Ketua SC Piala Presiden 2018 Berikan 300 Tiket Gratis kepada Suporter Persebaya

Masih ditemukan juga tiket palsu babak 8 besar Piala Presiden 2018.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Sabtu, 03 Februari 2018
Ketua SC Piala Presiden 2018 Berikan 300 Tiket Gratis kepada Suporter Persebaya
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait (kanan). (BolaSkor.com/Gigi Gaga)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, memberikan 300 tiket gratis kepada suporter Persebaya Surabaya yang tidak bisa masuk ke Stadion Manahan, Solo, untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding. Ia menyerahkan uang sebanyak Rp 9 juta kepada pihak panitia pelaksana pertandingan.

Seperti diketahui, Persebaya Surabaya menghadapi PSMS Medan, pada laga babak 8 besar Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/2).

"Tadi ada sekitar 300 suporter yang tidak bisa masuk, ya akhirnya kami membayarkan Rp 9 juta ke panitia. Karena kami juga menghargai mereka," ucap Maruarar Sirait di Stadion Manahan.

Di sisi lain, politisi PDI-P tersebut juga merasa geram dengan masih banyaknya tiket palsu yang beredar luas di kalangan suporter. Ia pun meminta tolong kepada Kapolres Surakarta untuk menindaklanjuti banyaknya tiket palsu yang beredar.

"Seharusnya ini tidak boleh ada tiket palsu. Kami sudah meminta ke Kapolres Solo untuk mengusut masalah ini. Tidak boleh ada pungli (pungutan liar) juga," katanya.

Piala Presiden 2018

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan