Konsisten hingga Mantap di Puncak, Faktor Ini yang Pengaruhi Bali United
BolaSkor.com - Liga 1 2019 menjadi salah satu kompetisi dengan jadwal yang terpadat. Hanya dalam tempo sembilan hari, sebuah klub bisa bermain tiga kali di tiga pulau yang berbeda.
Bali United menjadi klub yang mengalaminya. Pada 22-30 Juni lalu, Bali United bermain lawan PSIS Semarang di Gianyar (Bali), lawan Kalteng Putra di Bantul (DIY) serta Perseru Badak Lampung FC di Lampung.
Hal sama dialami lagi pada 14-22 Juli mendatang. Bali United akan melawan Barito Putera di Banjarmasin (Kalimantan), lawan Persela di Lamongan serta PSS Sleman di Gianyar. Bila skuat tak merata, Bali United bisa bermain dengan pemain penuh kelelahan.
Untung saja, skuat musim ini begitu luar biasa. Paling tidak, di setiap posisi maupun skema, ada dua pemain dengan kualitas setara. Kemenangan 3-0 atas Badak Lampung jadi bukti. Dalam laga itu, Bali United bermain tanpa Paulo Sergio, Leonard Tupamahu dan Ricky Fajrin.
Baca Juga:
Maksimalkan Jeda, Bali United Agendakan Uji Coba Hanya dengan Klub Liga 3
Bali United Masih Kokoh di Puncak, Spaso: Harus Lebih Waspada
Lini belakang menjadi yang paling kelihatan. Pemain asal Brasil, Willian Pacheco bisa kerja sama dengan Leonard, Gunawan Dwi Cahyo dan Haudi Abdillah. Empat pemain ini disebut pelatih Stefano Cugurra memilih kualitas tak jauh beda.
"Musim lalu Bali United punya problem dengan lini belakang terutama stoper. Sekarang kita punya empat pemain dengan kualitas sama, untuk bantu tim musim ini, meraih prestasi lebih baik," tutur Stefano Cugurra.
Lini tengah pun sama. Ketika Paulo Sergio absen, ada Fadil Sausu yang punya tugas melayani penyerang. Dua pemain ini, ditambah Stefano Lilipaly serta Brwa Nouri punya kualitas sama sebagai pengumpan. Kebetulan, umpan crossing maupun bola mati menjadi senjata Bali United mencapai kesuksesan dalam awal musim ini.
"Kita latihan crossing dengan beberapa pemain, seperti Paulo, Fadil dan Fano. Tiga pemain ini sama-sama punya kualitas bagus untuk crossing, umpannya benar-benar akurat," tutur Teco, sapaan akrabnya.
Sektor penyerangan lebih ganas lagi. Untuk posisi target man, Bali United punya Ilija Spasojevic, Melvin Platje, dan Miftahul Hamdi. Sementara untuk posisi sayap ada Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Yabes Roni Malaifani, dan Fahmi Al Ayyubi.
Fakta inlah yang membuat Bali United begitu konsisten meski dikepung jadwal padat. Bali United bukan tim yang bergantung 14 pemain saja, namun 30 skuat yang didaftarkan punya kualitas sama.
Kini, strategi Teco jadi penentu, apakah Bali United bisa juara musim ini. Selain itu, Madura United menjadi ancaman terbesar. Dari empat laga yang sudah dijalani, skuat Dejan Antonic bisa mencatatkan sepuluh poin. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)
Frengky Aruan
15.464
Berita Terkait
Hasil Piala FA: Debut Liam Rosenior Berakhir Manis, Chelsea Menang Telak Kontra Charlton
Gustavo Almeida Berpotensi Main Lawan Persib, Mauricio Souza Tak Pusingkan Soal Masalah Ryo Matsumura
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Persib Tanpa Andrew Jung dan Saddil Ramdani, Pelatih Persija Cuek dan Sebut Itu Urusan Bojan Hodak
Hindari Awak Media, John Herdman Tiba di Indonesia