Kisah Windy Cantika Menuju Medali, dari Tertimpa Barbel hingga Kurang Pemanasan
BolaSkor.com - Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah menjadi atlet pertama Indonesia yang meraih medali pada Olimpiade Tokyo 2020. Windy menyumbangkan medali perunggu untuk Merah Putih di cabang olahraga angkat besi kelas 49 kg.
Windy Cantika menjadi penyumbang medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo melalui raihan medali perunggu kelas 49kg setelah mencatatkan total angkatan 194kg, dengan snatch 84kg dan clean and jerk 110kg.
Perjalanan Windy menuju podium Olimpade Tokyo 2020 terbilang penuh pengorbanan. Windy tidak akan pernah melupakan kejadian saat kakinya tertimpa barbel saat latihan. Kejadian yang terjadi sepekan sebelum Olimpiade.
Baca Juga:
Windy Cantika: Pemecah Rekor Dunia dan Perebut Medali Olimpiade
Olimpiade Tokyo 2020: Indonesia Pecah Telur Lewat Windy Cantika

Windy mengatakan, barbel menimpa kaki karena dia salah perkiraan saat merasa sakit di bagian bahunya. Beruntun, lifter berusia 19 tahun ini tidak mengalami cedera parah dan berangkat ke Tokyo, serta membawa pulang medali perunggu.
“Sempat ada tantangan, kemarin sempat sakit pinggang. Sempat juga tertimpa barbel sepekan sebelum Olimpiade,” kata Windy dalam jumpa pers virtual.
“Waktu itu saya sempat sakit bahu. Saya kira bisa tahan bebannya, tapi ternyata tidak. Barbelnya menimpa kaki. Jadi bengkak,” tambah dia.
Windy juga sempat mengalami cedera hamstring dan tulang kering, yang untungnya tidak terlalu parah.
Kurang Pemanasan dan Tidak Menyangka
Cobaan kembali menghampiri Windy ketika ketika turun di arena pertandingan. Windy harus memulai laga kurang maksimal dan dua kali gagal melakukan angkatan snatch. Windy mengakui, penampilan yang tidak optimal itu karena kurangnya waktu pemanasan.
“Untuk di angkatan snatch, waktu pemanasannya sedikit. Saya kira pemanasannya lama, ternyata sebentar. Jadi saya agak ngos-ngosan,” tutur dia.
Namun kegagalan tersebut dibayar Windy dengan berhasil melewati tiga percobaan angkatan clean and jerk.
Pengorbanan dan rasa sakit yang dirasakan akhirnya berbuah manis. Windy mampu mempertahankan tradisi perolehan medali angkat besi sejak Olimpiade 2000 Sydney.
Windy mengaku tak menyangka bisa meraih medali pada Olimpiade Tokyo 2020. Apalagi ini merupakan debutnya di ajang Olimpiade.
Sebagai atlet debutan, lifter asal Jawa Barat itu mengaku tak berharap banyak. PB PABSI juga sejak awal tidak mematok target muluk-muluk kepada Windy.
“Alhamdulillah, senang sekali karena pada 19 tahun sudah bisa ikut Olimpiade dan menyumbangkan medali,” ujar Windy.
“Ini menjadi kejutan. Apalagi ini Olimpade pertama. Saya tidak menyangka bisa dapat medali.”
Yusuf Abdillah
9.891
Berita Terkait
Persija Jakarta Lepas 3 Pemain Termasuk Berlabel Timnas Jelang Laga Kontra Persib Bandung
Prediksi Hasil Fulham vs Chelsea Versi Superkomputer: Keunggulan The Blues Tidak Mutlak
Jadwal Siaran Televisi dan Link Streaming Barcelona vs Athletic Bilbao, Kamis 8 Januari 2026
Agusti Julbe Tak Sabar Mulai IBL 2026 Bersama Dewa United Banten, Incar Juara Back to Back
Link Streaming Parma vs Inter Milan, Kamis 8 Januari 2026
Penentu Juara Paruh Musim, Ketum Jakmania Minta Pemain Persija Jadi Macan Lawan Persib
Prediksi dan Statistik Parma vs Inter Milan: Laga Spesial untuk Cristian Chivu
Diky Soemarno Imbau The Jakmania Tak Hadiri Laga Persija Vs Persib di Stadion GBLA
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Athletic Bilbao: Berburu Tiket Final
Prediksi dan Statistik Burnley vs Manchester United: Pembuktian Tanpa Ruben Amorim