BolaSkor.com - Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah menang 1-0 atas Argentina di final, Senin (20/7) WIB. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, tak mampu menyembunyikan kegembiraan dan rasa bangganya pada tim asuhannya.
Kembali menjadi juara setelah menunggu 16 tahun menjadi puncak dari proyek panjang yang dibangun dengan kesabaran, kebersamaan, dan filosofi bermain yang konsisten.
Baca Juga:
Hasil Final Piala Dunia 2026: Tekuk Argentina 1-0, Spanyol Raih Bintang Kedua
Bagi De la Fuente, gelar juara Piala Dunia kedua Spanyol bukan semata hasil dari kualitas individu para pemain, melainkan buah dari kekompakan tim yang terus dipupuk selama bertahun-tahun.
Saya sangat bangga dengan generasi pemain ini. Mereka tumbuh bersama ide permainan yang sama, setia pada filosofi itu, lalu terus menyempurnakannya. Mereka memberi contoh tentang arti sebuah kelompok, sebuah tim, dan sebuah keluarga,
kata De la Fuente dikutip dari laman FIFA.
"Buat saya, merupakan sebuah kehormatan bisa mendampingi mereka dalam perjalanan ini. Ketika melihat lagi semua proses yang telah kami lalui bersama, saya benar-benar emosional," lanjut pelatih berusia 65 tahun itu.
Dominasi Total Spanyol

Selain memuji mentalitas timnya, De la Fuente menilai Spanyol tampil sesuai rencana sejak menit pertama. Ia menyebut La Roja mampu mengendalikan jalannya pertandingan sekaligus membatasi pengaruh Lionel Messi dan lini serang Argentina.
"Dari sisi permainan, pertandingan berlangsung seperti yang kami perkirakan, bahkan kami lebih dominan. Kami terus menyerang, sementara Argentina hampir tidak memiliki peluang, meski mereka diperkuat Lionel Messi," ucapnya.
Statistik memperlihatkan dominasi Spanyol sepanjang laga. La Roja melepaskan 20 tembakan, dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Argentina hanya mencatat dua tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.
Dalam penguasaan bola, Spanyol juga unggul telak dengan 845 operan, termasuk 765 operan akurat, hampir dua kali lipat dibanding Argentina yang hanya membukukan 433 operan.
De la Fuente menegaskan bahwa partai final selalu menuntut perjuangan hingga detik terakhir.
Ini adalah final Piala Dunia. Bahkan ketika lawan bermain dengan 10 orang di akhir pertandingan, kami tetap harus berjuang dan siap menderita sampai peluit panjang dibunyikan,
ujar De La Fuente.
Bagi De la Fuente, keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia menjadi bukti bahwa kesabaran dalam membangun tim tidak pernah mengkhianati hasil.
"Kami tidak takut menghadapi masa-masa sulit. Justru dalam situasi seperti itulah tim ini menunjukkan karakternya. Ketika mampu melewati semuanya bersama, hasil akhirnya terasa jauh lebih indah," tuturnya.

