Liverpool Juara, Setelah 30 Tahun dan Rp26 Triliun Kemudian

Setelah 30 tahun dan mengeluarkan 1,47 miliar poundsterling atau sekitar Rp26 triliun, Liverpool untuk ke-19 kalinya menjadi kampiun.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2020
Liverpool Juara, Setelah 30 Tahun dan Rp26 Triliun Kemudian
Virgil Van Dijk (premierleague.com)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Setelah menunggu selama 30 tahun, Liverpool akhirnya kembali menjadi juara di Inggris. Penantian panjang akhirnya berakhir meski harus melawati banyak pasang dan surut.

Pada 1 Mei 1990, para pemain Liverpool berparade mengarak trofi di sekitar Anfield. Setelah itu, mereka tidak lagi memenangkan gelar selama 30 tahun. Namun kekeringan bukan karena kurangnya upaya.

Segala usaha dilakukan Liverpool untuk kembali ke puncak. Berbagai transfer dilakukan, gol dicetak, dan pertandingan dimenangkan, tetapi itu tidak pernah cukup hingga akhirnya tiba di musim ini.

Penantian selesai, setelah 30 tahun dan mengeluarkan 1,47 miliar poundsterling atau sekitar Rp26 triliun, Liverpool untuk ke-19 kalinya menjadi kampiun.

Baca Juga:

Jurgen Klopp: Liverpool Tak Mungkin Ulangi Dominasi Manchester United di Premier League

Segel Gelar Premier League, Jurgen Klopp Menebar Ancaman bagi Para Rival

Sir Alex Ferguson Telah Ramal Jurgen Klopp Membawa Liverpool Juara


Dari Rosentahl ke Minamino

Usaha Liverpool melalui transfer pemain dimulai setelah merebut titel juara 1989-90. Kala itu Liverpool menjadikan Ronny Rosenthal yang dipinjam dari Standard Liege sebagai pemain permanen dengan biaya sekitar 1 juta pound.

Striker Israel kemudian menjelma menjadi idola di Anfield. Dia merupakan pemain pertama dari 218 pemain yang didatangkan Liverpool sepanjang tiga dekade, antara gelar ke-18 dan ke-19.

Sedangkan Takumi Minamino yang didatangkan pada Januari 2020 senilai 7,25 juta pound dari Red Bul Salzburg, merupakan pemain terakhir.

Tentu saja, dari 218 pemain yang dibeli dengan total 1,47 miliar pound, tidak semua berbuah manis, bahkan tak sedikit yang hancur-hancuran.

Di satu sisi ada pembelian macam Luis Suarez atau Virgil van Dijk. Namun di sisi lain ada Torben Piechnik, Bruno Cheyrou, dan Sean Dundee.

Kemudian ada juga kegagalan yang sangat mahal dan kebanyakan adalah pemain berposisi penyerang. Sebut saja Andy Carroll yang dibeli seharga 35 juta pound dan hanya mencetak enam gol dalam 44 pertandingan di Premier League. Masih ada Christian Benteke (32,5 juta), mencetak sembilan gol dalam 29 laga. Hingga Mario Balotelli (16 juta) yang cuma membuat sebiji gol dari 16 penampilan.

Melihat perjalanan Liverpool menuju juara ke-19, periode paling produktif terkait transfer pemain terjadi antara 2005 dan 2008, ketika membawa 40 pemain hanya dalam tiga musim di bawah Rafa Benitez.

Para pemain ini termasuk sejumlah pembelian sukses seperti Pepe Reina, Dirk Kuyt, Lucas Leiva, dan Fernando Torres), beberapa tidak begitu baik sebut saja Mark Gonzalez dan Jermaine Pennant, dan beberapa bahkan tidak banyak yang ingat seperti Gabriel Paletta dan Sebastian Leto.

Meski mengeluarkan banyak uang, penting untuk dicatat bahwa The Reds juga mendapatkan kembali jumlah uang yang cukup besar melalui penjualan pemain. Masih dari data Tranfermarkt, Liverpool dilaporkan menerima 936,6 juta pound selama 30 tahun tersebut.

Menariknya, boleh dibilang, para pemain terbaik yang memperkuat Liverpool antara 1990 dan 2020 adalah mereka yang datang secara cuma-cuma karena merupakan jebolan akademi. Mereka adalah Robbie Fowler, Steven Gerrard, Jamie Carragher, Michael Owen, dan terakhir Trent Alexander-Arnold.

Tentu saja, tidak ada yang menampik jika pembelian yang paling berpengaruh pada sukses Liverpool menjadi juara adalah Van Dijk dan Alisson, serta Naby Keita dan Fabinho. Merekalah, bersama Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane memainkan peran penting dalam membawa Liverpool merebut gelar ke-19 mereka.

Premier League Liverpool

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Virus FIFA, 2 Pemain Arsenal Kembali dalam Kondisi Cedera
Virus FIFA kembali menghantam Arsenal. Christos Tzolis dan Kai Havertz mengalami cedera hamstring saat membela timnas masing-masing.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Virus FIFA, 2 Pemain Arsenal Kembali dalam Kondisi Cedera
Inggris
Efek Bola Salju Skandal Manchester City, UEA Ancam Tarik Miliaran Investasi dari Inggris
Vonis Manchester City memicu ketegangan Inggris-UEA. Pemerintah UEA dilaporkan mengancam menarik investasi miliaran poundsterling dari Inggris.
Arief Hadi - Minggu, 04 Oktober 2026
Efek Bola Salju Skandal Manchester City, UEA Ancam Tarik Miliaran Investasi dari Inggris
Inggris
Skandal Finansial Manchester City Ganggu Persiapan Inggris Jelang Lawan Kroasia
Skandal finansial Manchester City menjadi topik pembicaraan di skuad Inggris. Thomas Tuchel memilih tak berspekulasi jelang lawan Kroasia.
Arief Hadi - Jumat, 02 Oktober 2026
Skandal Finansial Manchester City Ganggu Persiapan Inggris Jelang Lawan Kroasia
Inggris
Ajukan Banding, Manchester City Mengaku Tak Bersalah atas Tudingan Pelanggaran Keuangan Premier League
Manchester City mengajukan banding atas vonis pelanggaran aturan keuangan Premier League dan menegaskan klub tidak bersalah atas dakwaan tersebut.
Arief Hadi - Jumat, 02 Oktober 2026
Ajukan Banding, Manchester City Mengaku Tak Bersalah atas Tudingan Pelanggaran Keuangan Premier League
Inggris
Pandit Sepak Bola Kasihan dengan Pemain Man City, tetapi Minta Gelar Premier League The Citizens Dicabut
Jamie Carragher merasa kasihan kepada pemain Man City, tetapi menilai gelar Premier League pada periode pelanggaran finansial harus dicabut.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Pandit Sepak Bola Kasihan dengan Pemain Man City, tetapi Minta Gelar Premier League The Citizens Dicabut
Inggris
Heboh Terkait Kasus Pelanggaran Finansial Manchester City, Pep Guardiola Angkat Bicara
Pep Guardiola akhirnya buka suara setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran finansial Premier League. Ia menegaskan dukungannya kepada klub.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Heboh Terkait Kasus Pelanggaran Finansial Manchester City, Pep Guardiola Angkat Bicara
Inggris
Premier League Rilis Empat Dosa Besar Manchester City, Penuh Tipu Muslihat
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Simak 4 temuan utama Premier League dan respons terbaru The Citizens.
Johan Kristiandi - Rabu, 30 September 2026
Premier League Rilis Empat Dosa Besar Manchester City, Penuh Tipu Muslihat
Inggris
Belum Berakhir Kasus Pelanggaran Finansial, Kini Gaji Tinggi Pemain-pemain Manchester City Jadi Sorotan
Simak daftar gaji pemain Manchester City. Erling Haaland menjadi pemain dengan bayaran tertinggi, mencapai £27,3 juta atau sekitar Rp559,65 miliar per tahun.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Belum Berakhir Kasus Pelanggaran Finansial, Kini Gaji Tinggi Pemain-pemain Manchester City Jadi Sorotan
Inggris
Terancam Sanksi Berat, Bos Manchester City Buka Suara
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran Premier League. Chairman Khaldoon Al Mubarak buka suara dan bertekad buktikan kebenaran.
Gazza Roosaryatama - Sabtu, 26 September 2026
Terancam Sanksi Berat, Bos Manchester City Buka Suara
Inggris
Dinyatakan Bersalah, Apa Hukuman yang Dapat Diterima Manchester City?
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Simak potensi hukuman, dari pengurangan poin hingga pencabutan gelar.
Arief Hadi - Jumat, 25 September 2026
Dinyatakan Bersalah, Apa Hukuman yang Dapat Diterima Manchester City?
Bagikan