Kisah di Balik Layar, Tak Mudah Bekerja untuk Manchester City
BolaSkor.com - Bekerja di klub Premier League tentu menjadi impian sebagian orang terutama penggila sepak bola. Namun, siapa sangka tuntutan dan beban pekerjaan di balik layar tim papan atas seperti Manchester City cukup berat.
Hal itu dirasakan pemuda Indonesia, Hanif Thamrin, saat bekerja untuk Manchester City. Di sana, Hanif bertugas sebagai jurnalis.
Perjalanan hidupnya selama berkarier di Manchester City dituangkan ke dalam buku. Karyanya tersebut kemudian diadaptasi menjadi film berjudul Pemburu di Manchester Biru.
Baca Juga:
Virus Corona Buat Laga Kandang Wakil Vietnam di Piala AFC 2020 Ditunda
“Tiga bulan pertama hidup di sana memang sulit. Yang membuka diri pertana justru orang-orang Spanyol," kata Hanif.
Film Pemburu di Manchetser Biru diperankan Adipati Dolken sebagai tokoh Hanif. Adipati yang selama ini biasa berada dalam sorotan jurnalis, harus melakoni peran sebaliknya.
“Jadi orang yang kejar konten itu melelahkan ya ternyata. Cukup sulit dan menantang," tutur Adipati.
Pembuatan film Pemburu di Manchester Biru juga tidak mudah. Perlu waktu dua tahun hingga akhirnya dirilis, Kamis (6/2).
“Perjalanan panjang salah satunya mendapatkan right footage. Tapi, memang tidak mudah untuk klub sebesar Manchester City," kata Produser Pemburu di Manchester Biru, Reza Hidayat.
Andhika Putra
8.253
Berita Terkait
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Chelsea vs Arsenal, Live Sebentar Lagi
Jordi Amat dan Maxwell Souza Jamin Persija Jadi Lebih Kuat Usai Kalah dari Persib
Manuel Ugarte Tak Cukup Bagus untuk Manchester United
Era Baru Timnas Indonesia, Erick Thohir Ajak Semua Pihak Bersatu Dukung John Herdman
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Albacete vs Real Madrid, Live Sebentar Lagi
Lapangan Como vs AC Milan Diperlebar 1 Meter
Inter Milan Rekrut Bek Tengah Asal Kroasia yang Baru Berusia 18 Tahun
Kabar Terbaru Skuad Arsenal Jelang Bertamu ke Markas Chelsea: Banyak Pemain Meragukan
John Herdman Jamin Tak Bisa Diintervensi soal Pemilihan Pemain Timnas Indonesia
Cukup Satu Alasan untuk Mencoret Xabi Alonso dari Daftar Kandidat Manajer Manchester United