BolaSkor.com - Kroasia nyaris memaksakan laga melawan Portugal berlanjut ke babak tambahan waktu pada duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto. Namun harapan itu sirna setelah gol Josko Gvardiol di pengujung laga dianulir VAR.
Gol dibatalkan VAR karena terdeteksi adanya sentuhan dari striker Igor Matanovic saat Mario Pasalic berada dalam posisi offside dalam proses terjadinya gol.
Keputusan itu diambil berkat teknologi "connected ball" atau bola berchip yang digunakan sepanjang Piala Dunia 2026.
Baca Juga:
Rating Pemain Portugal vs Kroasia: Cetak Satu Gol, Cristiano Ronaldo Bukan yang Terbaik
Hasil Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo dan Goncalo Ramos Bawa Portugal Tekuk Kroasia 2-1
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku memahami fungsi VAR, tetapi menilai teknologi tersebut telah mengurangi emosi dan spontanitas yang menjadi bagian penting dari sepak bola.
"Anda dapat melihat sejauh mana emosi benar-benar telah dimatikan. Keputusan-keputusan seperti ini membawa Anda mundur dan menghilangkan kegembiraan dari sepak bola," kata Dalic dikutip dari Reuters.
Saya tidak mengatakan VAR tidak bisa membantu. Namun, itu membunuh emosi, membunuh apa yang Anda rasakan di lapangan, dan tidak mudah menerima semua ini,
ujar Dalic.
Teknologi bola berchip sebelumnya juga sempat menjadi sorotan pada fase grup. Saat itu, gol pemain Swedia Mattias Svanberg ke gawang Tunisia awalnya dianulir karena offside sebelum VAR mengubah keputusan setelah mendeteksi sentuhan tipis dari Alexander Isak yang membuat gol tersebut sah.
Roberto Martinez Berpendapat Berbeda

Di sisi lain, pelatih Portugal Roberto Martinez menegaskan tidak ada kontroversi dalam keputusan yang membatalkan gol Kroasia. Menurutnya, teknologi memberikan bukti yang jelas sehingga VAR hanya menjalankan prosedur yang semestinya.
"Pesannya sangat jelas. Bola sekarang memiliki chip dan datanya sangat akurat, itulah mengapa VAR turun tangan," ujar Martinez.
"Tidak ada penilaian subjektif. Chip pada bola menunjukkan adanya sentuhan dari Matanovic dan pada saat itu Pasalic berada dalam posisi offside."
Martinez mengakui hasil tersebut terasa menyakitkan bagi Kroasia, tetapi ia menilai teknologi telah membantu menghasilkan keputusan yang tepat.
Sangat disayangkan ada tim yang harus kalah hari ini. Namun tidak ada keputusan yang buruk atau tidak beruntung. Semuanya jelas dan teknologi membantu membuat keputusan yang benar,
kata Martinez.