inggris, semua Britania Raya. Tapi sejujurnya saya tidak tahu."
Guardiola pun menerima dan memahami apabila Premier League kembali ditunda karena lockdown virus corona kedua di Inggris.
"Ini bukan lelucon. Ini serius. Jika dia bilang tetap di rumah, Anda harus tinggal di rumah. Jika dia berkata jangan lakukan ini, kami tidak melakukannya," imbuh Guardiola.
"Karena tidak adil untuk setengah dari populasi melakukan apa yang harus kami lakukan dan perdana menteri mengatakan ini, dan orang-orang lainnya melakukan apapun yang mereka inginkan."
'Jadi kita harus sadar - kenyataannya sulit, sulit. Jika kami harus berhenti, kami akan berhenti," tegas dia.
"Jika kami harus bermain, karena mereka memutuskan itu baik untuk masyarakat atau karena saya tidak tahu, waspadalah, berhati-hatilah, ambil kesadaran maksimum tentang bahaya situasi tempat kita semua hidup," urai eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu.
Arief Hadi
16.195
Berita Terkait
Jadwal Live Streaming Barcelona vs Real Madrid, Senin 12 Januari 2026
5 Fakta Menarik Manchester United vs Brighton: Setan Merah Sering Bikin The Seagulls Merana
Link Streaming Persib Bandung vs Persija Jakarta di Super League 2025/2026 11 Januari 2026, Live Sebentar Lagi
Superkomputer Prediksi Hasil Inter Milan vs Napoli: Kemenangan Nerazzurri Lebih dari 50 Persen
Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Persija Jakarta di Super League 2025/2026, 11 Januari 2026
Ditahan Imbang Bekasi City, Garudayaksa FC Siap Bangkit dari Panceklik Kemenangan dengan Pemain Baru
Prediksi Hasil Fiorentina vs AC Milan Versi Superkomputer: Persentase Rossoneri Kurang Meyakinkan
Nasib Xabi Alonso Andai Real Madrid Kalah Lawan Barcelona di Final Piala Super Spanyol
Prediksi Persib Bandung vs Persija Jakarta 11 Januari 2026, Merebutkan Takhta Juara Paruh Musim
Prediksi dan Statistik Inter Milan vs Napoli: Panas di Papan Atas